CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASPENDIDIKAN

Perspektif Konflik Buaya dan Manusia Terhadap Kearifan Lokal Masyarakat Bangka

Tiwi Kasavela
19 Januari 2023
Perspektif Konflik Buaya dan Manusia Terhadap Kearifan Lokal Masyarakat Bangka

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Heri (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANGKA, WWW.PASJABAR.COM– Bangka Belitung adalah Provinsi yang dikenal dengan penghasil timah terbesar di Indonesia.

Aktifitas tambang timah di Bangka Belitung sudah dimulai dari masa lampau dan memiliki peran penting dalam tersedianya lapangan pekerjaan oleh banyak masyarakat di Bangka Belitung. Kegiatan penambangan timah di Pulau Bangka dimulai tahun 1711, di Pulau Singkep tahun 1812 dan di Pulau Belitung tahun 1852(Suryadi 2016).

Khususnya Masyarakat Pulau Bangka yang memanfaatkan sumber daya timah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, Dengan semakin banyaknya kawasan yang dialih fungsikan menjadi lahan pertambangan timah.

Hal ini menyebabkan semakin banyaknya lahan dan aliran sungai yang rusak di pulau Bangka. Data menunjukkan bahwa sebagian besar sungai di Bangka dalam kondisi rusak dan kritis (Bangkapos, 19 April 2011).

Daerah aliran sungai merupakan salah satu tempat habitat dari berbagai macam spesies satwa liar. Salah satunya adalah satwa liar jenis Buaya Muara (Crocodilus porosus ) yang dimana sekarang ini habitatnya telah mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan timah masyarakat yang merusak ekosistem perairan tawar terutama ekosistem sungai.

Kerusakan habitat ini tidak hanya berdampak pada keanekaragaman jenis yang ada di ekosistem sungai namun juga berdampak kepada masyarakat yang berada dekat dengan aliran sungai. Karena rusaknya habitat satwa, memicu terjadinya konflik antara satwa liar dan manusia. Konflik satwa liar dan manusia merupakan suatu permasalahan yang kompleks, dimana dalam hal ini bukan hanya keselamatan manusia yang diutamakan tetapi juga keselamatan satwa liar itu sendiri (Lestari et al, 2020).

Baca juga:   Syarat Daftar Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahap II

Akrivatas pertambangan timah tentunya menyebabkan ekosistem sungai menjadi rusak yang mengakibatkan hilangnya pakan alami buaya seperti ikan-ikan dan sebagainya.

Kerusakan habitat dan hilangnya sumber pakan alami satwa menyebabkan satwa menjadi terdesak dan mencari area jelajah baru.

Area jelajah buaya muara cukup luas, meliputi wilayah perairan seperti sungai, laut serta muara hingga beberapa ratus kilometer ke wilayah daratan (Ardiantiono et al, 2015).

Daerah aliran sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi mayoritas masyarakat daerah karena banyaknya aktivitas masyarakat yang dilakukan di kawasan aliran sungai.

Aktivitas seperti mandi, mencuci, memancing dan menjaring ikan, hingga menambang umum dilakukan masyarakat di kawasan aliran sungai. Hal ini menjadi pemicu terjadinya konflik antara buaya dan masyarakat.

Maraknya konflik antara Buaya dan manusia tentunya harus ditanggulangi dengan diadakannya Mitigasi di kawasan yang telah terjadi konflik maupun kawasan yang berpotensi terjadinya konflik buaya dan manusia. Di beberapa Daerah yang ada di Pulau Bangka untuk mitigasi itu sendiri, masyarakat punya cara sendiri dalam menanggulangi konflik antara manusia dan buaya. Walaupun kearifan lokal yang dipercayai masyarakat belum bisa dikatakan sepenuhnya tepat dalam penanggulangan konflik yang terjadi, karena sifatnya yang normatif atau tidak tertulis, diduga banyak sekali kearifan lokal masyarakat yang belum diketahui, terutama dalam konteks ilmiah (Muslih et al, 2014).

Baca juga:   Generasi Bangka Mengabdi Ajak Milenial Awasi Pilkades Serentak di Kabupaten Bangka

Seperti Kearifan lokal yang ada di Desa Kayu Besi Kecamatan Sungailiat, upaya mitigasi yang dilakukan berupa kearifan lokal desa yang harus dipatuhi agar tidak menimbulkan terjadinya konflik.

Kearifan lokal tersebut berupa pantangan dan penangkapan hingga membunuh buaya yang mengganggu dan memangsa manusia yang mana hal-hal tersebut masih dipercaya dan dilakukan masyarakat desa hingga saat ini.

Namun tidak jarang juga ada beberapa oknum masyarakat yang melanggar pantangan tersebut.

Kearifan lokal yang ada di Desa Kayu Besi yaitu, pantangan membawa pisang dan telur ke kawasan perairan seperti sungai, kulong, dan muara, dan proses penangkapan dan membunuh buaya yang telah mengganggu dan memangsa manusia dilakukan oleh orang ahli buaya di desa yang disebut “Pawang”.

Pawang adalah orang yang memang turun temurunnya telah ahli dalam menangani buaya.

Dalam proses membunuh buaya pawang yang dipercayai masyarakat punya ritual tersendiri, dimana buaya yang terlibat dalam konflik akan dibunuh dengan cara memotong kepala buaya , untuk bagian kepala dan badan dipisahkan.

Setelah itu bagian kepala dan badan dikuburkan di tempat yang berbeda , hal ini dipercayai jika buaya tersebut adalah makhluk gaib yang menjaga sungai kawasan mereka.

Jika dikuburkan di tempat yang sama maka buaya tersebut bisa hidup kembali dan akan membalaskan dendamnya kembali.

Baca juga:   Berbagi Buku untuk Tumbuhkan Minat Baca ke Anak

Kearifan lokal yang dibuat dan dipatuhi oleh masyarakat desa tentu saja bertujuan untuk menghindarkan masyarakat desa dari gangguan dan serangan buaya yang dapat menyebabkan terjadinya konflik.

Namun, upaya tersebut belum tepat dan kurang optimal dikarenakan belum adanya kesadaran dari masyarakat untuk tidak merusak ekosistem perairan dan habitat buaya. Berdasarkan data hasil survei dan wawancara, belum adanya upaya mitigasi konflik yang tegas seperti pemetaan habitat buaya dan pemasangan tanda bahaya di habitat buaya.

Selain itu juga belum adanya upaya edukasi masyarakat terkait konflik satwa liar dan manusia di desa tersebut sehingga masyarakat belum terbuka tentang kondisi konflik buaya dan manusia serta upaya mitigasi yang dilakukan.

Walaupun dari segi kearifan lokal masyarakat sudah membuat peraturan yang harus diikuti dan memiliki tujuan untuk menghindari dari keganasan gangguan buaya yang menyebabkan konflik.

Namun seharusnya upaya Mitigasi yang sesuai dengan prosedur bisa diberikan kepada masyarkat.

Misalnya seperti pemasangan papan peringatan tentang kawasan yang didiami predator buaya. Hal ini perlu menjadi perhatian aparatur pemerintahan desa dan daerah agar dapat melakukan upaya-upaya pencegahan agar konflik antara buaya dan manusia bisa terminimalisir dengan baik.

Ditulis oleh Mahasiswa Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam
Fakultas Teknik dan Sains
Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Heri.

(*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: bangkaKearifan Lokal


Related Posts

Someah Hade ka Semah. (generate by DreaminaAI)
HEADLINE

Bukan Sekadar Senyum! Inilah Rahasia Filosofi Soméah Hadé ka Sémah yang Membuat Siapa Pun Merasa Jatuh Cinta Saat Menginjakkan Kaki di Pasundan!

29 Januari 2026
Jaka, Mang Dadang dan Mang Ade. (generate by dreaminaAI)
HEADLINE

Kekuatan Sauyunan (Bagian 2): Rahasia Naskah Lontar Sanghyang Siksa Kandang Karesian

28 Januari 2026
generate by GeminiAI
HEADLINE

Misteri Leuweung Titipan (Bag.1): Amanat Aki Karma di Tanah Parahyangan

27 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Napoli kalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Liga Italia. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)
HEADLINE

Napoli Amankan Tiga Poin di Maradona Stadium: Partenopei Tumbangkan Fiorentina Skor 2-1 dan Terus Tempel Ketat Posisi Papan Atas Klasemen

1 Februari 2026

NAPOLI, WWW.PASJABAR.COM -- Napoli berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Fiorentina dalam lanjutan kompetisi Liga Italia pekan...

Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

1 Februari 2026
Borneo FC menang dramatis 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 1 Februari 2026. Gol Koldo Obieta bawa Borneo FC pepet Persib di puncak klasemen. (instagram/@borneofc.id)

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

1 Februari 2026
Chelsea menang comeback atas West Ham United. (Foto: REUTERS/David Klein)

Comeback Fantastis Di Stamford Bridge: Chelsea Taklukkan West Ham United 3-2 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Pada Babak Pertama

1 Februari 2026
Skuad Arsenal merayakan gol Martin Zubimendi ke gawang Leeds United, Sabtu (31/01/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

1 Februari 2026

Highlights

Comeback Fantastis Di Stamford Bridge: Chelsea Taklukkan West Ham United 3-2 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Pada Babak Pertama

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

Barcelona Bungkam Elche 3-1: Lamine Yamal Tampil Sempurna Saat Blaugrana Curi Poin Penuh Di Estadio Martinez Valero

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

Universitas Esa Unggul dan UNDIP Juara Umum STKIP Pasundan Open Tournament Piala Kemenpora 2026 Series II

Bojan Hodak Bongkar Rahasia! Alasan Andrew Jung Langsung Ditarik Keluar Usai Cetak Gol ke Gawang Persis Solo

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.