MADRID, WWW.PASJABAR.COM – Di tengah gemerlap bintang Real Madrid saat melumat Manchester City 3-0, muncul satu nama yang mencuri perhatian dunia: Thiago Pitarch. Pemain yang baru berusia 18 tahun ini tampil fenomenal di lini tengah, bahkan membuat legenda Prancis, Thierry Henry, memberikan pujian setinggi langit.
Pujian dari Thierry Henry
Henry, yang kini menjadi pakar di CBS Sports, sampai harus berhenti sejenak untuk mengapresiasi talenta muda ini.
“Bagaimana permainan anak itu?! Dia berlari untuk semua orang,” cetus Henry dengan antusias.
Henry bahkan bercanda bahwa jersey yang dipakai Pitarch mungkin memiliki “sihir” yang bisa menumbuhkan rambutnya kembali karena melihat energi luar biasa sang pemain.
Memecahkan Rekor 30 Tahun Milik Raul
Penampilan Pitarch di laga leg pertama perempat final Liga Champions (Rabu, 11/3/2026) bukan sekadar debut biasa.
Dengan usia 18 tahun dan 220 hari, Pitarch resmi menjadi pemain Spanyol termuda yang pernah masuk dalam starting line-up Real Madrid di pertandingan sistem gugur Liga Champions.
Ia berhasil melampaui rekor legenda klub, Raul Gonzalez, yang telah bertahan selama 30 tahun sejak Maret 1996.
Saat ini, hanya Vinicius Junior yang tercatat lebih muda darinya saat memulai debut starter di fase gugur UCL untuk Madrid.
Murid Kesayangan Alvaro Arbeloa
Kepercayaan besar yang diberikan pelatih Alvaro Arbeloa tidak datang begitu saja. Arbeloa sudah memantau Pitarch sejak di tim U-19 dan menjulukinya “si binatang buas” karena kedewasaan dan ketenangannya di lapangan.
Meskipun sempat melakukan kesalahan kecil yang hampir berujung gol bagi City, Pitarch secara keseluruhan tampil dominan.
Ia berani berduel dengan bintang dunia seperti Rodri dan Bernardo Silva seolah-olah sudah bermain di level ini selama bertahun-tahun.
“Cara dia mempertahankan bola di bawah tekanan dan selalu mencari solusi terbaik adalah kualitas luar biasa,” puji Arbeloa yang memastikan bahwa Pitarch adalah masa kini dan masa depan bagi Los Blancos.
Perjalanan Karier Thiago Pitarch yang Unik
Menariknya, Pitarch memiliki latar belakang yang mirip dengan Raul: ia pernah menimba ilmu di rival sekota, Atletico Madrid, saat masih muda.
Setelah sempat membela Getafe dan Leganes, ia akhirnya bergabung dengan akademi Real Madrid pada 2023.
Dengan absennya pilar seperti Jude Bellingham dan Eduardo Camavinga yang belum fit 100 persen, Pitarch berhasil membuktikan bahwa ia layak berada di panggung terbesar dunia.












