CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Faperta Unpad Sukses Dorong Produk Gapoktan Masuk Pasar Ekspor

Nissa Ratna
14 Juli 2023
Faperta Unpad Sukses Dorong Produk Gapoktan Masuk Pasar Ekspor
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran berhasil meningkatkan nilai tambah para petani di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat

Produk hortikultura yang dikelola Gapoktan Lembang Agri tersebut berhasil menembus pasar ekspor.

Tim peneliti yang diketuai Prof. Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M., tersebut telah melakukan pendampingan terhadap Gapoktan Lembang Agri sejak 2008.

Ide awal pendampingan tersebut adalah bagaimana agar produk pertanian tersebut bisa masuk pasar ekspor.

Ketua Program Studi Sarjana Agribisnis Faperta Unpad Dr. Eddy Renald, S.P., M.E., yang juga anggota tim peneliti menjelaskan, ada tiga kriteria utama produk komoditas lokal bisa masuk pasar ekspor.

Tiga kriteria tersebut meliputi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Kriteria terakhir kerap menjadi penyebab produk pertanian lokal sulit menembus pasar ekspor.

“Kita seringnya hari ini panen, lalu minggu depan tidak produksi lagi,” ujar Eddy.

Untuk itu, tim kemudian berfokus meningkatkan kontinuitas produk melalui implementasi riset tentang rantai pasok pangan.

Dengan beranggotakan 10 petani saat itu, tim membangun sistem produksi yang berkelanjutan guna memenuhi pasar ekspor.

Baca juga:   SBY Serahkan Lukisan Karya Pribadi untuk ITB di Adicitra Ganesha

Salah satu yang dilakukan adalah mengatur strategi agar lahan tetap produktif panen secara kontinu.

Diakui Eddy, para petani telah memiliki pengetahuan dan pengalaman mumpuni dalam menanam.

Salah satu yang menjadi kelemahan adalah ketidaksiapan dalam memenuhi permintaan pasar khusus.

Ini mendorong tim merasa perlu untuk melakukan pendampingan proses produksi berkelanjutan.

“Kalau petani konvensional, dia tanam di lahan satu hektar, seluruhnya ditanam. Sementara kita ekspor mesti per minggu. Karena itu, kita atur agar bagaimana lahan satu hektar itu bisa memenuhi kebutuhan ekspor mingguan. Dengan demikian, otomatis kualitas dan kuantitas kita jaga juga,” jelasnya.

Tak Lagi “Berjudi”

Tim peneliti Faperta Unpad juga tidak ingin petani “berjudi” dengan produk komoditasnya.

Artinya, petani menanam secara serentak tetapi tidak ada pasar yang mau membeli.

Hal ini berdampak pada fluktuasi harga dan ketidakpastian pasar untuk menerima produk pertanian.

Selama lebih dari 10 tahun, tim peneliti tidak hanya melakukan pendampingan produksi.

Baca juga:   UPI Kampus Peminat Terbanyak SNBP 2026 di Indonesia

Penguatan mitra juga diperlukan, salah satunya menjalin kerja sama dengan para eksportir dan mencari peluang pasar.

Pendampingan yang dilakukan tim peneliti Faperta Unpad berbuah manis.

Saat ini, produk komoditas Gapoktan Lembang Agri telah berhasil menembus pasar ekspor ke Singapura berkat kemitraan dengan eksportir.

Selain itu, produk tersebut juga telah masuk ke pasar restoran, ritel modern, dan pemasok ke sejumlah supermarket.

Setiap lahan, kata Eddy, telah memiliki kontrak penjualannya masing-masing.

Dengan demikian, Gapoktan Lembang Agri tidak lagi sebagai sentra produksi pertanian, tetapi meningkat menjadi basis produksi pertanian.

Jumlah anggota petani yang bergabung pun saat ini telah mencapai lebih dari 200 orang.

“Kalau basis itu sudah by contract. Beda dengan sentra di mana ada ketidakpastian harga dan penjualan. Dengan demikian, petani sudah tidak lagi ‘berjudi’,” seloroh Eddy.

Ubah Pola Pikir dan Perkuat Kemitraan

Eddy menegaskan, kunci untuk meningkatkan nilai tambah petani adalah mengubah pola pikir.

Bertani tidak lagi soal menanam dan memproduksi komoditas unggulan, tetapi bagaimana produk tersebut bisa diproduksi berlanjut hingga mampu menembus pasar lebih luas.

Baca juga:   Tanggul Sungai Cigede Jebol, Ratusan Rumah Terendam Banjir

Di sisi lain, kemitraan juga terus diperkuat.

Saat ini, Gapoktan Lembang Agri banyak menjalin kerja sama dengan gapoktan lainnya yang menjadi binaan Faperta Unpad.

Melalui fasilitasi Faperta Unpad, gapoktan tersebut juga menjalin banyak kemitraan dengan lembaga dan industri.

Salah satu industri yang potensial untuk dikolaborasikan adalah dengan Ajinomoto Indonesia.

Eddy mengatakan, kolaborasi ke depan bisa dilakukan dengan melakukan riset bersama hingga program CSR bersama.

Apalagi, Ajinomoto Indonesia dinilai memiliki visi yang sama dengan apa yang dilakukan Faperta Unpad, yaitu menciptakan pertanian berkelanjutan dan memanfaatkan limbah produk pertanian.

Perwakilan Ajinomoto Indonesia Grant Senjaya mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Karena itu, kerja sama dengan Faperta Unpad dan Gapoktan Lembang Agri menjadi upaya strategis.

“Kami harapkan ini bisa menjadi langkah awal dalam melakukan kegiatan bersama sehingga akan diperoleh banyak manfaat yang bisa dirasakan bersama,” kata Grant. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Inovasi UnpadProduk Gapokanunpad


Related Posts

unpad
HEADLINE

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
kasus dosen unpad
HEADLINE

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

16 April 2026
unpad
HEADLINE

Unpad Sesuaikan Pola Kerja, WFH Jumat Mulai April 2026

8 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.