CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 2 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBISNIS

Eksistensi Ekowisata Alam Santosa Ingin Jadi Pusat Budaya, Lingkungan Jabar

admin
11 September 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Berdiri sejak tahun 2001, Ekowisata Alam Santosa yang terletak di Jalan Pasir Impun Atas No. 5 A Kampung Sekebalimbing,  Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terus konsisten menjadi pusat budaya dan lingkungan.

Eksistensinya bukan hanya terkenal di Jawa Barat tapi juga seluruh nusantara bahkan mancanegara. Tercatat sudah lebih dari  7 negara eropa yang berkunjung, dan pada tahun 2015 lalu, Ekowisata Alam Santosa pun sempat menerima kunjungan mahasiswa dari Asia dan Afrika.

Owner sekaligus Duta sawala atau Sekjen Dewan Kesepuhan Masyarakat Adat, Eka Santosa mengungkapkan bahwa ia menemukan Ekowisata Alam Santosa pada awalnya bermula saat dulu rumahnya yang terletak di Arcamanik pernah mengalami banjir, dengan karakter banjir yang mengandung  kerikil  dan tanah berwarna merah.

“Banjir tersebut membuat saya mencari apa yang yang menjadi sumbernya, hingga akhirnya saya menelusuri ke daerah atas dan menemukan lahan kritis, yang gundul dari pepohonan,” jelas Eka.

Baca juga:   Produk Neu Men Belum Genap Setahun Disukai Kang Yana dan Emil

Dari sana, Ketua Umum Gerakan Hejo ini pun tergerak untuk merecovery alam tersebut, ia mulai dengan menanam berbagai tanaman dan pohon seperti Dukuh,  Naranti, Ganitri, Cempaka, Mala, Damar dan lain sebagainya, untuk kembali menghutankan kawasan tersebut.

“Selain membuat hutan sebanyak 80% di lahan seluas 5 Hektar, 20% lainnya pun dipakai untuk parkiran, sawah, kolam yang diisi berbagai jenis ikan seperti  Subang lalawa, Betok dan sebagainya. Kami juga membuat bangunan untuk menjaga kearifan lokal seperti Bumi alit, dapur lokal dengan menggunakan hawu, warung gebyok, bale kambang,  julang ngapak dan kawasan bermain,” paparnya.

Eka menambahkan bahwa penataan Ekowisata Alam Santosa mengangkat tema “Nyoreang alam katukang, nyawang alam anu bakal datang,” yang bermakna mempelajari Kejeniusan masyarakat tempo dulu untuk melihat kedepan.  Dimana warisan karuhun Sunda yang sangat luar biasa dijaga untuk dihidupkan kembali.

Baca juga:   Ini Lima Tol Baru yang Bakal Dibangun Pemprov Jabar dan PUPR

“konsep yang diangkat adalah “Go green” dimana mengusung keseimbangan sebagaimana ajaran sunda antara flora, fauna maupun manusia yang harus dijaga karena semuanya saling berinteraksi sebagai bagian dari mahluk Tuhan,” jelasnya.

Selain menjaga lingkungan, ditanam juga pohon kopi  sebagai sumber pemberdayaan lebih lanjut, dimana kawasan tersebut dapat menjadi  wisata kopi, edukasi kopi dan  tempat minum kopi yang saling memberikan manfaat juga untuk para petani yang merawatnya.

“Kami pun kerap mengadakan Festival budaya masyarakat adat sunda seperti pinton ajen karancagean yang sudah dilaksanakan beberapa kali. Adanya greenschool, yang menjadi tempat untuk berdiskusi, menjadi pusat pengembangan budaya dan lingkungan. Bahkan juga kerap dijadikan acara rapat atau wedding,” terangnya.

Baca juga:   Terbakar 24 Jam, Pasar Kosambi Kembali Beroperasi

Terakhir Eka bercerita bahwa Saat ini Jawa Barat dihadapkan dengan pokok krisis lingkungan yang luar biasa dengan beberapa titik yang membahayakan hutan dan sungai, 90 persen hutan sudah rusak, 50 persen sungai-sungai sudah tercemar, pesisir utaranya abrasi, sehingga perlu membangkitkan kembali kesadaran, agar cepat terpulihkan dengan pendekatan budaya dan humanisasi.

“Tingginya eksploitasi, akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan menurunnya produksi. Hal ini diakibatkan oleh krisis kesadaran untuk merawat lingkungan  dari hal terkecil seperti  membuang sampah,” lanjutnya.

Eka berharap kedepannya, bahwa negara Indonesia akan dapat melahirkan generasi yang tidak melupakan budaya dan lingkungan. Sebab negara hebat itu bukan hanya memiliki SDM yang kompetitif, berfikir global, mapan dalam teknologi,  tapi juga kemampuan dalam mempertahankan budaya serta memahami dan menjiwai nilai leluhur dan lokalnya sendiri. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: ekowisataEkowisata Alam Santosa


Related Posts

Saatnya Generasi Muda Promosikan Indonesia Jadi Pusat Ekowisata Dunia
PASKREATIF

Saatnya Generasi Muda Promosikan Indonesia Jadi Pusat Ekowisata Dunia

22 Agustus 2021

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Dua anak harimau benggala lahir di Bandung Zoo. Kabar gembira ini jadi tantangan baru konservasi satwa langka di tengah sorotan publik. (Ist)
HEADLINE

Janji Palsu Penyelamatan Satwa: Kementerian Kehutanan dan Pemkot Bandung Melanggar Komitmen Pembayaran Pakan Satwa Bandung Zoo

2 Februari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM -- Kesepahaman antara manajemen Kebun Binatang Bandung dengan pemerintah mengenai pembayaran pakan ratusan satwa ternyata tidak...

Casemiro bersinar di laga Man Utd vs Fulham. (AP Photo/Dave Thompson)

Magis Michael Carrick Berlanjut: Benjamin Sesko Pastikan Kemenangan Dramatis Manchester United atas Fulham Skor 3-2

2 Februari 2026
Foto: REUTERS/Ana Beltran

Eksekusi Penalti Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Tundukkan Rayo Vallecano Skor 2-1 Di Bernabeu

2 Februari 2026
Foto: AFP/PIERO CRUCIATTI

Insiden Flare Di Giovanni Zini: Emil Audero Tetap Tegar Meski Terkena Lemparan Flare saat Laga Melawan Inter Milan

2 Februari 2026
natrium mi instan

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Natrium Tinggi pada Mi Instan

2 Februari 2026

Highlights

Insiden Flare Di Giovanni Zini: Emil Audero Tetap Tegar Meski Terkena Lemparan Flare saat Laga Melawan Inter Milan

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Natrium Tinggi pada Mi Instan

Dinkes KBB Siapkan Vaksin Tetanus untuk Relawan Longsor Cisarua

Peneliti ITB: Mikroalga Berpotensi Jadi Solusi Mitigasi Perubahan Iklim

BMKG: Cuaca Berawan hingga Hujan Ringan Dominasi Indonesia Hari Ini

BNPB: 57 Jenazah Korban Longsor Cisarua Berhasil Teridentifikasi

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.