CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASPENDIDIKAN

Begini Inovasi Teknologi dan Kewirausahaan Universitas di Masa Kini

Tiwi Kasavela
4 Mei 2021
Begini Inovasi Teknologi dan Kewirausahaan Universitas di Masa Kini

Begini Inovasi Teknologi dan Kewirausahaan Universitas di Masa Kini. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan IPB University, UIN Bandung menggelar Kuliah Umum bersama Prof Arif Satria, SP., M.Si yang membahas tentang Inovasi Teknologi Informasi dan Kewirausahaan Universitas di Era Industri 4.0 dan Society 5.0

Kegiatan ini berlangsung di gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG), Kampus II, Senin (3/5/2021).

Kuliah umum diawali dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Rektor IPB University Prof Arif Satria, SP., M.Si dengan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si.

Prof. Mahmud sangat mengapresiasi kehadiran Rektor IPB dalam acara Kuliah Umum untuk penguatan lembaga menuju kampus ungggul dan kompetitif berbasis merdeka belajar kampus merdeka (MBKM).

“Saya atas nama pimpinan mengucapkan terima kasih, kerjasama sangat penting untuk kita saling bersinergi mendorong lembaga agar unggul dan kompetitif. Kita sudah sepatutnya belajar ke IPB, terutama yang berkaitan dengan inovasi teknologi informasi dan kewirausahaan dalam rangka menerapkan kebijakan Medeka Belajar Kampus Merdeka,” tegasnya.

Baca juga:   Dorong Jiwa Entrepreneur Lewat "Emoticon Festival" Unpas

Prof Arif Satria mengawali pemaparannya dengan fakta saat ini dunia tengah dihadapkan dengan suasana disrupsi yang menuntut manusia untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Ia mengutip pernyataan Darwin bahwa mereka yang akan survive bukanlah yang terkuat dan terpintar semata, tetapi mereka yang responsif terhadap perubahan.

“Oleh karenanya kemampuan kita dalam mencermati perubahan inilah yang menjadi kata kunci,” ujar Prof Arif memberikan penekanan.

Pada satu sisi memang benar bahwa era revolusi industri 4.0 dapat menyebabkan hilangnya 3500 pekerjaan, namun disrupsi tersebut pada akhirnya membangun 19.600 pekerjaan baru di lapangan dengan tuntutan kualifikasi-kualifikasi baru.

Perubahan Teknologi Memberikan Kesempatan yang Lebih Luas

“Dari sini terlihat bahwa perubahan teknologi sebenarnya memberikan opportunity yang lebih banyak,” tegas Prof Arif Satria optimis.

Baca juga:   Pembuktian Integritas Penegakan Hukum

Prof Arif Satria kemudian memberikan contoh perubahan dunia kerja, yang mana saat ini untuk memiliki perusahaan transportasi, tidak lagi harus memiliki banyak kendaraan. Begitu pun dalam berbisnis penginapan, kita tidak harus memiliki banyak bangunan secara fisik. Maka di dunia pendidikan untuk menghasilkan para lulusan yang terkualifikasi, tidak harus membangun sebuah universitas.

“Mungkin kita akan berpikir bahwa saingan Universitas Negeri Makassar adalah perguruan tinggi lain, tapi ternyata tidak sepenuhnya benar, saat ini telah muncul Google Career Certificates, Google menawarkan pendampingan kursus hingga mendapatkan pekerjaan,” ucapnya dalam rilis yang diterima PASJABAR, Selasa.

Menghadapi era ketidakpastian ini tidak bisa dilakukan sendiri melainkan harus berkolaborasi. Salah satu cara melatih kemampuan kolaborasi mahasiswa adalah dengan adanya projek skripsi berkelompok.

Saat ini sudah masanya penerapan interdisiplin, sehingga  mahasiswa dari berbagai jurusan akan saling bertukar perspektif dan melatih untuk meletakkan toleransi diatas egoisme sektoral.

Baca juga:   Strategi Efektif Tangani Perundungan di Sekolah Menurut Ahli Psikologi

Di dalam pemaparannya, Prof Arif memberikan beberapa contoh inovasi IPB University dalam bidang pertanian dengan memanfaatkan sains data.

Di antaranya adalah platform Ecosystem yang merupakan sistem pintar untuk untuk mendeteksi konversi lahan, Fire Risk System yang menyediakan informasi tingkat kerentanan dan prakiraan risiko kebakaran lahan dan hutan, Smart Seeds yang merupakan layanan informasi pemupukan dan irigasi untuk berbagai komoditas sayur, Smart Integrated Pest Management yang mampu mendeteksi penyakit tanaman secara cepat dengan menggunakan aplikasi smartphone, serta aplikasi hasil inovasi pertanian lainnya seperti Preci Palm, FASTREX, aplikasi deteksi kematangan buah, dan masih banyak aplikasi lainnya.

“Saat ini sains data adalah kekuatan yang besar, sehingga di masa depan visi Indonesia tidak lagi hanya kedaulatan pangan atau energi tetapi juga kedaulatan data,” pungkas Prof Arif Satria. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Inovasi Teknologi dan Kewirausahaan


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

UTBK 2026 di Unpad Nol Telat, Disiplin Peserta Meledak!

21 April 2026

# UTBK SNBT 2026 JATINANGOR, WWW.PASJABAR.COM --  Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional...

roket NASA ke bulan

NASA Kirim “Jantung” Roket Artemis III ke Florida, Misi Manusia ke Bulan 2027 Makin Dekat!

21 April 2026
Super League

Jadwal Pekan 29 Super League, Sajikan Laga Krusial Papan Atas

21 April 2026
hari buruh bandung

Peringatan Hari Buruh Bandung 2026 Usung Kolaborasi dan Solidaritas

21 April 2026
Masjid Raya Al Jabbar

Dedi Mulyadi Jelaskan Anggaran Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp22 Miliar

21 April 2026

Highlights

Peringatan Hari Buruh Bandung 2026 Usung Kolaborasi dan Solidaritas

Dedi Mulyadi Jelaskan Anggaran Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp22 Miliar

Harga Elpiji Naik, KDM Ungkap Kearifan Lokal Bisa Jadi Alternatif

1.744 Calon Jemaah Haji Kota Bandung Siap Berangkat Tahun Ini

Bayu Aji Widodo Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unpas, Soroti Independensi Peradilan Militer

Gubernur Jabar Tegaskan Pajak Kendaraan Listrik Tetap Diberlakukan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.