WWW.PASJABAR.COM – OpenAI secara resmi mengumumkan penghentian operasional aplikasi Sora, layanan pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI) generatif yang sebelumnya sempat menarik perhatian global.
Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan resmi tim Sora di platform X pada Selasa (24/3/2026) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, tim Sora menyampaikan apresiasi kepada para pengguna yang telah berkontribusi dalam pengembangan komunitas kreator.
“Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua orang yang berkarya bersama Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih,” tulis tim tersebut.
Mereka juga menambahkan akan segera memberikan informasi lanjutan terkait jadwal penghentian layanan serta cara pengguna menyimpan karya mereka.
Namun, hingga saat ini, OpenAI belum mengungkapkan alasan resmi di balik keputusan penghentian aplikasi yang baru dirilis pada 2025 tersebut.
Kerja Sama dengan Disney Berakhir
Pengumuman ini muncul tak lama setelah berakhirnya kerja sama antara OpenAI dan Disney.
Sebelumnya, kedua pihak sempat menjalin kesepakatan lisensi selama tiga tahun yang memungkinkan Sora menghasilkan video menggunakan lebih dari 200 karakter populer dari waralaba Disney, termasuk Marvel, Pixar, dan Star Wars.
Rencana tersebut bahkan mencakup integrasi konten video berbasis AI ke platform Disney+, namun akhirnya tidak terealisasi. Perwakilan Disney menyatakan bahwa pihaknya menghargai langkah OpenAI untuk menghentikan pengembangan video AI tersebut dan mengalihkan fokus ke prioritas lain.
“Kami menghargai kolaborasi konstruktif antara tim kami dan apa yang kami pelajari darinya,” demikian pernyataan pihak Disney.
Sora sendiri sempat menuai kontroversi sejak diperkenalkan pada 2024, terutama terkait isu hak cipta dan penggunaan konten kreator tanpa izin eksplisit.
Sejumlah pelaku industri, termasuk organisasi seperti Content Overseas Distribution Association, bahkan sempat meminta OpenAI menghentikan penggunaan materi berhak cipta untuk melatih model AI mereka.
Dengan ditutupnya Sora, OpenAI juga memastikan bahwa fitur pembuatan video berbasis teks tidak lagi tersedia, termasuk melalui layanan seperti ChatGPT. Langkah ini menandai perubahan arah strategi OpenAI di tengah dinamika industri AI yang terus berkembang. (han)












