WWW.PASJABAR.COM – Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak blak-blakan menyebut jalan memburu gelar juara musim ini jauh lebih terjal dan penuh drama dibandingkan musim lalu.
Juru taktik asal Kroasia ini mengakui level persaingan di Super League 2025/2026 melonjak drastis, membuat peta persaingan masih sangat cair hingga kini.
Jika menilik memori musim lalu, ‘Maung Bandung’ tampil begitu dominan. Persib bahkan sudah bisa mengunci posisi puncak lebih awal dengan koleksi 64 poin pada pekan ke-32. Saat itu, selisih poin yang lebar dengan para rival membuat aroma juara sudah tercium jauh sebelum kompetisi usai.
Namun, cerita musim ini sungguh berbeda. Meski Persib berhasil mengumpulkan jumlah poin yang sama dalam waktu yang lebih singkat, yakni pada pekan ke-28, posisi mereka belum sepenuhnya aman. Tipisnya jarak poin dengan para pesaing di papan atas membuat setiap laga terasa seperti final.
Kondisi ini membuat Bojan Hodak melabeli periode sekarang sebagai salah satu tantangan terberat selama dirinya menakhodai Persib Bandung. Meski begitu, ia justru menikmati tensi tinggi ini karena memberikan tontonan yang berkualitas bagi publik sepak bola Tanah Air.
“Saya rasa ini adalah yang tersulit dari tiga musim terakhir, tetapi ini lebih menarik bagi para penggemar karena sampai mungkin dua pertandingan lalu, ada empat tim yang memperebutkan gelar juara. Sekarang hanya ada tiga tim dan siapa pun bisa menjadi juara,” ujar Bojan Hodak, Minggu (19/4/2026).
Meski Persib masih bertengger di puncak klasemen, Bojan Hodak enggan jemawa. Baginya, keunggulan saat ini masih sangat rawan tergusur. Ia menegaskan drama perebutan gelar juara bisa saja berlanjut hingga detik-detik terakhir kompetisi.
“Kami memiliki sedikit keuntungan, tetapi saya rasa semuanya bisa tetap terbuka hingga pertandingan terakhir,” ungkapnya.
Pastikan Tidak Terbebani Tekanan Besar
Sementara itu, menjelang laga krusial kontra Dewa United, Hodak memastikan anak asuhnya tidak terbebani tekanan besar. Ia menilai hasil kontra Dewa United memang penting, namun belum akan menjadi vonis akhir siapa yang akan mengangkat trofi di akhir musim.
“Ya, itu motivasi yang bagus, tapi tidak ada yang akan ditentukan besok. Karena apakah kami menang, kalah, atau imbang, tidak masalah, masih ada enam pertandingan lagi. Jadi, Borneo dan Persija juga sangat dekat,” tutur Bojan Hodak.
Alih-alih sesumbar soal gelar, Hodak memilih tetap membumi. Fokus utamanya saat ini adalah menjaga konsistensi tim di setiap laga tanpa harus terdistraksi oleh hitung-hitungan gelar juara yang masih dinamis.
“Seperti yang saya katakan, pada akhirnya segalanya bisa ditentukan di hari terakhir liga. Jadi kami hanya perlu fokus menjalani pertandingan demi pertandingan.” tegas Bojan Hodak. (ars)












