BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Persib Bandung ogah leha-leha saat melawan Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 1 2022/2023 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (9/4/2023).
Pelatih Persib Bandung Luis Milla mengatakan laga melawan Persita sangat penting meski tim sudah dipastikan tak bisa jadi juara. Sebab, Persib ingin kompetisi dengan hasil manis, yaitu finis sebagai runner up.
“Besok adalah pertandingan yang penting karena kita ingin menyelesaikan kompetisi ini dengan di posisi kedua,” ujar Luis Milla, Sabtu (8/4/2023).
Persita sendiri merupakan laga tandang terakhir Persib Bandung musim ini. Setelah itu, Persib tinggal menyisakan satu laga kandang sekaligus penutup di kompetisi.
Oleh karena itu, ia ingin memaksimalkan dua laga sisa yang ada. Termasuk melawan Persita. Sebab hanya kemenangan yang membuat Persib Bandung bisa mempertahankan posisinya hingga akhir musim.
Sehingga, hasil manis di ujung kompetisi diharapkan jadi modal besar bagi Persib untuk menatap musim depan. Kemenangan di laga sisa juga diharapkan jadi pelipur lara bagi Bobotoh.
“Kita ingin menyelesaikan kompetisi ini dengan perasaan yang sangat senang dan kita bisa menatap musim depan,” jelasnya.
Ia sendiri tidak memandang Persita dengan sebelah mata. Sebaliknya, Persita dinilai punya kekuatan tangguh yang bisa merepotkan permainan Persib.
Oleh karena itu, Persib wajib waspada dan tampil ganas dalam laga nanti. Ia pun berharap permainan agresif Persib saat mengalahkan Persis Solo, terutama pada babak kedua, bisa terulang saat melawan Persita.
“Saya juga respek dengan Persita Tangerang, tentunya mereka akan memiliki motivasi yang kuat untuk melawan kita,” cetusnya.
“Tapi sekali lagi, kita ingin menyelesaikan pertandingan atau kompetisi ini dengan posisi yang sekarang. Jadi tentunya kita akan berusaha untuk meraih tiga poin,” tegas Luis Milla.
Senjata Andalan Persib Bandung untuk Hancurkan Persita
Persib sudah menyiapkan senjata untuk menjungkalkan Persita Tangerang. Bek Persib Rachmat Irianto mengatakan timnya sangat berhasrat memburu tiga poin saat melawan Persita.
Sebab raihan tiga poin akan membuat Persib tetap berada di posisi kedua dan bakal dipertahankan hingga akhir musim.
“KIta ingin finis di nomor dua dan pastinya teman-teman ingin berbuat sesuatu untuk Persib Bandung,” ujar Rian, sapaan akrabnya.
Menurutnya tiga poin atas Persita tak akan mudah diraih. Sebab Persita dinilai sebagai tim tangguh. Akan tetapi, senjata rahasia sudah disiapkan Persib.
“Jelas teman-teman harus bekerja keras untuk besok. Tidak ada yang mudah karena Persita memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk melawan kita,” jelasnya.
Selain kerja keras, permainan agresif akan jadi andalan Persib untuk menghancurkan Persita. Para pemain akan berusaha menampilkan permainan seperti saat mengalahkan Persis Solo kala bersua dengan Persita.
“Kita akan tetap kerja keras, akan melakukan hal yang sama seperti melawan Persis Solo, dengan agresivitas yang sama, semangat yang sama,” tegas Rian.
Hal senada dikemukakan pelatih Luis Milla. Secara khusus, ia ingin pemain Persib tampil seperti pada babak kedua ketika melawan Persis. Sebab permainan seperti itu diyakini akan berbuah hasil manis.
“Tim kita akan tetap fokus seperti untuk pertandingan, seperti yang dikatakan Rian bahwa kita akan bermain kontinyu, konsisten seperti yang kita lakukan sebelumnya, penuh dengan agresivitas, kompak, solid,” tutur Luis Milla.
Tekad Persib Bandung Meski Main Tanpa Dukungan Bobotoh
Persib harus melakoni duel kontra Persita Tangerang tanpa dukungan Bobotoh. Sebab, Bobotoh tidak diperbolehkan hadir dalam laga yang akan digelar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (9/4/2023) tersebut.
Hal itu jelas kerugian bagi Persib. Sebab Persib sedang butuh dukungan Bobotoh agar tampil trengginas di sisa laga Liga 1 2022/2023.
Akan tetapi, pelatih Persib Luis Milla mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Meski berharap Bobotoh bisa hadir, kenyataannya larangan hadir harus diterima.
“Itu sesuatu hal yang tidak bisa saya kontrol,” kata Luis Milla.
Menurutnya, larangan itu kemungkinan karena pertimbangan keamanan. Sehingga, pihak terkait hanya membolehkan suporter Persita saja yang boleh hadir langsung di stadion.
Namun hal itu bukan masalah. Persib tetap akan berjuang keras meski harus ‘sendirian’ di lapangan. Target meraup tiga poin pun tak akan diturunkan.
“Mungkin karena faktor keamanan sehingga ada hanya suporter Persita. Tapi kembali lagi, tim kita akan tetap fokus untuk pertandingan,” ungkap Luis Milla.
Bek Persib Rachmat Irianto juga mengutarakan hal serupa. Ia berharap Bobotoh tidak memaksakan diri ke stadion untuk mendukung Persib.
Sebaliknya, Bobotoh harus mematuhi keputusan yang ada. Selain itu, dukungan tetap bisa diberikan dari jauh melalui doa.
“Untuk Bobotoh, doakan saja kami di Tangerang besok agar mendapatkan hasil yang maksimal. Dukung dari rumah,” tandas Rian, sapaan akrabnya.
Luis Milla Pertahankan Gaya Main Persib Meski Gemar Kebobolan
Luis Milla akan tetap mempertahankan gaya permainan timnya kala melawan Persita Tangerang. Pria asal Spanyol itu menegaskan Persib bakal tetap bermain dengan gaya menyerang yang tajam. Meski diakuinya, gaya bermain itu beberapa kali menghadirkan kerugian bagi Persib.
Beberapa tim berhasil memanfaatkan celah saat Persib menyerang, baik melalui serangan balik maupun tendangan bola mati. Sehingga, beberapa kali gawang Persib kebobolan.
“Gaya kita adalah bermain menyerang dan kita akan tetap memainkan gaya bermain kita. Memang ada konsekuensi dari gaya bermain kita, tentunya akan selalu ada peluang kita kemasukan gol,” ujar Luis Milla.
Akan tetapi, berkaca dari gol-gol yang bersarang ke Persib, Luis Milla mengaku sudah mengevaluasinya. Perbaikan terus dilakukan agar Persib lebih minim kebobolan.
“Tentunya ini jadi perhatian kita untuk improvisasi ke depan dan selalu kita akan melakukan evaluasi baik itu dari video atau latihan,” tuturnya.
Luis Milla mengatakan, khusus kebobolan Persib dari bola mati, terjadi dalam beberapa laga terakhir. Ia pun membeberkan penyebabnya, mulai dari padatnya jadwal laga hingga kelelahan yang bikin konsentrasi pemain menurun.
“Tapi ini sesuatu hal yang harus kita improvisasi, kita harus evaluasi, dan harus kita tingkatkan supaya ini tidak terjadi lagi di pertandingan selanjutnya (melawan Persita),” tandasnya. (ars)