CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 8 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Mengenal Surat Menyurat Tempo Dulu di Museum Pos Indonesia

Yatti Chahyati
14 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, PASJABAR.COM —  Mengenal sejarah bisa di sisi mana saja, salah satunya adalah mengenai surat menyurat tempo dulu yang dikenal dengan “pos”.

Berada di sebelah kanan Gedung Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Jalan Cilaki 73. Museum Pos Indonesia kerap dikunjungi oleh masyarakat, khususnya rombongan siswa TK hingga mahasiswa perguruan tinggi saat studi banding atau usai melaksanakan Ujian Tengah Semester.

Di temui beberapa waktu lalu, Indah (24) salah satu pengunjung berkata bahwa ia sempat beberapa kali mengunjungi museum pos, karena memang sebagai seorang pecinta sejarah ia menyenangi benda-benda dan cerita jaman dulu yang juga ia dapatkan di museum ini.

“Saya sudah tiga kali mampir ke Museum Pos Indonesia, senang bisa belajar sejarah pos  dan bagaimana orang saling berkirim surat di masa lalu, membuat saya mengetahuinya dengan melihat barang-barangnya langsung,” jelasnya antusias.

Baca juga:   Ini Langkah Pemprov Jabar Tarik Milenial Kunjungi Museum Gedung Sate

Di samping itu Indah juga menambahkan bahwa ia juga dapat melihat kumpulan perangko dari berbagai negara yang menurutnya sangat unik dan memiliki cerita-cerita yang menarik.

“Sayang sekali jika masyarakat yang tinggal di kota Bandung tidak menyempatkan kesini, karena letaknya ditengah kota, dekat taman dan museum yang lain, jadi jangan sampai dilewatkan,” tambahnya siang itu.

Mengenai sejarahnya sendiri, Museum Pos dibuka pada tahun 1931 dengan nama Museum Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT).

Ketika pertama didirikan, sebagian besar koleksinya berupa perangko dari dalam dan luar negeri. Setelah keadaannya yang kurang terawat selama Perang Dunia ke-II, dari tanggal 18 Desember 1980, koleksinya diusahakan untuk dilengkapi lagi dengan melakukan inventarisasi dan mengumpulkan benda-beda sejarah yang harus dijadikan koleksi museum.

Tiga tahun selanjutnya, museum diresmikan Menparpostel pada tanggal 27 September 1983, ketika Hari Bhakti Postel ke-30. Sampai pada masa itu, museum sudah memiliki koleksi benda-benda dan peralatan yang ada hubungannya dengan proses sejarah pos dari masa ke masa, selama lima masa pemerintahan yaitu dari masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa Jepang (1942-1945) dan masa Kemerdekaan.

Baca juga:   Museum Konferensi Asia Afrika, Semangat Melawan Kolonialisme

Dengan mengunjungi museum ini juga dapat diketahui bahwa selama masa kemerdekaan, Pos Indonesia sekurang-kurangnya sudah lima kali ganti nama dan ganti lambang. awalnya Jawatan PTT (1945-1961), lalu jadi PN Postel (1962-1965), PN Pos dan Giro (1965-1978), Perum Pos dan Giro (1978-1995,) dan pada tahun 1995 jadi PT Pos Indonesia (Persero).

Pada tahun 2013, Museum pos  sudah dilengkapi gadget Win Audio tour guide, yang memudahkan pengunjung, untuk merasakan pengalaman berkeliling museum secara menyenangkan tanpa mengurangi nilai informasi edukasinya.

Baca juga:   Reka Ulang Sejarah, Rawat Ingatan Bangsa di Museum Reenactor Malang

Audio tourguide adalah seperangkat gadget yang memiliki tombol angka, dimana pengunjung dapat mendengarkan informasi audio, hanya dengan menekan angka sesuai dengan posisi objek pamer. Saat ini di Museum Pos Indonesia terdapat 50 objek audio guide, dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Dengan adanya audio guide ini,diharapkan pengunjung semakin mencintai museum, karena informasi audionya sudah di sesuaikan dengan menambah suasana hiburan, fun dan edukatif.

Untuk mengunjungi Museum Pos Indonesia pengunjung tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Disamping itu juga akan mendapatkan brosur mengenai informasi dari Museum Pos Indonesia.

Adapun jam bukanya setiap hari Senin-Jum’at dari pukul 09:00-16:00  WIB, sementara itu di hari sabtu  dari pukul 09:00-13:00 WIB dan libur pada hari minggu. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: museummuseum pos indonesia


Related Posts

Mengenal Lebih Dekat Museum Dr. Soetomo, Jejak Sang Tokoh Kebangkitan Nasional di Surabaya
PASNUSANTARA

Mengenal Lebih Dekat Museum Dr. Soetomo, Jejak Sang Tokoh Kebangkitan Nasional di Surabaya

1 September 2025
Reka Ulang Sejarah
PASNUSANTARA

Reka Ulang Sejarah, Rawat Ingatan Bangsa di Museum Reenactor Malang

19 Mei 2025
Ada Apa di Museum Kebangkitan Nasional?
PASGALERI

Ada Apa di Museum Kebangkitan Nasional?

16 Oktober 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fabio Grosso sorot kinerja barisan pertahanan Sassuolo usai dibantai Juventus. (AFP/MARCO BERTORELLO)
HEADLINE

Grosso Buka Suara Usai Kekalahan Sassuolo: Soroti Blunder Jay Idzes dan Kualitas Elite Juventus

8 Januari 2026

REGGIO EMILIA, WWW.PASJABAR.COM – Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, memberikan evaluasi mendalam setelah timnya dibungkam Juventus dengan skor...

Foto: Arsenal FC via Getty Images/David Price

Arsenal vs Liverpool: Momentum Puncak Meriam London dan Prediksi Skor 3-1 Harry Redknapp

8 Januari 2026
Inter Milan harus gigit jari setelah Joao Cancelo memilih Barcelona pada bursa transfer Januari 2026. (Foto: IG @jpcancelo)

Joao Cancelo Pilih Barcelona, Inter Milan Tutup Pintu untuk Bek Sayap Baru di Januari

7 Januari 2026
Klub milik orang Indonesia, Como 1907 berhasil memetik kemenangan atas Pisa pada pekan ke-19 Liga Italia 2025-2026. (X.COM/HQPCRT)

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

7 Januari 2026
Kaesang Pangarep kukuhkan kepengurusan PSI Jabar di Soreang. Targetkan 5 juta suara pada 2029 dan pembentukan pengurus hingga tingkat desa. (fal/pasjabar)

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

7 Januari 2026

Highlights

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

Gubernur Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Resmi Hentikan Pendanaan Masjid Raya Bandung karena Status Wakaf

Jonathan David Menyala! Juventus Bungkam Sassuolo Tiga Gol Tanpa Balas

Darren Fletcher Tantang Pemain MU Hadapi Kritik Legenda: “Terima Tekanannya, Itulah Standar Manchester United!”

Pengadilan Agama Bandung Kabulkan Gugatan Cerai Atalia Praratya

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.