WWW.PASJABAR.COM — Prabowo Subianto menjenguk langsung para korban kecelakaan tabrakan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026) pagi.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah insiden kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Presiden tiba di rumah sakit sekitar pukul 08.39 WIB dan langsung meninjau sejumlah ruang perawatan, termasuk poli bedah dan ruang Bougenville, serta berinteraksi dengan korban.
Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa serta memastikan seluruh korban luka mendapatkan perawatan terbaik. “Saya hari ini datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab kecelakaan. Presiden menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang belum memiliki pengamanan optimal. “Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana, tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga. Kita segera akan atasi,” kata Prabowo.
Pemerintah Lakukan Investigasi dan Evaluasi Sistem Keselamatan
Berdasarkan data sementara, kecelakaan KA tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan 81 korban lainnya berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan sejak malam kejadian.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden telah menginstruksikan agar seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. “Beliau memberikan petunjuk untuk seluruh korban yang dirawat agar diberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, termasuk rencana penanganan sekitar 1.800 perlintasan kereta api melalui peningkatan pengamanan atau pembangunan flyover.
Sementara itu, proses investigasi resmi diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna memastikan penyelidikan berjalan objektif dan menyeluruh.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan fokus utama saat ini adalah penanganan korban.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba. (han)












