WWW.PASJABAR.COM – Angsuran ketiga dari waralaba film misteri Knives Out akhirnya resmi tayang di Netflix. Film terbaru berjudul “Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery” mulai dapat disaksikan penonton global pada Jumat (12/12/2025), sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Daniel Craig kembali memerankan Detektif Benoit Blanc, sosok penyelidik karismatik yang telah menjadi ikon dalam dua film sebelumnya. Seperti tradisi di waralaba ini, judul film kembali diambil dari lagu terkenal.
Film pertama Knives Out terinspirasi lagu Radiohead, disusul Glass Onion dari The Beatles, dan kini Wake Up Dead Man yang diambil dari lagu band U2.
Dalam film ketiga ini, Benoit Blanc dihadapkan pada kasus pembunuhan yang tak biasa di sebuah gereja kecil di wilayah utara New York. Gereja tersebut dipimpin oleh Pastor muda Jud Duplenticy, yang diperankan Josh O’Connor, bersama Monsinyur Jefferson Wicks yang dimainkan Josh Brolin.
Misteri Pembunuhan Berlatar Gereja Tua
Pemilihan latar gereja bukan tanpa alasan. Sutradara Rian Johnson mengaku terinspirasi oleh novel misteri Pastor Brown karya penulis Inggris G.K. Chesterton, yang menekankan tema moralitas, rasa bersalah, dan sisi kemanusiaan dalam setiap konflik.
Kasus mulai bergulir ketika Kepala Polisi setempat, Geraldine Scott yang diperankan Mila Kunis, meminta bantuan Blanc untuk mengungkap misteri pembunuhan di lingkungan paroki tersebut.
Sejumlah jemaat gereja pun masuk dalam daftar tersangka, di antaranya Martha Delacroix (Glenn Close), pengacara Vera Draven (Kerry Washington), politisi Cy Draven (Daryl McCormack), tukang kebun Samson Holt (Thomas Haden Church), dokter Nat Sharp (Jeremy Renner), penulis Lee Ross (Andrew Scott), hingga pemain cello Simone Vivane (Cailee Spaeny).
Rian Johnson menyebut film ini sebagai perjalanan Benoit Blanc yang paling personal sepanjang waralaba.
Setelah diputar perdana di Festival Film Internasional Toronto, film ini menuai pujian kritikus.
BBC menilai nadanya lebih gelap namun tetap menghibur, sementara Collider memuji kemampuan Johnson dalam terus menghadirkan kejutan naratif. mundoCine bahkan menyebutnya sebagai film paling ambisius, emosional, dan kompleks dalam seri Knives Out. (han)












