BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau STKIP Pasundan mengadakan lomba memanah di Kota Cimahi, Jawa Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh 255 peserta yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa, bertujuan untuk mencari bibit atlet memanah masa depan.
Ratusan peserta dari berbagai usia, mulai dari 9 tahun, mahasiswa, hingga peserta umum, berpartisipasi dalam lomba memanah yang diadakan di STKIP Pasundan, Kota Cimahi.
Lomba ini diadakan untuk memberikan akses terhadap aktivitas olahraga kepada kalangan pemula dan seluruh penggiat panahan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membina prestasi para pemula dalam bidang panahan dan mengevaluasi hasil dari latihan-latihan intensif yang telah dilakukan.
Dr. Akhmad Olih Solihin menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mendorong minat dan bakat anak-anak serta atlet dalam olahraga panahan.
Lomba ini juga menjadi agenda tahunan yang menjadi wadah bagi para peserta untuk mengembangkan potensinya di bidang panahan.
Panahan STKIP
STKIP Pasundan menyelenggarakan Kejuaraan Panahan “STKIP Pasundan Archery Open V” yang berlangsung pada 25-28 Juli 2024 lalu.
Kejuaraan yang digelar oleh UKM Panahan ini dilaksanakan di Lapang Serbaguna STKIP Pasundan Cimahi.
Kejuaraan STKIP Pasundan Archery Open V adalah acara tahunan yang memberikan kesempatan bagi para atlet panahan untuk mengasah keterampilan mereka.
Pada kesempatan kali ini, Cimahi Archery Centre berhasil meraih gelar Juara Umum.
Unpas Juara
Tenaga Kependidikan Universitas Pasundan (Tendik Unpas) yang tergabung dalam Archery Club berhasil meraih 2 medali perak dan 3 medali perunggu dalam Kejuaraan STKIP Pasundan Archery Open V.
Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Panahan STKIP Pasundan pada 25-28 Juli 2024 di Lapangan Serbaguna STKIP Pasundan Cimahi dan di Gor Disjas AD.
Medali perak diraih oleh Ecep Mumun dan Nenna Mutiara Rusanty dalam kategori Barebow Mix Team, sedangkan medali perunggu diperoleh oleh Ecep Mumun, Suherman, dan Maman Alamsyah dalam kategori Barebow Grup.
“Ada 100 atlet dari berbagai kota seperti Sukabumi, Bogor, dan daerah lainnya,” ujar Ecep Mumun pada Senin (29/7/2024) kemarin dikutip dari situs Unpas.
Prestasi ini diraih melalui kerja keras dan latihan rutin sebelum bertanding.
“Kami berlatih sebulan dengan target vertikal 20 cm yang terdiri dari 3 target, namun saat perlombaan hanya menggunakan 1 target. Tim sempat terkejut karena kesalahan dalam instruksi target yang diberikan,” katanya.
Namun, berkat latihan yang rutin, tim panahan dari Archery Club Unpas mampu mengatasi kendala tersebut. Ecep berharap timnya bisa kembali meraih medali untuk Unpas di tahun 2025.
Oleh karena itu, persiapan yang matang seperti latihan fisik dan mental sangat penting.
“Yang paling penting dalam persiapan kejuaraan adalah mental, fisik, dan fokus. Teknik dasar yang harus dikuasai adalah angkat, tarik, bidik, dan rilis,” ujarnya. (han)












