CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Orasi Ilmiah Prof Thomas Bustomi Bahas Dinamika Administrasi Publik Baru

Nurrani Rusmana
23 September 2023
Orasi Ilmiah Prof Thomas Bustomi Bahas Dinamika Administrasi Publik Baru

Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si. (Foto: ran/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si telah dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Publik Universitas Pasundan (Unpas) pada Sabtu (23/9/2023). Prof Thomas menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Dinamika Administrasi Publik Baru: Manajemen Publik Seiring Pergeseran Citizen ton Netizen”.

Prof Thomas dalam orasi ilmiah ini mengatakan Pemerintah di mana pun membutuhkan bantuan yang dapat mereka peroleh dalam menjalankan fungsi-fungsi penting mereka. Serta menangani secara efektif isu-isu interdisipliner yang dihadapi semua masyarakat modern dan pemerintah mereka.

Ia menerangkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjanjikan untuk memenuhi tuntutan administrasi publik yang terus meningkat, meningkatkan kecukupan dan efisiensi yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk menilai dan mengatasi risiko dan peluang dari masyarakat informasi tingkat tinggi. Namun sebagian besar pemerintah belum terorganisir untuk memanfaatkannya. sepenuhnya beragam informasi dan bakat yang tersedia. (Galasso, G., 2016., Janssen, M., 2017).

“Dalam kondisi saat ini, sumber dan pemilik informasi dalam masyarakat terlalu banyak dan efektif ke dalam struktur pengambilan keputusan resmi pemerintah. Implikasinya tampak jelas, struktur pemerintahan tidak lagi memadai, tanpa bantuan, untuk menerima, mengevaluasi, dan memanfaatkan semakin besarnya cakupan dan kompleksitas informasi yang penting bagi masa depan,” katanya.

Kita kemudian dihadapkan pada pertanyaan tentang kemungkinan perlunya inovasi yang dirancang untuk meningkatkan kemungkinan bahwa informasi yang diuji validitasnya akan mempengaruhi pemahaman, prioritas, dan tindakan publik di dalam pemerintahan dan di sektor non-pemerintah. (Foulonneau, M., 2015).

Baca juga:   Unpas Gaungkan Bela Negara dan Kontribusi Jaga Alam Lewat Program Citarum Harum

Perubahan Jarang Terjadi Tanpa Kontroversi

Prof Thomas mengungkapkan ada alasan untuk berhati-hati dalam inovasi kelembagaan. Namun, sering kali cenderung berfokus pada risiko perubahan dan mengabaikan perlunya tindakan. Perubahan kelembagaan akan berdampak tidak merata terhadap beragam kepentingan dan harapan.

Menurutnya perubahan jarang terjadi tanpa kontroversi, namun intensitas pertemuan ilmiah, komunikasi, dan konten informasi serta teknologi saat ini mempunyai implikasi yang sulit dihindari oleh pemerintah. Administrasi publik harus menanggapi spektrum kebutuhan kelembagaan yang lebih luas dalam masyarakat dengan tingkat informasi yang tinggi.

“Telah kita akui, spesialisasi dan kompartementalisasi menjadi ciri struktur pemerintahan dan pendidikan tinggi. Di universitas, disiplin berlaku tanpa kompromi dan interdisiplner mendapat perlakuan yang skeptisisme. Namun, pada abad kedua puluh, kebutuhan akan studi interdisipliner dan multidisiplin mulai disadari, secara komprehensif berpengaruh terhadap struktur administrasi dalam pemerintahan, Tentu saja, spesialisasi masih diperlukan untuk jalannya pelayanan public,” ujarnya.

Interdisipliner berasal dari keterkaitan berbagai disiplin ilmu menuju pendekatan integratif terhadap pengetahuan dan tindakan yang mencerminkan “dunia nyata”. Tujuannya adalah untuk melihat hal-hal terkait secara holistic, untuk melihat dunia sebagaimana adanya dalam segala dinamika dan kompleksitasnya. Namun untuk menangani keseluruhannya, kita perlu memecahnya menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola.

Baca juga:   Unpas Ajak Mahasiswa Ikuti Seleksi Djarum Beasiswa Plus 2025-2026

Tugas administrasi interdisipliner adalah menangani bagian-bagian yang dapat dikelola dalam suatu organisasi dalam konteks secara keseluruhan. Mengingat besarnya, kompleksitas, dan perbedaan prioritas pencapaian tujuan, hal ini merupakan tugas berat yang dihadapi pemerintahan saat ini.

“Sejauh ini, administrasi publik berupaya mentransformasi model perusahaan korporat dan menerapkannya dalam model kewirausahaan. Dampaknya, pendefinisian administrasi publik bagaikan perusahaan yang digerakkan oleh pasar yang menyediakan barang dan jasa publik kepada masyarakat luas sebagai pelanggan,” tuturnya.

Menurut Prof Thomas, hal ini merupakan model yang hanya cocok untuk “masyarakat konsumen” di negara yang disebut sebagai negara maju saat ini, dan tidak dapat diukur dalam jangka panjang.

Informasi yang Bisa Diverifikasi Dapat Tingkatkan Substansi

Masyarakat yang memiliki informasi tingkat tinggi, memiliki ciri adanya kepentingan, nilai, asumsi, dan tujuan akan terus berbeda. Nilai-nilai, asumsi-asumsi, dan tujuan-tujuan ini hampir pasti akan menimbulkan konflik. Meskipun tidak semua konflik dapat didamaikan, akses terhadap informasi yang dapat diverifikasi dapat meningkatkan substansi dialog dari opini subjektif menjadi kesepakatan objektif atas dasar faktual dari suatu isu public yang diperdebatkan.

Jika umat manusia dan lembaga-lembaganya bisa bertahan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di abad ke-21, kesenjangan antara realitas virtual dan realitas yang dapat diverifikasi perlu dipersempit. Sehingga realitas maya tidak disalahartikan. (Mergel, I. 2015, 2016).

Baca juga:   Ragam Larangan Iduladha, Menag: Warga Wajib Taat

Hal ini memerlukan penanganan terhadap situasi baru dengan konsep dan institusi pemerintahan yang tepat untuk mengevaluasi dan memanfaatkan ruang lingkup dan arus informasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam masyarakat yang memanfaatkan teknologi.

“Saya melihat model kewirausahaan yang memfasilitasi kebutuhan ini menjadi tugas ilmuwan Adminstrasi Publik untuk menghubungkan informasi, isu-isu sosial-ekonomi, politik, kebijakan publik, dan manajemen public merupakan tantangan yang belum terselesaikan,” imbuhnya.

Prof Thomas menyampaikan pemerintah dan para administratornya biasanya fokus pada situasi mendesak dari permasalahan yang mendesak. Namun kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan penerimaan masyarakat terhadap prakiraan berbasis ilmu pengetahuan, betapapun lambatnya, dapat memperbesar penetrasi peran administrasi publik.

“Kita hampir tidak berada di titik akhir dalam perluasan pengetahuan dan informasi. Terlihat, terdapat kesadaran yang berkembang. Meskipun terbatas bahwa kita juga menghadapi tantangan berat menuju masa depan yang diselimuti ketidakpastian. Sehingga lebih realistis untuk melihat administrasi publik yang baru sebagai sebuah proses yang terus berkembang menjadi “terbarukan” karena disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masa depan,” pungkasnya. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: Guru BesarProf Thomas Bustomi guru besar unpasunpas


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.