CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Dosen Unpad Teliti Kencur untuk Anti-Sariawan

Yatni Setianingsih
15 April 2022
Unpad Masuk Lima Besar Kampus Terbaik Versi QS WUR: Sustainability 2024, Ini Indikator yang Dinilai

Kampus Unpad (foto : unpad.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dosen Departemen Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Unpad, Dr. Indah Suasani Wahyuni, Sp.PM(K), meneliti kencur khususnya untuk bidang penanganan masalah kesehatan mulut atau anti-sariawan

Selama ini berdasarkan pengetahuan lokal dan didukung dengan literatur berbasis evidence-based, kencur dapat digunakan untuk terapi sariawan, sangat sedikit yang menjelaskan mengenai khasiat kencur dalam mengobati masalah kesehatan mulut.

Indah melakukan penelitian ini untuk disertasi pada Program Doktor Farmasi di Unpad. Dalam risetnya, Indah meneliti tentang pengujian ekstrak etanol kencur dalam menghambat enzim Siklooksigenase (COX) pada ulserasi di mukosa mulut.

Bahan baku kencur yang digunakan berasal dari  daerah pertanian yang menghasilkan kencur, di Desa Buniayu, Kecamatan Cagak, Kabupaten Subang.

“Secara teoritis dan kesediaan bahan bakunya memadai, maka kencur cocok dan dapat dikembangkan sebagai obat,” kata Indah seperti dikutip PASJABAR dari laman unpad, Jumat (15/4/2022).

Langkah awal yang dilakukan Indah adalah melakukan melakukan determinasi tanaman. Pada tahap ini, Indah memastikan terlebih dahulu taksonomi dari tanaman dan rimpangnya, sehingga memiliki sertifikat determinasi yang resmi.

Baca juga:   Jangan Tertipu! Ini Cara Dapat Saldo DANA Gratis Aman dan Legal

Selanjutnya adalah penyiapan bahan baku berupa rimpang kencur segar untuk dilakukan ekstraksi menggunakan etanol 70 persen. Dalam hal ini, Indah menggunakan dua jenis kencur yang memiliki perbedaan musim panen.

Satu kencur merupakan hasil panen di musim hujan sedangkan satu lagi merupakan hasil panen di musim kemarau. Penggunaan dua jenis kencur ini dilakukan untuk melihat terhadap jumlah metabolit sekunder dari ekstrak etanol kencur tersebut.

Metabolit sekunder diperlukan tanaman untuk bertahan menghadapi lingkungan dan akan menentukan seberapa besar kandungan flavonoid dan metabolit sekunder lainnya pada ekstrak etanol rimpang kencur tersebut.

Melalui pengujian dua jenis kencur tersebut, Indah menemukan kencur yang dipanen di musim hujan memiliki jumlah metabolit sekunder yang lebih banyak. Ketersediaan air yang cukup di musim hujan membuat rimpang kencur mampu bertahan hidup dengan baik, sehingga potensi untuk menghasilkan metabolit sekunder bisa lebih maksimal.

Baca juga:   Pakar Unpad : Penerima Vaksin Masih Rentan Terkena Covid-19

“Sementara pada saat musim kemarau tanaman/rimpang cenderung untuk berusaha menyimpan air sebanyak-banyaknya untuk mempertahankan kehidupannya, sehingga kemampuan menghasilkan metabolit sekundernya berkurang,” jelasnya.

Ektsrak etanol kencur

Ekstrak etanol kencur tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan kandungan kimia secara kualitatif dan kuantitatif. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kandungan apakah yang nantinya berperan dalam aktivitas ekstrak ini.

Seluruh pemeriksaan kimia tersebut dilakukan di kampus Unpad. Pemeriksaan fitokimia dilakukan di Laboratorium Sentral Unpad, sedangkan studi spektofotometri dan kromatografi dilakukan di Laboratorium Fakultas Farmasi Unpad.

Indah memaparkan, pengujian selanjutnya adalah studi in vitro di laboratorium untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kencur memiliki aktivitas menghambat enzim COX-2 atau enzim yang penting dalam proses peradangan. Pengujian juga secara in vivo kepada hewan coba.

Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ekstrak ini memiliki aktivitas meredakan peradangan dan menyembuhkan sariawan pada mulut hewan, baik secara makroskopis maupun mikroskopis.

Baca juga:   Ini Penyebab Masyarakat Sering Terjebak Investasi Bodong

“Tahap terakhir berupa pengujian mekanisme kerja ekstrak sebagai obat sariawan, apakah dapat menghambat ekspresi protein atau enzim peradangannya,” tuturnya.

Hasil riset menunjukkan, flavonoid pada kencur berpotensi memiliki khasiat anti-inflamasi yang baik. Berdasarkan studi in silico, Ekstrak ini secara selektif mampu menghambat COX-2 dengan konsentrasi yang rendah.

Hasil ini dipandang baik, mengingat selama ini obat antiradang konvensional banyak yang tidak selektif menghambat enzim COX-2, sehingga acapkali menimbulkan efek samping berupa iritasi lambung.

Indah mengatakan, riset ini akan terus berlanjut. Riset lanjutan yang akan dilakukan adalah melakukan pengujian toksisitas untuk memastikan keamanan obat, membuat formulasi obat yang sesuai kondisi mulut, melakukan uji klinis ke manusia, hingga pengembangan produk dan pengajuan paten.

Ia optimistis ekstrak etanol kencur potensial dikembangkan menjadi obat. Penelitian dasar yang telah dilakukan terbukti memiliki khasiat anti-inflamasi, khususnya sebagai anti-ulserasi mukosa mulut (anti-sariawan). (*/ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: dosen unpadkencurpeneliti Unpad


Related Posts

FOTO : Isi Liburan Sekolah dengan Permainan Latto-latto
HEADLINE

Dosen Unpad Beberkan Fakta Sosiologis dari Viralnya Lato-lato

9 Januari 2023
Dosen Unpad menanggapi fenomena Citayam Fashion Week.
PASPENDIDIKAN

Dosen Unpad Sebut Citayam Fashion Week Bisa jadi Sesuatu yang Bernilai

26 Juli 2022
Begini Strategi Penjaminan Halal untuk Produk Farmasi
HEADLINE

Obat Berbasis Bahan Alam Tetap Harus Perhatikan Dosis

28 Juni 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

STKIP Pasundan dukung gowes
HEADLINE

STKIP Pasundan Dukung Gowes Baraya Bandung, Kampanyekan Hidup Sehat dan Kebersamaan Warga

1 Februari 2026

# STKIP Pasundan dukung gowes CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM -- STKIP Pasundan dukungan pelaksanaan Gowes Baraya Bandung X Anniversary...

NASA misi luar angkasa

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

31 Januari 2026
Indonesia vs Irak futsal

Imbang Lawan Irak, Indonesia Kukuh di Puncak Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026

31 Januari 2026
Fast Forever

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

31 Januari 2026
Persib vs Persis Solo

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

31 Januari 2026

Highlights

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

Sony Pictures Perkenalkan Pemeran Biopik The Beatles yang Rilis 2028

Gim Sepak Bola UFL Soccer Game 2026 Resmi Rilis di Android

Mahasiswa DKV Unpas Pamerkan Karya UAS dalam Pameran Tiga Hari

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.