CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

PAPAS STKIP Pasundan Menanam, Lawan Kepunahan!

Tiwi Kasavela
16 Maret 2022
PAPAS STKIP Pasundan Menanam, Lawan Kepunahan!

PAPAS STKIP Pasundan Menanam, Lawan Kepunahan! (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM– Menanam adalah melawan kepunahan, begitulah kalimat yang sering di ucapkan para penggiat alam sebagai bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat untuk sadar akan kondisi bumi kita sekarang.

Tanpa kita sadari bumi ini sekarang sedang mengalami Pemanasan Global atau yang sering orang sebut sebagai Global Warming.

Pemanasan Global itu sendiri adalah suatu proses peningkatan suhu rata-rata daratan bumi yang berdampak pada perubahan iklim sehingga menyebabkan berbagai bencana alam seperti terjadinya gelombang panas, peningkatan permukaan air laut, kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan, longsor dan hal lainya yang berdampak buruk bagi kehidupan manusia di muka bumi.

Penyebabnya bukan lain karena berkurangnya daerah terbuka hijau dan hutan karena sifat manusia itu tersendiri yang konsumtif dan kurang peduli terhadap hutan. Dengan melakukan pengalihan fungsi lahan hutan menjadi perkebunan, penebangan hutan secara liar atau bahkan pembakaran wilayah hutan untuk dijadikan pemukiman.

Hal ini berdampak besar bagi keseimbangan ekosistem karena membuat daerah terbuka hijau yang tadinya berfungsi sebagai penghasil oksigen dan daerah resapan air berkurang sehingga dampak pada peningkatan pemanasan global terasa signifikan karena peningkatan suhu bumi yang terus naik.

Baca juga:   Gerakan 7 Harkat, Kampanye Implementasi Sekolah Ramah Anak

Selain itu tidak adanya resapan air yang sempurna di daerah perbukitan bisa menjadi pemicu terjadinya longsor jika curah hujan yang besar terjadi dan tidak adanya tumbuhan yang bisa mengikat tanah.

Oleh karena itu untuk memperbaiki keseimbangan lingkungan tersebut maka perlu juga diadakannya perbaikan lingkungan untuk memperbaiki keseimbangan lingkungan dan mengurangi dampak dari kerusakan yang ditimbulkannya, dengan dilakukanya penanaman untuk konservasi lingkungan.

Seperti yang dilakukan oleh PAPAS (Pencinta Alam Pasundan), salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa dari kampus STKIP Pasundan Cimahi yang bergerak di dunia kepencintaalaman membuat sebuah event penanaman yang berjudul “Menanam Untuk Bumi Pasundan”.

Ketua pelaksana Saleh Saepul Rahman atau yang akrab disapa “Sartung” mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan mengajak SISPALA (Siswa Pencinta Alam) di daerah kota Cimahi dan kota Bandung.

“PAPAS berniat melakukan penanaman pohon Bambu jenis Petung di daerah Talaga Warna kampung Cihideung, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat,” ungkapnya.

Baca juga:   Rio Ferdinand Ngamuk, Desak Amorim Mainkan Amad Diallo di MU!

Kegiatan “Menanam Untuk Bumi Pasundan” yang diadakan oleh anggota UKM PAPAS STKIP Pasundan Cimahi ini bertemakan “ Pentingnya Kesadaran Menanam Dan Menjaga Lingkungan Bagi Generasi Muda”, yang diselenggarakan pada tanggal 12 -13 maret 2022.

“Tujuan penanaman bambu ini terispirasi dari tiga pilar konservasi yaitu ekologi, sosial, dan ekonomi. yang di mana ekologi itu merupakan interaksi manusia dengan alamnya, tentunya harus pada keseimbangan sosialnya, yaitu kearifan bangsa Indonesia adalah gotong royong atau kebersamaan dan harus sampai kepada nilai ekonominya walaupun tidak profit oriented,” ulasnya.

Saleh melanjutkan bahwa dimana konsepnya konservatif produktif dalam menunjang pembangunan yang berwawasan lingkungan.

“Mengapa Bambu Petung menjadi pilihan utama dalam kegiatan penanaman ini dikarenakan Bambu jenis Petung ini menjadi salah satu bambu yang memiliki kemampuan sebagai percepatan perbaikan fungsi hidrologis sehingga dapat memunculkan sumber mata air baru dan meningkatkan debit mata air di daerah penanamanya karena bambu jenis ini bisa menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi hidrogen kemudian menyalurkanya melalui akar serabutnya yang meluas,” paparnya.

Baca juga:   Pasien Anak Terjangkit Gagal Ginjal Akut, RSHS Sebut Paracetamol Sirup Bukan Penyebabnya

Selain itu, sambung Saleh, bambu jenis petung ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena biasa di gunakan sebagai bahan bangunan dan kayu struktural untuk konstruksi serta rebungnya yang besar dan manis di sukai orang untuk di buat acar atau masakan lain.

“Mutu rebung ini di anggap yang terbaik di bandingkan dengan rebung bambu jenis lain, sehingga di harapkan dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar daerah penanamnya kedepannya,” tandasnya.

“Maka dari itu PAPAS selaku fasilitator dan penyelenggara acara ini berharap bisa menginspirasi khususnya untuk generasi muda agar lebih peka dan sadar akan pentingnya kegiatan penanaman yang di lakukan ini, karna seperti yang kita ketahui kegiatan seperti ini sudah sangat jarang di lakukan. Karena generasi anak muda zaman sekarang cenderung kurang peduli akan pentingnya menjaga lingkungan,” pungkasnya. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: MenanamPAPAS STKIP Pasundan


Related Posts

HEADLINE

PAPAS STKIP Jadikan Alam Sahabat untuk Dijaga

13 Februari 2019

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

peradilan militer
HEADLINE

Bayu Aji Widodo Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unpas, Soroti Independensi Peradilan Militer

21 April 2026

# peradilan militer BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Pasundan menggelar sidang terbuka dengan kandidat...

pajak kendaraan listrik

Gubernur Jabar Tegaskan Pajak Kendaraan Listrik Tetap Diberlakukan

21 April 2026
ibadah haji bandung

Ibu Penjual Siomay Bandung Berangkat Ibadah Haji Setelah 13 Tahun

21 April 2026
Ilmuwan Panggung

Ilmuwan Panggung

21 April 2026
UTBK SNBT 2026

Diduga Kecurangan UTBK SNBT 2026, Peserta Gunakan Joki Dan Perangkat

21 April 2026

Highlights

Ilmuwan Panggung

Diduga Kecurangan UTBK SNBT 2026, Peserta Gunakan Joki Dan Perangkat

Unpas Wajibkan Mahasiswa Miliki Sertifikat Kompetensi Sebelum Lulus

Atasi Banjir Bandung, KDM Usulkan Danau dan Perbaikan Tata Ruang

Doktor Unpas Tutut Prasetyo Lulus dengan Disertasi Rekonstruksi Pidana Penjara, Soroti Harmonisasi KUHP dan Pemasyarakatan

Musrenbang RKPD Jabar, Bahas Pembangunan Layanan Dasar 2027

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.