CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 6 Maret 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Faperta Unpad Sukses Dorong Produk Gapoktan Masuk Pasar Ekspor

Nissa Ratna
14 Juli 2023
Faperta Unpad Sukses Dorong Produk Gapoktan Masuk Pasar Ekspor
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran berhasil meningkatkan nilai tambah para petani di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat

Produk hortikultura yang dikelola Gapoktan Lembang Agri tersebut berhasil menembus pasar ekspor.

Tim peneliti yang diketuai Prof. Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M., tersebut telah melakukan pendampingan terhadap Gapoktan Lembang Agri sejak 2008.

Ide awal pendampingan tersebut adalah bagaimana agar produk pertanian tersebut bisa masuk pasar ekspor.

Ketua Program Studi Sarjana Agribisnis Faperta Unpad Dr. Eddy Renald, S.P., M.E., yang juga anggota tim peneliti menjelaskan, ada tiga kriteria utama produk komoditas lokal bisa masuk pasar ekspor.

Tiga kriteria tersebut meliputi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Kriteria terakhir kerap menjadi penyebab produk pertanian lokal sulit menembus pasar ekspor.

“Kita seringnya hari ini panen, lalu minggu depan tidak produksi lagi,” ujar Eddy.

Untuk itu, tim kemudian berfokus meningkatkan kontinuitas produk melalui implementasi riset tentang rantai pasok pangan.

Dengan beranggotakan 10 petani saat itu, tim membangun sistem produksi yang berkelanjutan guna memenuhi pasar ekspor.

Baca juga:   Mahasiswa Faperta Unpad Juara I Soil Judging Contest di IPB

Salah satu yang dilakukan adalah mengatur strategi agar lahan tetap produktif panen secara kontinu.

Diakui Eddy, para petani telah memiliki pengetahuan dan pengalaman mumpuni dalam menanam.

Salah satu yang menjadi kelemahan adalah ketidaksiapan dalam memenuhi permintaan pasar khusus.

Ini mendorong tim merasa perlu untuk melakukan pendampingan proses produksi berkelanjutan.

“Kalau petani konvensional, dia tanam di lahan satu hektar, seluruhnya ditanam. Sementara kita ekspor mesti per minggu. Karena itu, kita atur agar bagaimana lahan satu hektar itu bisa memenuhi kebutuhan ekspor mingguan. Dengan demikian, otomatis kualitas dan kuantitas kita jaga juga,” jelasnya.

Tak Lagi “Berjudi”

Tim peneliti Faperta Unpad juga tidak ingin petani “berjudi” dengan produk komoditasnya.

Artinya, petani menanam secara serentak tetapi tidak ada pasar yang mau membeli.

Hal ini berdampak pada fluktuasi harga dan ketidakpastian pasar untuk menerima produk pertanian.

Selama lebih dari 10 tahun, tim peneliti tidak hanya melakukan pendampingan produksi.

Baca juga:   Operasi Lilin Lodaya 2023 Pengamanan Nataru 2024 Dimulai Besok

Penguatan mitra juga diperlukan, salah satunya menjalin kerja sama dengan para eksportir dan mencari peluang pasar.

Pendampingan yang dilakukan tim peneliti Faperta Unpad berbuah manis.

Saat ini, produk komoditas Gapoktan Lembang Agri telah berhasil menembus pasar ekspor ke Singapura berkat kemitraan dengan eksportir.

Selain itu, produk tersebut juga telah masuk ke pasar restoran, ritel modern, dan pemasok ke sejumlah supermarket.

Setiap lahan, kata Eddy, telah memiliki kontrak penjualannya masing-masing.

Dengan demikian, Gapoktan Lembang Agri tidak lagi sebagai sentra produksi pertanian, tetapi meningkat menjadi basis produksi pertanian.

Jumlah anggota petani yang bergabung pun saat ini telah mencapai lebih dari 200 orang.

“Kalau basis itu sudah by contract. Beda dengan sentra di mana ada ketidakpastian harga dan penjualan. Dengan demikian, petani sudah tidak lagi ‘berjudi’,” seloroh Eddy.

Ubah Pola Pikir dan Perkuat Kemitraan

Eddy menegaskan, kunci untuk meningkatkan nilai tambah petani adalah mengubah pola pikir.

Bertani tidak lagi soal menanam dan memproduksi komoditas unggulan, tetapi bagaimana produk tersebut bisa diproduksi berlanjut hingga mampu menembus pasar lebih luas.

Baca juga:   KBM SDN 106 Ajitunggal Sementara Dipindahan

Di sisi lain, kemitraan juga terus diperkuat.

Saat ini, Gapoktan Lembang Agri banyak menjalin kerja sama dengan gapoktan lainnya yang menjadi binaan Faperta Unpad.

Melalui fasilitasi Faperta Unpad, gapoktan tersebut juga menjalin banyak kemitraan dengan lembaga dan industri.

Salah satu industri yang potensial untuk dikolaborasikan adalah dengan Ajinomoto Indonesia.

Eddy mengatakan, kolaborasi ke depan bisa dilakukan dengan melakukan riset bersama hingga program CSR bersama.

Apalagi, Ajinomoto Indonesia dinilai memiliki visi yang sama dengan apa yang dilakukan Faperta Unpad, yaitu menciptakan pertanian berkelanjutan dan memanfaatkan limbah produk pertanian.

Perwakilan Ajinomoto Indonesia Grant Senjaya mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Karena itu, kerja sama dengan Faperta Unpad dan Gapoktan Lembang Agri menjadi upaya strategis.

“Kami harapkan ini bisa menjadi langkah awal dalam melakukan kegiatan bersama sehingga akan diperoleh banyak manfaat yang bisa dirasakan bersama,” kata Grant. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Inovasi UnpadProduk Gapokanunpad


Related Posts

unpad
HEADLINE

Unpad Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Pemkab Bandung

3 Maret 2026
FKG Unpad
HEADLINE

Tim FKG Unpad Turut Bantu Identifikasi Korban Longsor Cisarua

27 Februari 2026
unpad
HEADLINE

Unpad dan Tiga Kampus Luncurkan Kolaborasi Prodi Spesialis dan Subspesialis

19 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kisah Tragis Apun Gencay dalam Sejarah Cianjur
PASJABAR

Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kisah Tragis Apun Gencay dalam Sejarah Cianjur

5 Maret 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Komunitas Temu Sejarah Indonesia menggelar Diskusi Buku ke-104 bertajuk Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kesaksian Nyai...

Ketua Umum FPTI Yenny Wahid. (ANTARA FOTO/WAHY PUTRO A)

Ketum FPTI Janji Usut Tuntas Dugaan Pemotongan Bonus Atlet oleh Terduga Pelaku Pelecehan

5 Maret 2026
Ketua Umum FPTI Yenny Wahid, dan Menpora Erick Thohir. (Dok. Kemenpora)

FPTI Pecat Pelatih Terduga Pelaku Pelecehan, Yenny Wahid Fasilitasi Atlet Lapor Polisi

5 Maret 2026
Manchester City. Foto: Pixabay/Jorono.

Manchester City Ditahan Imbang Forest, Harapan Pangkas Jarak dengan Arsenal di Puncak Klasemen Kandas

5 Maret 2026
Perbaikan Jalan Bekasi

DPRD Kota Bekasi Ingin Percepatan Perbaikan Jalan Rusak Sebelum Arus Mudik 2026 Dimulai

5 Maret 2026

Highlights

Manchester City Ditahan Imbang Forest, Harapan Pangkas Jarak dengan Arsenal di Puncak Klasemen Kandas

DPRD Kota Bekasi Ingin Percepatan Perbaikan Jalan Rusak Sebelum Arus Mudik 2026 Dimulai

Infrastruktur Kota Bekasi Masih Kurang Memadai, DPRD Kota Bekasi Beri Sorotan

Rekor Michael Carrick Terhenti! Manchester United Tumbang di Kandang Newcastle, Arsenal Rebut Takhta Tim Terbaik 2026

Baznas Sediakan Servis dan Ganti Oli Gratis untuk 5.000 Motor Pemudik

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Bocah SD di Cipatat Bandung Barat

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.