WWW.PASJABAR.COM — Fenomena langit langka berupa Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 2 Agustus 2027 dan kerap dijuluki sebagai “Eclipse of the Century”.
Julukan tersebut muncul karena durasi totalitasnya yang sangat panjang, yakni sekitar 6 menit 23 detik, lebih lama dibandingkan gerhana matahari total lainnya dalam tiga dekade terakhir.
Dikutip dari The Week, lamanya durasi gerhana ini disebabkan oleh keselarasan kosmik yang nyaris sempurna. Pada saat itu, Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi atau perigee, sementara Matahari berada di titik terjauhnya dari Bumi atau aphelion.
Kondisi tersebut membuat Bulan tampak lebih besar dan Matahari terlihat lebih kecil, sehingga Bulan mampu menutupi seluruh cakram Matahari dalam waktu lebih lama.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, menyatakan bahwa Gerhana Matahari Total 2027 memang termasuk salah satu yang terlama di abad ke-21, meski bukan yang terpanjang.
“Secara teknis, gerhana 2 Agustus 2027 adalah salah satu yang terlama, tetapi bukan yang paling lama di abad ini. Rekor terlama masih dipegang gerhana 22 Juli 2009 dengan durasi 6 menit 39 detik,” kata Setyoajie, Minggu (18/1/2026).
Visibilitas Gerhana Matahari 2027 di Indonesia
Setyoajie menjelaskan, jalur totalitas Gerhana Matahari 2027 akan melintasi Afrika Utara, Eropa Selatan, dan Timur Tengah. Dengan durasi terlama dapat disaksikan di wilayah Mesir timur laut. Sementara itu, Indonesia tidak termasuk dalam jalur totalitas.
“Di Indonesia, gerhana hanya bisa disaksikan secara parsial dan sangat tipis,” ujarnya. Wilayah Indonesia bagian barat dan utara seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berpeluang melihat penutupan Matahari hingga sekitar 37 persen.
Adapun di Jakarta, gerhana diperkirakan kurang dari 1 persen dan terjadi bertepatan dengan waktu matahari terbenam.
Meski demikian, Gerhana Matahari Total 2027 tetap dianggap istimewa karena melintasi daratan luas dan mudah diakses.
Para astronom menilai fenomena ini menjadi kesempatan langka bagi masyarakat dunia. Untuk menyaksikan keindahan alam semesta sekaligus memahami keteraturan orbit Bumi, Bulan, dan Matahari. (han)












