BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pasien yang terjangkit virus corona atau COVID-19 tentu mendapatkan penanganan khusus. Bahkan, dalam urusan makanan juga sangat diperhatikan.
“Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di memang membutuhkan gizi yang cukup tinggi. Salah satunya zat gizi makro, yaitu protein,” kata pengurus DPP Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Triyani Kresnawan.
Menurutnya, pasien terinfeksi COVID-19 membutuhkan asupan protein lebih tinggi dibanding pasien penyakit lain, apalagi dibandingkan orang sehat. Apa alasannya?
“Protein ini salah satunya berguna untuk meningkatkan atau mengoptimalkan imunitas dari tubuh. Kemudian mengganti jaringan-jaringan yang rusak, menguatkan otot-otot supaya tidak terjadi malnutrisi,” jelas Triyani.
Karena itu, ada hitung-hitungan tersendiri asupan protein bagi pasien COVID-19. Begitu juga dengan asupan energi yang jauh lebih besar kebutuhannya. Sebagai contoh, pasien dengan suhu tubuh 38 derajat selsius membutuhkan tambahan protein 13 persen dari kebutuhan normal.
Karena itu, ahli gizi di rumah sakit biasanya akan menghitung dengan cermat kebutuhan tiap pasien COVID. Tujuannya agar makanan yang diberikan tepat dan bisa bantu penyembuhan.
“Jadi, biasanya kita memberikan diet untuk pasien-pasien di Wisma Atlet atau rumahs akit COVID yaitu asupan protein dan energi tingi untuk mereka,” tandas Triyani. (ors)