CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 4 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASHIBURAN

Tanggapan Psikolog Soal Etika dan Kejujuran Penonton Coldplay di Indonesia

Nurrani Rusmana
25 November 2023
Tanggapan Psikolog Soal Etika dan Kejujuran Penonton Coldplay di Indonesia

Xyloband. (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Pihak manajemen Coldplay meyebut dari total 80.000 penonton konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Rabu (15/11/2023), 18.400 di antaranya tidak mengembalikan Xyloband.

Xyloband merupakan gelang canggih yang menjadi simbol konser. Hal ini tentunya menarik perhatian banyak pihak. Fenomena ini memunculkan pertanyaan krusial tentang etika dan kejujuran di kalangan penonton Coldplay di Indonesia.

Dilansir dari ANTARA, Psikolog Perkembangan Anak, Remaja, dan Pendidikan, Theresia Novi Poespita Candra memberikan pandangan. Kepada ANTARA via telepon, Sabtu, dosen dari Universitas Gajah Mada (UGM) itu mengatakan Indonesia tengah menghadapi krisis etika, dengan kejujuran menjadi salah satu korban utamanya.

Ia menganggap mengembalikan gelang atau Xyloband adalah bentuk etika, dan tidak melakukannya merupakan contoh nyata dari krisis etika yang tengah melanda masyarakat.

Novi juga menyebut krisis etika di Indonesia sebenarnya tidak hanya tercermin pada pengembalian gelang konser, melainkan juga merembes ke dalam perilaku sehari-hari. Contoh sederhananya, perilaku membuang sampah sembarangan, tanpa memperhatikan etika kebersihan, juga merupakan contoh dari krisis etika yang tengah terjadi.

Era digital dan dampaknya

Era digital, menurut Novi, memainkan peran besar dalam memperburuk kondisi ini. Kecenderungan untuk merespons secara cepat dan tanpa berpikir panjang seringkali dipicu oleh teknologi, yang mempercepat segala sesuatu dalam hidup kita.

Sebagai contoh, dalam dunia digital, ketika seseorang tidak menyukai atau tidak sependapat, orang tersebut bisa langsung menghapus pertemanan, tanpa memedulikan etika dan dampaknya pada hubungan sosial.

Baca juga:   Coldplay Konser di Jakarta 15 November 2023, Catat Tanggal Penjualan Tiketnya!

Penting untuk memahami bahwa cara berpikir instan ini dipicu oleh cara kerja teknologi, yang cenderung mengejar efektivitas dan efisiensi.

Namun, konsekuensi dari perilaku ini adalah kurangnya pertimbangan terhadap emosi orang lain dan dampak yang mungkin ditimbulkan.

Dalam konteks ini, Novi mengatakan tidak mengembalikan barang, seperti Xyloband, adalah contoh nyata dari tindakan yang tidak etis, karena tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap pihak lain.

Salah satu aspek yang perlu dicermati adalah peran teknologi dalam membentuk cara berpikir dan bertindak manusia.

Ketidakmampuan berdialog juga menjadi salah satu dampak negatif dari era digital ini. Dengan segala kemudahan dan kecepatan informasi yang diberikan teknologi, terjadi penurunan kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan dampak dari tindakan yang diambil.

Dari perspektif psikologi, Novi menjelaskan bahwa otak manusia memiliki bagian korteks prefrontal yang salah satunya memiliki tugas untuk membuat keputusan etik.

Namun, penelitian menunjukkan di Indonesia, terutama di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, prefrontal cortex anak usia 15 tahun ke atas cenderung lemah karena kurangnya stimulasi melalui pendidikan.

Pendidikan sebagai solusi

Pendidikan, menurut Novi, memiliki peran krusial dalam membentuk moral dan etika. Sayangnya, pendidikan di Indonesia, menurutnya, belum mampu membangun kesadaran diri dalam berperilaku.

Novi menyoroti kebijakan pendidikan yang lebih fokus pada standarisasi akademis, literasi, dan numerasi tanpa memberikan penekanan pada moral dan etika. Novi berpendapat perubahan paradigma pendidikan, dengan fokus pada kesadaran diri dan dialog, dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi krisis etika.

Baca juga:   Electric Karting Race 2024: Lomba Gokart Listrik Pertama di Indonesia Hadir di Bandung

Moral dan etika terbentuk melalui moral reasoning, yang dapat dikembangkan melalui pendidikan yang melibatkan dialog dan diskusi.

Dalam jurnal Bhinaka Tunggal Ika, volume 2, nomor 1, Mei 2015 karya Amrina Rosyada, menyebut pendekatan moral reasoning merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran melalui diskusi kelompok.

Namun, kata Novi, kebiasaan mendiskusikan hal-hal etis belum menjadi fokus utama pendidikan di Indonesia. Penting untuk mencermati bahwa dampak dari ketidakmampuan berdialog ini dapat terlihat dalam berbagai aspek masyarakat.

Fenomena ini seharusnya menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan pendidikan berbasis kesadaran diri dan dialog, sebagai langkah krusial dalam mengatasi krisis etika yang tengah melanda.

Tingkah Laku Dipengaruhi Lingkungan Sekitar

Merujuk pada dari teori social learning dari Albert Bandura dalam buku Belajar dan Pembelajaran karya Moh. Suardi (2018), menyebut manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya.

Dengan kata lain, orang terdekat, termasuk orang tua, bisa menjadi contoh bagi anak-anak mereka terkait dengan perilaku.

Bila perilaku yang ditampilkan tidak baik, kondisi tersebut dapat turun-menurun dan menjadi tidak baik.

Tetapi, menurut Novi, kebiasaan tidak baik dari orang tua atau lingkungan sekitar bisa diputus rantainya dengan adanya peran dari pemerintah sebagai pembuat peradaban baru melalui pendidikan formal.

Di sekolah, pembelajaran social emotional learning (SEL), seperti yang dilakukan di negara-negara maju, dapat menjadi kunci untuk menciptakan perubahan positif.

Baca juga:   Konser SHINee World Tampil 4 April Mendatang

Jika anak-anak mendapatkan cara berpikir baru di sekolah, kebiasaan di rumah mereka dapat terhapus dengan sendirinya. Etika tidak hanya sebatas akademis, melainkan dapat ditanamkan melalui pendidikan yang melibatkan diskusi dan dialog.

Oleh karena itu, pendidikan formal dan peran guru menjadi krusial dalam memberikan pelatihan untuk belajar berdialog, bukan sekadar memberikan materi pembelajaran.

Di negara-negara maju, pendidikan etika sudah menjadi pondasi di tingkat SD, sementara di tingkat SMP dan SMA, etika sudah menjadi bagian dari warga negara.

Pemerintah Perlu Rubah Orientasi Pendidikan

Pemerintah perlu mengubah orientasi pendidikan untuk membangun peradaban baru, bukan hanya mengejar ketertinggalan nilai numerasi dan literasi. Negara seperti Vietnam, kata Novi, bahkan sudah tidak lagi mengukur numerasi dan literasi sebagai prioritas utama.

Semua pihak memiliki peran masing-masing dalam mengatasi krisis etika ini. Memperbanyak ruang interaksi dan dialog menjadi hal yang sangat penting. Orang tua perlu memiliki keterampilan seperti mendengar dan berkonsekuensi, yang akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan etika anak-anak.

Dalam merangkai kebijakan pendidikan, pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk merombak sistem pendidikan yang lebih memperhatikan aspek moral dan etika.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia dapat melangkah menuju arah yang lebih etis, beradab, dan bertanggung jawab, sehingga krisis etika yang tengah melanda dapat diatasi secara komprehensif. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: Coldplaypenonton coldplayXyloband


Related Posts

Cerita Korban Penipuan Tiket Konser Coldplay
PASNUSANTARA

Cerita Korban Penipuan Tiket Konser Coldplay

23 Mei 2023
Penipuan Penjualan Tiket Online Coldplay Ramai di Medsos, Polisi Masih Selidiki
PASNUSANTARA

Penipuan Penjualan Tiket Online Coldplay Ramai di Medsos, Polisi Masih Selidiki

19 Mei 2023
Coldplay Konser di Jakarta 15 November 2023, Catat Tanggal Penjualan Tiketnya!
HEADLINE

Coldplay Konser di Jakarta 15 November 2023, Catat Tanggal Penjualan Tiketnya!

9 Mei 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Manajer Arsenal Mikel Arteta. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill - AMA)
HEADLINE

Arteta Tantang Pengkritik Berdebat: Manajer Arsenal Minta Nama dan Alamat Orang yang Menyebut Timnya Terlalu Bergantung pada Bola Mati

4 Februari 2026

LONDON, WWW.PASJABAR.COM -- Manajer Arsenal Mikel Arteta secara terbuka menantang orang yang memberikan kritik bahwa timnya terlalu bergantung...

Michael Carrick saat memimpin latihan Manchester United (c) MUFC Official

Revolusi Michael Carrick di Old Trafford: Manchester United Mulai Incar Cole Palmer dan Ruben Neves Guna Perkuat Skuad Musim 2026

3 Februari 2026
Indonesia menang 3-2 atas Vietnam di perempat final Piala Asia Futsal 2026. (instagram/@timnasfutsal)

Lolos ke Semifinal Piala Asia Futsal 2026! Timnas Futsal Indonesia Tumbangkan Vietnam Lewat Drama Lima Gol yang Sangat Menegangkan di Indonesia Arena Jakarta

3 Februari 2026
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto. (Dok. PSSI)

Nova Arianto Kembali Pimpin Garuda Asia: Timnas U17 Indonesia Siap Hadapi Uji Coba Melawan China Jelang Piala Asia 2026

3 Februari 2026
Jeremy Jacquet (kanan). (AFP)

Benteng Masa Depan Anfield: Liverpool Resmi Amankan Jasa Bek Muda Prancis Jeremy Jacquet Untuk Memperkuat Lini Pertahanan Musim Depan

3 Februari 2026

Highlights

Nova Arianto Kembali Pimpin Garuda Asia: Timnas U17 Indonesia Siap Hadapi Uji Coba Melawan China Jelang Piala Asia 2026

Benteng Masa Depan Anfield: Liverpool Resmi Amankan Jasa Bek Muda Prancis Jeremy Jacquet Untuk Memperkuat Lini Pertahanan Musim Depan

Kenyataan Pahit Liga Nusantara: Enam Tim Resmi Terdegradasi ke Liga 4 Termasuk Tim Legendaris Persikabo dan PSDS Deli Serdang

Si Tembok Indonesia di Amsterdam: Maarten Paes Resmi Bergabung dengan Ajax dan Memperkenalkan Julukan Spesialnya Kepada Publik Liga Belanda

Karma Instan Supporter Anarkis: Pelaku Pelemparan Petasan Emil Audero Kehilangan Tiga Jari Tangan Akibat Ledakan

Indonesia vs Vietnam di Perempat Final AFC Futsal Asia 2026: Misi Balas Dendam Garuda Demi Sejarah Baru

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.