CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian I Religi “Keteladanan Bilal-Abu Dzar”

Hanna Hanifah
1 Agustus 2024
pasundan

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr.Didi Turmudzi, M.Si, (Foto : tie/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Oleh: Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANUDNG, WWW.PASJABAR.COM – Pada suatu hari Rasullullah saw. terlihat murka tatkala terjadi pertengkaran antara Abu Dzar dan Bilal. Saat itu, Abu Dzar menghina Bilal dengan kata-kata, “Hai anak haram dari perempuan hitam”.

Rasulullah saw. segera menepuk bahu Abu Dzar, seraya berkata, “Terlalu, terlalu. Tidak ada kelebihan orang putih atas orang hitam, kecuali atas amal saleh”. Saat itu, Abu Dzar segera menjatuhkan dirinya ke tanah, diratakannya pipinya dengan tanah dan meminta Bilal menginjak kepalanya sebagai tebusan atas kesombongannya sebab kesombongan dalam Islam adalah dosa besar.

Dalam sejarah, tercatat para penguasa otoriter yang penuh kesombongan dengan kekuasaan, akhirnya jatuh tersungkur tanpa kehormatan seperti Firaun, Hitler, Musolini, Marcos, dan lain-lain. Ini baru hukuman di dunia.

Baca juga:   Prof Didi Turmudzi : Prof. Eddy Jusuf, Contoh Sosok Inspirasi di Dunia Pendidikan

Sedangkan hukuman di akhirat, tentu lebih pedih sebagaimana disabdakan Rasullulah saw., “Akan dihimpun orang yang sewenangwenang dan takabur pada hari kiamat sebagai butir-butir debu. Mereka akan diinjak-injak manusia, karena sangat hinanya di sisi Allah SWT.”

Kelebihan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang harus dipahami sebagai amanah semata, sehingga ja dapat menjalankannya justru dengan penuh ke-tawadhu-an bukan kesombongan. Karena berbagai kelebihan itu pada dasarnya adalah semata karunia Allah SWT.

Perasaan sombong atau merasa benar sendiri justru sering menjadi sumber perpecahan di antara umat, karena rendahnya sikap toleransi dan aling menghargai perbedaan. Hal ini sudah terbukti dalam sejarah, bahwa mat Islam sangat sulit disatukan dalam satu pandangan atau mazhab semata. Karena itu, menjadi sesuatu yang mustahil kalau bukan disebabkan mukjizat Allah SWT.

Baca juga:   Kembali Berjaya, Kart Team HMM Unpas Raih Prestasi Tingkat Asia

Dalam kaitan ini, patut kita renungi firman-Nya, “Sesungguhnya kaum Muslimin ini bersaudara”, atau “Dan berpegang teguhlah kepada tali Allah dan jangan berpecah belah”.

Sudah terbukti bahwa perpecahan di kalangan umat Islam adalah salah satu sumber kelemahan, sehingga musuh-musuh Islam dengan leluasa menghinakan umat Islam.

Lihatlah, bagaimana negara kecil Israel dengan sewenang-wenang menggempur umat Islam di Lebanon yang notabene negara-negara di sekitarnya adalah negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Akan tetapi, para pemimpinnya justru terpana tanpa bisa berbuat apa-apa dan hanya menjadi penonton terhadap pembantaian saudaranya.

Oleh karena itu, kita di Indonesia mestinya banyak belajar dari sejarah dan pengalaman negara lain bagaimana kesatuan umat ini harus dibangun, sehingga menjadi satu kekuatan dari tauhidul ibadah menjadi tauhidul ummah, dari kesatuan ibadah ini akan melahirkan kesatuan umat.

Lihatlah bagaimana ibadah-ibadah ritual dalam Islam menunjukkan hal itu. Janganlah karena perbedaan-perbedaan kecil dan parsial seperti perbedaan pendapat, organisasi, partai, dan pemimpin, lalu kesatuan umat terpecah dan berkeping. Akibatnya, umat menjadi lemah dan terpuruk sehingga hilanglah kilauan emas kejayaannya.

Baca juga:   Persib Sulit Jadi Tim Kompak, Ini Alasannya

Terlebih kita di Jawa Barat yang masyarakatnya mayoritas Muslim, harus menjadi contoh bagaimana kesatuan umat Islam ini dibangun. Hal ini selaras pula dengan salah satu filosofi Sunda yang senapas untuk membangun kesatuan umat ini, “sing untut raut sauyunan, sa babad sapihanean, ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salogak”.

Kesatuan umat ini perlu untuk membangun bangsa dan masyarakat dari berbagai masalah dan kendala. Berbagai bencana di tanah air dan terakhir di Pangandaran, mestinya menjadi pelajaran dan pertobatan kolektif untuk menjadikan hari esok yang lebih baik. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Galaxy S26 Ultra. (samsung.com)
HEADLINE

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

18 April 2026

WWW.PASJABAR.COM – Samsung kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan meluncurkan lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26...

Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres memberikan salam kepada suporter di Lisbon jelang laga melawan Sporting CP, 8 April 2026. (c) AP Photo/Armando Franca

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

17 April 2026
Kapten Sporting Portugal, Morten Hjulmand. (Gettyimages)

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

17 April 2026
Ratusan massa padati Gedung Merdeka Bandung dalam aksi damai bela Palestina. Massa menuntut penolakan normalisasi dengan Israel dan kemerdekaan penuh Palestina. (Eci/pasjabar)

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

17 April 2026
Foto: Inter via Getty Images/Mattia Pistoia - Inter

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

17 April 2026

Highlights

Gema Perlawanan dari Gedung Merdeka: Ratusan Massa di Bandung Tolak Normalisasi dengan Israel

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.