CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home CAHAYA PASUNDAN

Pandangan Islam Terhadap Masyarakat dan Kebudayaan

Hanna Hanifah
6 September 2024
kebudayaan islam

Islam merupakan ajaran yang diturunkan untuk manusia agar bersosialisasi kemudian melahirkan suatu kebudayaan yang tidak bertentangan dengan manusia. (foto: MUI)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan)

Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (foto: pasjabar)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Islam merupakan ajaran yang diturunkan untuk manusia agar bersosialisasi kemudian melahirkan suatu kebudayaan.

Sebagai ajaran yang datang dari Allah, Islam tidak bertentangan dengan manusia karena Allah merupakan sumber ajaran dan Pencipta Manusia.

Islam memandang masyarakat sebagai komunitas sosial dan wahana aktualisasi amal saleh. Banyak ayat Al-Quran yang membahas peranan manusia di tengah manusia lain menempatkan Islam sebagai agama yang paling manusiawi dibandingkan agama lainnya.

Pandangan Barat menempatkan manusia sebagai subjek bebas dari nilai-nilai yang bersumber dari masyarakat itu sendiri.

Oleh karena itu, nilai-nilai yang berkembang dari waktu ke waktu bergantung pada kesepakatan yang ada dalam masyarakat.

Adapun Islam menempatkan manusia sebagai subjek yang tunduk pada nilai-nilai Ilahiyah, bukan nilai-nilai yang hanya berkembang di tengah masyarakat.

Baca juga:   Hubungan Agama, Kebudayaan, dan Masyarakat

Masyarakat dipandang sebagai wahana pengaktualisasian nilai-nilai Ilahiyah sehingga membentuk kultur agama.

Sebaliknya, kultur yang telah berkembang di tengah masyarakat dibina dan dikembangkan serta diwarnai oleh nilai-nilai Ilahiyah.

Islam memiliki konsep masyarakat yang menjadi harapannya dan hendak diwujudkan dalam kehidupan umatnya.

Konsep masyarakat ideal tersebut dikenal dengan istilah masyarakat marhamah, yaitu masyarakat yang memiliki hubungan erat antara anggota masyarakatnya berdasarkan rasa kasih sayang.

Adapun kebudayaan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, serta kebiasaan-kebiasaan yang dibuat manusia sebagai anggota masyarakat, dipandang sebagai realita yang menjadi sasaran ajaran Islam.

Peran agama Islam dalam kebudayaan ini adalah memberikan nilai-nilai etis yang menjadi ukuran nilai.

Kebudayaan itu sendiri, dalam kerangka Islam, diartikan sebagai proses pengembangan potensi kemanusiaan, yaitu mengembangkan fitrah, hati nurani, dan daya untuk melahirkan kekuatan dan perekayasaan.

Oleh karena itu, apabila dari segi prosesnya, kebudayaan dalam Islam adalah pendayagunaan segenap potensi kemanusiaan agar manusia mempertahankan dan mengembangkan akal budi yang manusiawi.

Adapun dari segi produknya, kebudayaan adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh rekayasa manusia terhadap potensi fitrah dan potensi alam dalam rangka meningkatkan hasil kerja yang menggambarkan kualitas kemanusiaannya.

Baca juga:   Pengertian Mengenai Tasawuf

Kebudayaan dalam tahap apa pun tidaklah bebas nilai. Dalam tahap proses, ia terikat oleh nilai-nilai, baik estetika, logika maupun etika.

Adapun dalam tahap produk, ia merupakan penjelmaan nilai-nilai itu sendiri. Penjelmaan nilai estetika berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan, sedangkan penjelmaan nilai etika berkembang dalam adat istiadat dan etika pergaulan.

Potensi manusia yang lengkap memerlukan pengelolaan yang sungguh-sungguh dengan mengembangkan

proses perenungan dan penghayatan yang melahirkan kesadaran akan eksistensi dirinya sebagai makhluk yang

mulia dan eksistensi Allah sebagai Tuhan Dzat yang Mahakuasa. Pengingkaran, pengabdian, dan penyalahgunaan

potensi kemanusiaan menjatuhkan martabat manusia ke lembah kehinaan. Firman Allah SWT:

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 179)

Baca juga:   Petunjuk Dasar Islam tentang Negara: Kaidah-kaidah Demokrasi

Dalam konsep Islam, kebudayaan dikaitkan dengan misi Nabi, yaitu menyempurnakan akhlak manusia. Sabdanya:

“Sesungguhnya, aku diutus (oleh Allah), untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.” (H.R. Imam Ahmad dan Imam Baihaqi)

Orang yang berakhlak mulia adalah orang yang mampu mendayagunakan potensi yang dimilikinya sehingga mampu melahirkan kebudayaan. Berkebudayaan dalam konteks Islam adalah berakhlak mulia (al-akhlak al-karimah).

Menyempurnakan akhlak pada dasarnya adalah mengembangkan nilai-nilai moral yang menjadi ciri utama manusia. Dengan kata lain, misi tersebut ditujukan dalam rangka membudayakan manusia, yaitu mengarahkan manusia uuntuk menggunakan potensi yanng dibawanya sejak lahir kemudian dikelola dan diarahkan pada kondisi manusiawi atau kondisi berkebudayaan.

Adapun kebudayaan sebagai produk masyarakat dalam konsep Islam tidak terlepas dari nilai moral yang menjadi misi tersebut. Setiap produk masyarakat tidak lepas dari persoalan nilai moral yang merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Ilahiyah yang terkandung dalam Al-Quran.

Meningkatnya moralitas manusia secara umum terangkum dalam misi diutusnya Nabi Muhammad SAW ke muka bumi:

“Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (Q.S. Al- Anbiya [21]: 107)

Menjadi rahmat bagi seluruh alam mengandung makna mengembangkan dan membudayakan nilai-nilai sehingga seluruh aktivitas masyarakat memiliki makna yang bukan hanya bermuatan kepentingan individu, tetapi juga kepentingan masyarakat dan umat manusia secara keseluruhan.

Baca juga:   Pemerintah Libatkan Masyarakat untuk Perkuat Ekosistem Kebudayaan

Kebudayaan dalam ajaran Islam tidak terlepas dari hakikat tujuan penciptaan manusia karena kebudayaan merupakan proses eksistensi manusia yang melibatkan seluruh potensi kemanusiaan yang diberikan Allah. Tujuan penciptaan manusia adalah untuk patuh dan taat kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. Al-Dzariyat [51]: 56)

Ibadah dilakukan untuk menghormati perintah atau pimpinan Allah dan berbelas kasih terhadap sesama ciptaan Allah. Ibadah bukanlah untuk kepentingan Allah, tetapi untuk kepentingan manusia sendiri. Dengan rahmat-Nya, Allah memberitahukan rahasia hidup bahwa jalan lurus yang dapat membawa kebahagiaan abadi adalah jalan hidup yang tunduk dan patuh kepada-Nya. Dengan demikian, ibadah merupakan perwujudan dari kepatuhan manusia kepada Allah dalam segala perbuatan kreatifnya, sehingga ciptaan manusia memiliki makna sosial dan moral. Dengan kata sehingga ciptaan manusia atau kebudayaan merupakan penjelmaan dari iman. (han)

# Prof Ali Anwar kebudayaan islam

# Prof Ali Anwar kebudayaan islam

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: islamKebudayaankebudayaan islam


Related Posts

pemikiran islam
CAHAYA PASUNDAN

Bidang Pemikiran dalam Islam

17 April 2026
perkembangan islam
CAHAYA PASUNDAN

Sejarah Perkembangan Pemikiran Islam

10 April 2026
islam
CAHAYA PASUNDAN

Sejarah Pemikiran Islam

3 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters
HEADLINE

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026

LONDON, WWW.PASJABAR.COM – Pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026 akan menyuguhkan duel klasik penuh gengsi antara Chelsea vs...

Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026
FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026
Hasil Sassuolo vs Como 1907. (Foto: Getty Images/Luca Amedeo Bizzarri)

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

18 April 2026
Hasil Inter vs Cagliari. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

18 April 2026

Highlights

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.