CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Kerennya Pameran Seni Rupa “Biennale Jogja XVI Equator #6 2021”

Tiwi Kasavela
8 Oktober 2021
Kerennya Pameran Seni Rupa “Biennale Jogja XVI Equator #6 2021”

Pameran “Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 Indonesia with Oceania” pada 6 Oktober - 14 November 2021 secara hybrid. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM– Untuk meningkatkan semangat berkreasi para pelaku ekonomi kreatif khususnya di bidang seni rupa di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung gelaran pameran “Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 Indonesia with Oceania”.

Kegiatan ini dilangsungkan pada 6 Oktober – 14 November  2021 secara hybrid.

Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 merupakan bagian keenam dari seri Ekuator yang sudah dimulai sejak 2011 oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Yayasan Biennale Yogyakarta (YBY).

Tema yang diangkat pada seri kali ini adalah ‘Roots <> Routes’, yang akan memperlihatkan hubungan nusantara Indonesia dengan negara- negara di Oseania sebagai rekanan untuk menafsir persoalan yang sama melalui karya seni dan budaya kontemporer lokal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya, Kamis (7/10/2021) menjelaskan bahwa Biennale Jogja ini bertujuan untuk memberikan berkontribusi dalam wacana seni rupa dunia dengan menampilkan sejarah dan budaya Indonesia dan negara di ekuator, yang menunjukkan Indonesia aktif berperan dalam perkembangan dinamis budaya global.

Baca juga:   Soal Tuntutan dan Replik JPU Terhadap Bharada E, Begini Kata LPSK

“Pameran ini merupakan langkah yang baik untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara khatulistiwa. Kemenparekraf sendiri akan mendukung setiap pelaksanaaan event yang memberikan ruang bagi perkembangan seni dan budaya, karena dapat memperkaya daya tarik wisata dan menggerakkan perekonomian daerah,” jelas Menparekraf Sandiaga dalam rilis yang diterima PASJABAR.

Ia pun berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta dapat terus berkembang dan bangkit dari pandemi COVID-19. Oleh karena itu, implementasi dari tiga pilar utama Kemenparekraf yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi harus dilakukan.

Disertai dengan pendekatan 3G ‘gercep’ gerak cepat, ‘geber’ gerak bersama, dan ‘gaspol’ garap semua potensi untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Sementara, Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta, Alia Swastika, mengungkapkan bahwa Biennale Jogja kali ini menjadi istimewa karena menandai satu dekade Biennale Jogja seri khatulistiwa, yang dimulai sejak 2011.

Untuk itu, diselenggarakan pula pameran arsip yang menampilkan kembali serpihan artefak dan catatan tentang bagaimana Yayasan Biennale Yogyakarta tumbuh dan berkembang dalam ekosistem seni di Yogyakarta dan di kawasan Global Selatan.

Baca juga:   Penyebab Gunung Api Alami Aktivitas Vulkanik Belakangan Ini

“Biennale Jogja tahun ini menjadi penutup dari rangkaian seri Ekuator. Tentu akan ada kejutan-kejutan lainnya dari Yayasan Biennale Yogyakarta,” ujarnya.

Tampilkan Karya Seniman indonesia dan Mancanegara

Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 sendiri menyuguhkan berbagai program pameran yang menarik, sepertu Pameran Utama di Jogja National Museum menampilkan karya dari lebih 30 seniman Indonesia dan mancanegara.

Selain pameran utama, terdapat juga Pameran Arsip di Taman Budaya Yogyakarta yang menampilkan arsip-arsip dalam format yang berbeda, berubah menjadi pertunjukan, instalasi, dan bentuk lainnya.

Ada juga Pameran Bilik Taiwan “Pan – Austro-Nesian” di Jogja National Museum sebagai program bersama dengan The National Culture and Art Foundation, Taiwan dan Kaohsiung Museum of Fine Art. Bilik Taiwan menyajikan karya-karya Rahic Talif, ChihChung Chang, dan C&G Art Group (Chieh-Sen Chiu & Margot Gullemot).

Baca juga:   Lalu Lintas Arus Mudik Masih Terjadi pada Hari Raya Idul Fitri di Jalur Ini

Kemudian, ada Pameran Bilik Korea – Konnect Asean di Museum dan Tanah Liat (MDTL) dan Indie Art House sebagai salah satu paviliun negara Korea-ASEAN.

Dikuratori oleh Alia Swastika (Indonesia) dan Jongeun Lim (Korea Selatan). Pameran stan ini secara khusus berfokus pada hubungan antara gerakan, seni, dan pengetahuan/pengalaman perempuan.

Selanjutnya ada Program Labuhan, yang menghadirkan serangkaian program terhubung di empat kota yaitu Jayapura, Kupang, Maumere, Ambon, dan diproduksi bersama institusi atau kolektif seni di wilayah masing-masing.

Membicarakan kebudayaan maritim dan narasi sosial budaya yang menghubungkan antara Indonesia bagian timur dengan wilayah Oseania.

Biennale Jogja kali ini juga menggelar beberapa program publik yang menghadirkan narasumber kompeten di bidang seni rupa kontemporer dalam dan luar negeri. Beberapa program publik tersebut bertajuk Forum Diskusi Publik dan Sesi Viral yang dikemas secara online.

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi webstie resmi Biennale Jogja yaitu www.biennalejogja.org (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Biennale Jogja XVI Equator


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Ilmuwan Panggung
HEADLINE

Ilmuwan Panggung

21 April 2026

Dosen Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Dpk FH UNPAS, Firdaus Arifin. (foto: pasjabar) Oleh:...

UTBK SNBT 2026

Diduga Kecurangan UTBK SNBT 2026, Peserta Gunakan Joki Dan Perangkat

21 April 2026
unpas

Unpas Wajibkan Mahasiswa Miliki Sertifikat Kompetensi Sebelum Lulus

21 April 2026
banjir bandung

Atasi Banjir Bandung, KDM Usulkan Danau dan Perbaikan Tata Ruang

21 April 2026
pidana penjara

Doktor Unpas Tutut Prasetyo Lulus dengan Disertasi Rekonstruksi Pidana Penjara, Soroti Harmonisasi KUHP dan Pemasyarakatan

21 April 2026

Highlights

Atasi Banjir Bandung, KDM Usulkan Danau dan Perbaikan Tata Ruang

Doktor Unpas Tutut Prasetyo Lulus dengan Disertasi Rekonstruksi Pidana Penjara, Soroti Harmonisasi KUHP dan Pemasyarakatan

Musrenbang RKPD Jabar, Bahas Pembangunan Layanan Dasar 2027

Perbaikan Rel Selesai, Jalur KA Cibeber – Lampegan Kembali Beroperasi

UTBK SNBT 2026 Digelar Serentak, Peserta Wajib Patuhi Aturan Ujian

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.