CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 9 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Mengenal Surat Menyurat Tempo Dulu di Museum Pos Indonesia

Yatti Chahyati
14 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, PASJABAR.COM —  Mengenal sejarah bisa di sisi mana saja, salah satunya adalah mengenai surat menyurat tempo dulu yang dikenal dengan “pos”.

Berada di sebelah kanan Gedung Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Jalan Cilaki 73. Museum Pos Indonesia kerap dikunjungi oleh masyarakat, khususnya rombongan siswa TK hingga mahasiswa perguruan tinggi saat studi banding atau usai melaksanakan Ujian Tengah Semester.

Di temui beberapa waktu lalu, Indah (24) salah satu pengunjung berkata bahwa ia sempat beberapa kali mengunjungi museum pos, karena memang sebagai seorang pecinta sejarah ia menyenangi benda-benda dan cerita jaman dulu yang juga ia dapatkan di museum ini.

“Saya sudah tiga kali mampir ke Museum Pos Indonesia, senang bisa belajar sejarah pos  dan bagaimana orang saling berkirim surat di masa lalu, membuat saya mengetahuinya dengan melihat barang-barangnya langsung,” jelasnya antusias.

Baca juga:   Keracunan Massal MBG di Bandung Barat, 1.141 Pelajar Jadi Korban

Di samping itu Indah juga menambahkan bahwa ia juga dapat melihat kumpulan perangko dari berbagai negara yang menurutnya sangat unik dan memiliki cerita-cerita yang menarik.

“Sayang sekali jika masyarakat yang tinggal di kota Bandung tidak menyempatkan kesini, karena letaknya ditengah kota, dekat taman dan museum yang lain, jadi jangan sampai dilewatkan,” tambahnya siang itu.

Mengenai sejarahnya sendiri, Museum Pos dibuka pada tahun 1931 dengan nama Museum Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT).

Ketika pertama didirikan, sebagian besar koleksinya berupa perangko dari dalam dan luar negeri. Setelah keadaannya yang kurang terawat selama Perang Dunia ke-II, dari tanggal 18 Desember 1980, koleksinya diusahakan untuk dilengkapi lagi dengan melakukan inventarisasi dan mengumpulkan benda-beda sejarah yang harus dijadikan koleksi museum.

Tiga tahun selanjutnya, museum diresmikan Menparpostel pada tanggal 27 September 1983, ketika Hari Bhakti Postel ke-30. Sampai pada masa itu, museum sudah memiliki koleksi benda-benda dan peralatan yang ada hubungannya dengan proses sejarah pos dari masa ke masa, selama lima masa pemerintahan yaitu dari masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa Jepang (1942-1945) dan masa Kemerdekaan.

Baca juga:   Wali Kota Bandung : Kesabaran dan Prokes Modal Hadapi Pandemi Covid-19

Dengan mengunjungi museum ini juga dapat diketahui bahwa selama masa kemerdekaan, Pos Indonesia sekurang-kurangnya sudah lima kali ganti nama dan ganti lambang. awalnya Jawatan PTT (1945-1961), lalu jadi PN Postel (1962-1965), PN Pos dan Giro (1965-1978), Perum Pos dan Giro (1978-1995,) dan pada tahun 1995 jadi PT Pos Indonesia (Persero).

Pada tahun 2013, Museum pos  sudah dilengkapi gadget Win Audio tour guide, yang memudahkan pengunjung, untuk merasakan pengalaman berkeliling museum secara menyenangkan tanpa mengurangi nilai informasi edukasinya.

Baca juga:   Berkontemplasi di Museum RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat

Audio tourguide adalah seperangkat gadget yang memiliki tombol angka, dimana pengunjung dapat mendengarkan informasi audio, hanya dengan menekan angka sesuai dengan posisi objek pamer. Saat ini di Museum Pos Indonesia terdapat 50 objek audio guide, dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Dengan adanya audio guide ini,diharapkan pengunjung semakin mencintai museum, karena informasi audionya sudah di sesuaikan dengan menambah suasana hiburan, fun dan edukatif.

Untuk mengunjungi Museum Pos Indonesia pengunjung tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Disamping itu juga akan mendapatkan brosur mengenai informasi dari Museum Pos Indonesia.

Adapun jam bukanya setiap hari Senin-Jum’at dari pukul 09:00-16:00  WIB, sementara itu di hari sabtu  dari pukul 09:00-13:00 WIB dan libur pada hari minggu. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: museummuseum pos indonesia


Related Posts

Mengenal Lebih Dekat Museum Dr. Soetomo, Jejak Sang Tokoh Kebangkitan Nasional di Surabaya
PASNUSANTARA

Mengenal Lebih Dekat Museum Dr. Soetomo, Jejak Sang Tokoh Kebangkitan Nasional di Surabaya

1 September 2025
Reka Ulang Sejarah
PASNUSANTARA

Reka Ulang Sejarah, Rawat Ingatan Bangsa di Museum Reenactor Malang

19 Mei 2025
Ada Apa di Museum Kebangkitan Nasional?
PASGALERI

Ada Apa di Museum Kebangkitan Nasional?

16 Oktober 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Noel Gallagher bersama manajer Manchester City Pep Guardiola. (Foto: Getty Images/Michael Regan)
HEADLINE

Noel Gallagher Semprot Krisis Manchester United: “Klub Hancur yang Hanya Menjual Masa Lalu”

9 Januari 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Gelombang kritik terus menghantam Old Trafford pasca-keputusan manajemen Manchester United memecat Ruben Amorim dari...

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto. (instagram/@novarianto30)

Mengejutkan! Nama Nova Arianto Resmi Dicoret dari Daftar Asisten John Herdman di Timnas Senior, Ada Apa?

8 Januari 2026
Getty/GOAL

Man City Ditahan Imbang Brighton 1-1: Haaland Ukir Rekor Fantastis, Etihad Kembali Gigit Jari

8 Januari 2026
Viktor Gyokeres (kiri) berduel dengan gelandang Spanyol, Alberto Moleiro (kanan), dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Arsenal vs Villarreal di Stadion Emirates di London pada 6 Agustus 2025. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)(AFP/GLYN KIRK)

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

8 Januari 2026
Ilustrasi Arsenal vs Liverpool. Foto: AFP/Darren Staples.

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

8 Januari 2026

Highlights

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

Debut Darren Fletcher Diwarnai Drama 4 Gol: Benjamin Sesko Gemilang, Tiang Gawang Gagalkan Kemenangan MU atas Burnley

Mengamuk di Jeddah: Barcelona Bantai Athletic Club 5-0, Amankan Tiket Final Piala Super Spanyol

Hattrick Kemenangan di Serie A: Fabregas Ingatkan Como 1907 Jangan Lengah Meski Tembus Papan Atas

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.