CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 5 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASKESEHATAN

Indonesia Mempunyai Masalah Kelembaman Fisik yang Serius, Begini Cara Mengatasinya

Nurrani Rusmana
19 Agustus 2023
Indonesia Mempunyai Masalah Kelembaman Fisik yang Serius, Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sudah tidak menjadi kondisi darurat kesehatan global sejak Jumat (5/5/2023). Artinya, per tanggal tersebut, status pandemi telah resmi berakhir.

Dilansir dari laman itb.ac.id pada Sabtu (19/8/2023), namun data pada bulan Mei 2023, menyatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan 6.932.591 jiwa di seluruh dunia meninggal dunia. Dengan demikian, hingga Mei 2023, rata-rata kematian akibat pandemi Covid-19 adalah 2.310.864 jiwa per tahunnya.

Jumlah korban akibat pandemi Covid-19 memang terbilang cukup tinggi, akan tetapi jika dibandingkan dengan pandemi perilaku kelembaman fisik (inactivity pandemic), hal tersebut pun tak kalah memprihantinkan.

Menurut data Nature (2017), kematian yang disebabkan perilaku kelembaman dapat mencapai 5.300.000 kematian per tahunnya di dunia. Bahkan, hingga kini pun masih berlangsung.

Sebagai informasi, kelembaman fisik merupakan perilaku keengganan bergerak warga masyarakat yang berdampak buruk bagi kesehatan. Hal ini pun dapat menurunkan harapan hidup seseorang.

“Hal ini terjadi, misalnya ketika seseorang lebih banyak duduk, tiduran di sofa sambil menonton tv atau banyak duduk di depan meja komputer,” kata salah satu tim peneliti dari Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur (KK PA) SAPPK ITB, Dr. Ir. Mochamad Prasetiyo Effendi Yasin, M.Arch., M.A.UD., melalui keterangan resminya.

Baca juga:   Mantan Hakim Agung Prof. Komariah E. Sapardjaja Meninggal Dunia

WHO pun menyatakan fenomena kelembaman fisik ini adalah pandemi bagi warga dunia. Bahkan, penyebab kematian utama di dunia, yakni stroke serta serangan jantung, dapat disebabkan oleh perilaku kelembaman fisik yang tidak sehat.

Masalah Kelembaman Fisik di Indonesia

Ia menuturkan bahwa Indonesia menjadi negara yang mempunyai masalah kelembaman fisik yang serius. Menurut studi yang dilakukan oleh peneliti di Stanford, penduduk Indonesia memiliki masalah serius mengenai aktivitas berjalan kaki.

“Berdasarkan data penghitung langkah akselerometer dari ratusan ribu ponsel di seluruh dunia, rata-rata orang di Indonesia mengambil langkah paling sedikit per hari dibandingkan negara mana pun yang ditinjau oleh para peneliti,” begitu menurut studi yang dilakukan peneliti Stanford.

Sebagai pembanding, penduduk China umumnya berjalan sebanyak 6.189 langkah per harinya, sementara masyarakat Indonesia hanya sebanyak 3.513 langkah per hari. Jumlah ini pun masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga, Filipina, dengan jumlah 4.008 per harinya.

“Upayanya merubah perilaku masyarakat agar lebih sehat semestinya menjadi masalah kita semua. Baik pihak pemerintah, pihak swasta dan warga masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:   Suju Mahasiswa FEB Unpas : Konsisten Dengan Tujuan

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik untuk Atasi Masalah Kelembaman Fisik

Salah satu yang hal yang dapat mengatasi masalah kelembaman fisik adalah membangun kebiasaan berjalan kaki. Indonesia perlu lebih mengkampanyekan berjalan kaki, sebagai aktivitas utama di dalam kota. Agar masyarakat pun lebih sehat dan sejahtera.

Dr. Prasetiyo menjelaskan ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan perannya agar masyarakat semakin leluasa. Pertama adalah soal kebijakan. “Keberpihakan dan pemberian insentive hendaknya diberikan pada moda transportasi yang dapat meningkatkan kesehatan bagi masyarakat, tidak menghasilkan polusi, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya kebijakan peraturan juga hendaknya mendukung serta memberikan perlindungan maksimal bagi non motorized transportation mode, seperti untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda.

Kemudian yang perlu diperhatikan adalah kualitas ruang publik, yang hendaknya dibangun dengan material serta kualitas pekerjaan yang prima. Tujuannya untuk makin menjamin keberlanjutan serta keselamatan pengguna.

Lalu integrasi sistem jalur pejalan kaki dan sepeda yang juga perlu diperhatikan dalam perencanaan strategis pemanfaatan ruang publik. Dalam perencanaan transportasi perlu pula memasukkan fasilitas pejalan kaki serta sepeda sebagai salah satu moda transportasi yang terintegrasi dengan jaringan perkotaan.

Ruang publik juga perlu memiliki ambience atau suasana dan karakter yang menyenangkan bagi pejalan kaki. Salah satu unsur yang penting adalah dengan kehadiran pohon-pohon di sekitarnya.

Baca juga:   Kisruh SBM ITB dan Rektor di Bahas Bersama DPR

Tak hanya dapat melindungi diri dari panas matahari, semakin teduh pepohonan juga dapat membangun suasana yang menyenangkan bagi para pejalan kaki. Sehingga mereka juga dapat beraktivitas lebih lama di ruang publik.

ITB sebagai perguruan tinggi yang juga mengusung eco-campus dapat menjadi wadah yang strategis bagi perubahan perilaku masyarakat untuk lebih aktif bergerak.

Selain itu, mengoptimalkan fungsi ruang publik juga dapat menjadi cara untuk masyarakat lebih termotivasi lebih banyak bergerak dan beraktivitas di ruangan terbuka.

Hal ini sejalan dengan ITB yang juga telah mendukung langkah Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung) dalam program revitalisasi Jalan Ganesa. Jalan Ganesa sendiri merupakan salah satu ruang hijau sekaligus kawasan pendidikan yang ada di Kota Bandung.

Kawasan hijau di Jalan Ganesa dan kampus ITB, tidak hanya dapat menjadi contoh ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Namun dapat membangun perubahan perilaku serta gaya hidup masyarakat yang lebih sehat. Selain itu, ruang hijau di sini pun dapat membuat masyarakat lebih nyaman beraktivitas serta bersosialisasi. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: ITBkelembaman fisikmalas bergerak


Related Posts

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda
HEADLINE

ITB Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Top Eropa di Belanda

25 April 2026
itb utbk
HEADLINE

Pelaksanaan UTBK 2026 di ITB Hari Pertama Berjalan Lancar

22 April 2026
ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Beckham Putra kembali jadi kapten Persib vs Persita. Bojan Hodak jelaskan alasan Marc Klok dicadangkan dan rotasi skuad untuk laga penting ini. (Foto: Official Persib)
HEADLINE

Beckham Putra Ungkap Krusialnya Kemenangan atas PSIM

5 Mei 2026

WWW.PASJABAR.COM - Gemuruh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (4/5/2026) sore, pecah saat laga baru...

Pelatih Persib Bojan Hodak siap lakukan rotasi saat hadapi Persita demi jaga kebugaran jelang laga ACL 2. Duel sengit di Bali bakal panas!

Catatan Bojan Hodak Usai Persib Bandung Tumbangkan PSIM

5 Mei 2026
China resmi menjadi juara Thomas Cup 2026 setelah mengalahkan Prancis 3-1 di final. Simak rekap pertandingan dan sejarah baru tim Prancis di sini. (AP)

China Segel Gelar Juara Thomas Cup 2026, Prancis Ukir Sejarah Baru di Denmark

4 Mei 2026
Inter Milan resmi meraih gelar Scudetto ke-21 setelah mengalahkan Parma 2-0. Trofi perdana bagi pelatih Cristian Chivu di musim debutnya. (Getty Images Sport)

Inter Milan Resmi Segel Gelar Juara Serie A 2025-2026, Raih Scudetto ke-21!

4 Mei 2026
Pemkot Bandung mempertimbangkan perpanjangan waktu seleksi pengelola Kebun Binatang Bandung karena minimnya peminat akibat persyaratan ketat. (Eci/pasjabar)

Pendaftaran Segera Ditutup, Pemkot Bandung Pertimbangkan Perpanjangan Seleksi Pengelola Kebun Binatang

4 Mei 2026

Highlights

Inter Milan Resmi Segel Gelar Juara Serie A 2025-2026, Raih Scudetto ke-21!

Pendaftaran Segera Ditutup, Pemkot Bandung Pertimbangkan Perpanjangan Seleksi Pengelola Kebun Binatang

Pohon Kiara Payung Tumbang di Jalan Encep Kartawiria Cimahi, 11 Orang Jadi Korban

Aksi Heroik “Kepala Beton” Harry Maguire Selamatkan Gawang Manchester United, Setan Merah Kunci Tiket Liga Champions!

Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Solusi dan Inovasi

Prabowo Berantas Korupsi Jadi Sorotan, Publik Desak Penindakan Tegas

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.