CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 17 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Ternyata Ini Penyebab Banjir Bandang Sukabumi Analisis dari BNPB

Yatti Chahyati
23 September 2020
Ternyata Ini Penyebab Banjir Bandang Sukabumi Analisis dari BNPB

PAsca banjir bandang Kab Sukabumi. (ist BNPB)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap hasil analisa terhadap peristiwa banjir bandang di Sukabumi. Apa hasilnya?

Sejauh ini, peristiwa itu mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Selain itu, satu orang masih dalam proses pencarian. Secara umum, peristiwa itu berdampak pada 176 KK atau sekitar 525 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 78 jiwa terpaksa mengungsi.

BNPB juga mencatat 127 rumah yang tersebar di 11 desa terdampak. Rinciannya, 34 unit rumah rusak berat, 23 rusak sedang, dan 70 rusak ringan. Lalu, apa yang menyebabkan banjir bandang cukup parah di sana?

Baca juga:   Siapkan Lulusan Jadi Wirausaha Unpas Bakal Jadi Enterpreneur University 

“Berdasarkan analisa sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB, wilayah kejadian banjir bandang Sukabumi merupakan dataran rendah yang berada di bawah kaki Gunung Salak dan dilalui beberapa sungai, yakni Sungai Citarik-Cipeucit dan Sungai Cibojong,” kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati, Rabu (23/9/2020).

Dari hasil monitoring, kawasan tersebut juga merupakan daerah dengan indeks bahaya sedang hingga tinggi terhadap banjir bandang. Sehingga, secara gepgrafis wilayah tersebut memang dikategorikan rawan.

Baca juga:   Jean-Paul van Gastel Tanggapi Rumor Giovanni van Bronckhorst Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Di sisi lain, berdasarkan pantauan GPM-NASA (inaWARE), dalam 24 jam terakhir sebelum kejadian, di wilayah utara Sukabumi mengalami curah hujan sedang-tinggi dengan intensitas hingga 120 mm. Akibatnya, massa air di daerah hulu menjadi semakin besar.

Di saat yang sama, kondisi wilayah sungai yang rusak dan banyak terjadi erosi serta sedimentasi, menyebabkan potensi terbentuk bendung alami. Ketika bendung alami tersebut menjadi besar dan terganggu keseimbangannya oleh intensitas hujan tinggi, bendung alami itu mengakibatkan limpasan air dan lumpur dalam jumlah besar dan cepat. Saat itulah terjadi banjir bandang.

Baca juga:   BMKG : Potensi Tsunami Anak Gunung Krakatau Kecil

Apalagi, di lokasi kemungkinan terjadi akumulasi hujan dalam 24 jam terakhir sebelum kejadian. Seluruh air hujan tertamping di daerah hulu, kemudian meluap dan menghancurkan bendung alami.

“Dari hasil analisa tersebut, kesimpulan yang didapat bahwa meluapnya Sungai Citarik-Cipeucit dan Sungai Cibojong menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir bandang,” jelas Raditya. (ors)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: banjir bandangbanjir bandang sukabumiBNPB


Related Posts

banjir bandung barat
HEADLINE

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat

7 April 2026
gempa Bitung
PASNUSANTARA

Gempa M 7,6 Guncang Bitung: Korban Jiwa Jatuh, Tsunami Picu Kepanikan Warga

2 April 2026
bnpb
HEADLINE

BNPB Catat Bencana di Tanah Air dalam 24 Jam Terakhir

26 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Ratusan massa padati Gedung Merdeka Bandung dalam aksi damai bela Palestina. Massa menuntut penolakan normalisasi dengan Israel dan kemerdekaan penuh Palestina. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

17 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Semangat solidaritas kemanusiaan kembali membara di jantung Kota Bandung. Ratusan massa dari berbagai daerah...

Foto: Inter via Getty Images/Mattia Pistoia - Inter

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

17 April 2026
Para pemain Dewa United. (Foto: Dok. Dewa United)

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

17 April 2026
Nyari Gawe

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

17 April 2026
Veda Ega Pratama menjalani latihan di Sirkuit Aspar dan Sirkuit Alcarras sebelum balapan di Moto3 Spanyol 2026. (Honda Team Asia)

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

17 April 2026

Highlights

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

Dedi Mulyadi Tata Halaman Gedung Sate untuk Atasi Kemacetan

Wakil Ketua DPR RI Tinjau Banjir Rancaekek dan Salurkan Bantuan

Empat Agensi K-Pop Jajaki Proyek Festival Musik Global Fanomenon

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.