WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung baru saja dihantam kabar buruk. Mereka harus rela tergusur posisinya di klasemen sementara Super League 2025/2026.
Persib Bandung sendiri digusur Borneo FC ke posisi kedua klasemen. Sebaliknya, Borneo FC sekarang menghuni puncak klasemen, tempat yang sempat dikuasai Persib selama lebih dari 100 hari.
Itu terjadi setelah Borneo FC menang 1-0 atas Persik Kediri pada Rabu (29/4/2026) sore. Hasil itu membuat Borneo FC kini memiliki 69 poin, sedangkan Persib 66 poin.
Menanggapi situasi tak menyenangkan itu, pelatih Bojan Hodak bersikap tenang. Ia enggan terlalu memikirkan posisi di klasemen atau hasil yang diraih tim lain.
Fokus dengan Tim
Bagi Bojan Hodak, saat ini yang jauh lebih penting justru fokus pada tim sendiri. Terlebih, sekarang Persib harus bertarung melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026).
Pria asal Kroasia itu memandang, meski kini terpaut selisih tiga angka dari Borneo FC, situasi tersebut lumrah dari sebuah kompetisi. Ia tak ingin energi anak asuhnya terkuras hanya untuk memikirkan angka di papan klasemen yang masih sangat dinamis.
“Terkait Borneo, oh mereka menang? Baiklah,” kata Bojan Hodak, Rabu (29/4/2026).
Meski mengaku tidak menyaksikan laga antara Persik dan Borneo secara langsung, Bojan Hodak tetap mengikuti perkembangan informasi, terutama mengenai drama VAR di menit ke-74 yang membatalkan penalti untuk Persik Kediri.
Hal itu jadi cukup menyita perhatiannya. Baginya, ada kemiripan situasi yang menarik untuk dicermati antara laga tersebut dengan pengalaman yang pernah dialami Persib.
“Saya sendiri tidak menonton pertandingannya (Persik vs Borneo FC), tapi saya dengar banyak informasi terkait penalti dan katanya situasinya sama dengan saat kami bertanding di Borneo,” ungkap Bojan Hodak.
Ia pun memberikan catatan kecil mengenai perbedaan nasib yang dialami timnya dibandingkan dengan sang rival dalam situasi yang dianggap serupa tersebut.
“Bedanya kami kena penalti, mereka tidak. Borneo beruntung, dan ini menarik,” tuturnya.
Sementara menghadapi sisa musim yang kian memanas, Bojan Hodak kembali menegaskan filosofinya. Baginya, satu-satunya jalan untuk kembali ke puncak adalah dengan menjaga konsistensi dan tidak membiarkan gangguan eksternal merusak ritme permainan tim.
“Kami sering di puncak klasemen dan setiap tim berusaha untuk menjegal kami. Kami hanya harus fokus dengan pertandingan yang kami hadapi sendiri,” tegas Bojan Hodak. (ars)












