* Casis Polresta Bandung
WWW.PASJABAR.COM – Antusiasme pemuda-pemudi di wilayah Kabupaten Bandung untuk mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan tren yang sangat positif pada tahun anggaran 2026. Tercatat, sebanyak 604 Calon Siswa (Casis) telah resmi terverifikasi dan mengantongi nomor ujian untuk mengikuti rangkaian seleksi yang ketat di bawah naungan Polresta Bandung.
Ratusan tunas muda tersebut dihadirkan dalam kegiatan apel pagi di Mapolresta Bandung pada pukul 08.30 WIB. Kehadiran mereka merupakan bagian dari tahapan pembinaan awal serta pemberian arahan langsung dari pimpinan, agar para peserta memiliki gambaran yang jelas mengenai integritas dan kedisiplinan yang dibutuhkan dalam institusi kepolisian.
Rincian Formasi dan Komitmen Prinsip BETAH
Data dari panitia bantuan penerimaan (Pabanrim) Polresta Bandung menunjukkan keberagaman jalur seleksi Casis yang diminati masyarakat. Dari total 604 peserta, rinciannya terdiri dari jalur pendaftaran Akademi Kepolisian (Akpol) sebanyak 44 orang (38 pria dan 6 wanita). Sementara itu, jalur Bintara PTU SPKT menjadi yang paling banyak diminati dengan total 479 peserta (395 pria dan 84 wanita).
Selain itu, terdapat 50 peserta untuk jalur Bintara Intelijen (45 pria dan 5 wanita), 5 peserta dari jalur Bakomsus, 4 peserta dari Polair, serta 22 peserta yang menempuh jalur Tamtama. Banyaknya jumlah pendaftar ini menuntut proses seleksi yang sangat objektif dan profesional.
Kapolresta Bandung, Kombespol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen ini memegang teguh prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa hanya putra-putri terbaik yang memiliki integritaslah yang akan lolos menjadi anggota Polri.
“Menjadi anggota Polri bukan hanya soal keinginan, tetapi juga kesiapan mental, fisik, serta komitmen untuk terus berjuang. Saya harap seluruh casis dapat mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” ujar Kombespol Aldi Subartono di hadapan para peserta.
Peringatan Keras Terhadap Praktik Percaloan
Dalam arahannya, Kapolresta Bandung juga memberikan peringatan keras kepada para orang tua dan peserta agar tidak tergiur oleh janji-janji manis dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang calon siswa murni ditentukan oleh persiapan diri, latihan yang konsisten, dan doa, bukan melalui koneksi atau imbalan materi.
Polresta Bandung berkomitmen untuk menutup rapat celah bagi praktik percaloan dalam setiap tahapan seleksi. Pengawasan ketat, baik dari internal maupun eksternal, dikerahkan untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang ekonomi.
“Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan berusaha semaksimal mungkin. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan dalam rekrutmen Polri. Jika ada yang menjanjikan kelulusan dengan cara instan atau melalui perantara, itu adalah penipuan,” pungkas Kombespol Aldi Subartono dengan tegas.
Dengan dimulainya tahapan ini, para Casis kini bersiap menghadapi serangkaian tes mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, hingga psikologi. Harapannya, seleksi tahun ini dapat melahirkan personel Polri yang berkualitas, berintegritas, dan siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati. (fal)












