CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 2 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian I Sosial Budaya “Media Silaturahmi”

Hanna Hanifah
27 Juli 2024
pasundan

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (Foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Oleh: Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sulit bagi suatu perusahaan media untuk mampu mencapai eksistensi yang melekat kuat dan bahkan menjadi bagian integral dari entitas kultural. Barangkali, Harian Umum Pikiran Rakyat adalah salah satu —untuk tidak menyatakan satu-satunya— dari segelintir media yang kemudian terkait erat kehadirannya dengan ”keberadaan” identitas budaya wilayah geografis yang merepresentasikan etnis tertentu.

Dalam usia mencapai 50 tahun pada 24 Maret 2016, Pikiran Rakyat atau cukup disebut “PR” saja, telah, masih, dan akan terus menjadi bagian dari identitas masyarakat Provinsi Jawa Barat. Ibarat memakan nasi bagi masyarakat kita, walaupun sudah memakan apa pun kalau belum terisi nasi ya bukan makan namanya. Pun begitu tatkala kita membaca koran ”PR” dan menjadi kebiasaan yang melekat setiap hari selama tahunan, belasan, hingga puluhan tahun, membuat kita merasa belum membaca koran walaupun sudah menghabiskan waktu membaca koran lain.

Sampai saat ini, kami sekeluarga mengutamakan Harian ”PR” sebagai sumber bacaan. Memang, anak-anak saya yang muda kelihatannya sudah jarang menyentuh koran. Akan tetapi, dalam benak mereka tetap melekat brand kuat bahwa surat kabar keluarga mereka adalah Pikiran Rakyat. Ini karena mereka yang berusia 40 tahun ke atas pastilah memiliki keterikatan kuat dengan surat kabar ini yang meneruskan “tradisi” membaca ”PR” dari orangtua sebelumnya.

Baca juga:   Menunggu Gebrakan KDM Majukan Desa tanpa di Korupsi

Bagi saya, tanpa harus meninggalkan jati diri dan nilai-nilai kultural yang sudah sedemikian melekat, “PR” tetap bisa mengupayakan diri agar dapat diterima oleh pasar anak muda. Kuncinya adalah mau mengikuti tren teknologi dan menyinergikannya dengan budaya korporasi yang sudah lama terbentuk. Nilai-nilai kearifan lokal yang terus-menerus direvitalisasi agar cara penyampaiannya menyesuaiakan dengan kondisi zaman.

Ikatan kuat antara ”PR” dan saya dimulai sejak 1980-an ketika saya mulai berinisiatif menulis artikel di surat kabar yang pada tahun-tahun tersebut begitu digdaya di Provinsi Jawa Barat. Awal mengirim artikel ke ”PR” tidak langsung bisa dimuat, beberapa ada yang dikirimkan kembali dengan catatan di sana-sini. Tak membuat saya berhenti dan kurang semangat. Saya mencoba mengirimkan dulu ke surat kabar yang juga sempat ”dibina” oleh “PR” yakni Mandala dan ternyata dimuat. Hal ini membuat saya semakin tertantang.

Masuk tahun 1990-an seiring dengan kompetensi akademik yang juga meningkat saya pun mencoba menulis artikel di Pikiran Rakyat. Alhamdulillah, gayung bersambut, sejak pertama kali dimuat ke sananya terasa jauh lebih mudah. Tulisan atau artikel saya kemudian sering “nampang” di Pikiran Rakyat. Saya akui, peran besar mendiang Setia Permana (salah seorang dosen Unpas, Ketua KPU, dan anggota DPR) juga berkontribusi pada keterikatan saya dengan ”PR”. Lewat beliaulah saya tertantang menulis dan kemudian berkenalan dengan girang rumpaka (redaksi) Harian Pikiran Rakyat.

Bagi saya bukan perkara dapat honorarium dari menulis di Pikiran Rakyat tetapi justru salah satunya berkat tulisan saya di koran terbesar di Jawa Barat ini saya pun jadi ikut beken. Yang paling membanggakan dan membahagiakan adalah saya mampu dengan efektif menyosialisasikan ide dan pemikiran saya bagi warga Jawa Barat dari berbagai tulisan yang saya buat. Saya pun jadi banyak ”bersilaturahmi” dengan banyak tokoh karena artikel-artikel saya itu. Salah satunya, misalnya, dengan mantan Bupati Kuningan Bapak Aang Hamid Suganda. Ketika pertama kali bertemu beliau mengatakan, ”Biasa sok tepang di ‘PR’.” Maknanya adalah beliau terbiasa “bertemu” saya karena sering membaca tulisan saya di “PR”.

Baca juga:   Ancaman Alexander Isak Gegerkan Newcastle United

Memang, banyak media massa bahkan dengan jenisnya masingmasing. Selain media cetak ada juga media elektronik seperti televisi. Akan tetapi, salah satu keunggulan media cetak adalah halaman yang terdokumentasikan lebih lama. Walaupun mungkin saya juga pernah tampil dalam pemberitaan di televisi tapi karena karakternya yang sekilas orang akan lama mengenali. Berbeda dengan tulisan di koran, jauh setelah waktu terbitnya kita masih dapat membaca dan menyimak isinya yang telah terdokumentasikan.

Baca juga:   Guru BK Harus Dampingi Siswa Ketika Pilih Perguruan Tinggi

Bagaimanapun, “PR” memang tidak akan akan dapat dipisahkan dari denyut nadi dan batin masyarakat Jawa Barat. Teknologi informasi betul akan semakin berkembang dan kita memang harus dapat mengadopsinya, termasuk ketika kita masuk ke era serba digital saat ini. Namun, tetap saja, tanpa ikatan batin antara media dan pembacanya, tidak akan tercipta sinergi yang harmonis dan merentang dari zaman ke zaman.

Kalaupun saya diizinkan memberi sumbangsih secuil saran, Pikiran Rakyat diharapkan meningkatkan kepedulian dalam kaitannya dengan pemberitaan ataupun tulisan opini yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat Sunda. Bukan dalam arti menghidupkan primordialisme, tetapi justru keniscayaan bagi surat kabar yang besar dan berkembang di wilayah geografis dengan dukungan mayoritas masyarakatnya. Ke depan semoga ””PR” semakin berkiprah dan memberikan kontribusi nyata bagi pencerahan berpikir masyarakat serta kian menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: paguyuban pasundanpasundansekilas pasundan


Related Posts

Someah Hade ka Semah. (generate by DreaminaAI)
HEADLINE

Bukan Sekadar Senyum! Inilah Rahasia Filosofi Soméah Hadé ka Sémah yang Membuat Siapa Pun Merasa Jatuh Cinta Saat Menginjakkan Kaki di Pasundan!

29 Januari 2026
baznas jawa barat
HEADLINE

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

8 Januari 2026
Pelantikan YPT dan YPDM Pasundan
HEADLINE

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Lantik Pengurus YPDM dan YPT Pasundan Periode 2025–2030

6 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Mohammad Zaki Ubaidillah. (Foto: Dok. PP PBSI)
HEADLINE

Zaki Juara Thailand Masters 2026: Mohammad Zaki Ubaidillah Taklukkan Wakil Tuan Rumah Melalui Duel Sengit Rubber Game di Stadion Nimibutr

2 Februari 2026

BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM -- Babak final tunggal putra turnamen Thailand Masters 2026 mempertemukan pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah...

Pertamina Enduro menang 3-0 atas Bandung BJB Tandamata / @mojisports_

Jakarta Pertamina Enduro Balas Dendam: Megatron dan Kawan-Kawan Libas Bandung BJB Tandamata Skor 3-0

2 Februari 2026
Napoli kalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Liga Italia. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)

Napoli Amankan Tiga Poin di Maradona Stadium: Partenopei Tumbangkan Fiorentina Skor 2-1 dan Terus Tempel Ketat Posisi Papan Atas Klasemen

1 Februari 2026
Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

1 Februari 2026
Borneo FC menang dramatis 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 1 Februari 2026. Gol Koldo Obieta bawa Borneo FC pepet Persib di puncak klasemen. (instagram/@borneofc.id)

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

1 Februari 2026

Highlights

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

Comeback Fantastis Di Stamford Bridge: Chelsea Taklukkan West Ham United 3-2 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Pada Babak Pertama

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

Barcelona Bungkam Elche 3-1: Lamine Yamal Tampil Sempurna Saat Blaugrana Curi Poin Penuh Di Estadio Martinez Valero

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.