CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Aweuhan Pasundan: Bagian I Religi “Keteladanan Bilal-Abu Dzar”

Hanna Hanifah
1 Agustus 2024
pasundan

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr.Didi Turmudzi, M.Si, (Foto : tie/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Oleh: Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si.

Paguyuban Pasundan
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

BANUDNG, WWW.PASJABAR.COM – Pada suatu hari Rasullullah saw. terlihat murka tatkala terjadi pertengkaran antara Abu Dzar dan Bilal. Saat itu, Abu Dzar menghina Bilal dengan kata-kata, “Hai anak haram dari perempuan hitam”.

Rasulullah saw. segera menepuk bahu Abu Dzar, seraya berkata, “Terlalu, terlalu. Tidak ada kelebihan orang putih atas orang hitam, kecuali atas amal saleh”. Saat itu, Abu Dzar segera menjatuhkan dirinya ke tanah, diratakannya pipinya dengan tanah dan meminta Bilal menginjak kepalanya sebagai tebusan atas kesombongannya sebab kesombongan dalam Islam adalah dosa besar.

Dalam sejarah, tercatat para penguasa otoriter yang penuh kesombongan dengan kekuasaan, akhirnya jatuh tersungkur tanpa kehormatan seperti Firaun, Hitler, Musolini, Marcos, dan lain-lain. Ini baru hukuman di dunia.

Baca juga:   Prof. Didi Turmudzi : Mang Ihin Layak Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Sedangkan hukuman di akhirat, tentu lebih pedih sebagaimana disabdakan Rasullulah saw., “Akan dihimpun orang yang sewenangwenang dan takabur pada hari kiamat sebagai butir-butir debu. Mereka akan diinjak-injak manusia, karena sangat hinanya di sisi Allah SWT.”

Kelebihan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang harus dipahami sebagai amanah semata, sehingga ja dapat menjalankannya justru dengan penuh ke-tawadhu-an bukan kesombongan. Karena berbagai kelebihan itu pada dasarnya adalah semata karunia Allah SWT.

Perasaan sombong atau merasa benar sendiri justru sering menjadi sumber perpecahan di antara umat, karena rendahnya sikap toleransi dan aling menghargai perbedaan. Hal ini sudah terbukti dalam sejarah, bahwa mat Islam sangat sulit disatukan dalam satu pandangan atau mazhab semata. Karena itu, menjadi sesuatu yang mustahil kalau bukan disebabkan mukjizat Allah SWT.

Baca juga:   Tunku Ismail Tegas! Bukan VFF yang Laporkan Malaysia, Ini Fakta dari AFC

Dalam kaitan ini, patut kita renungi firman-Nya, “Sesungguhnya kaum Muslimin ini bersaudara”, atau “Dan berpegang teguhlah kepada tali Allah dan jangan berpecah belah”.

Sudah terbukti bahwa perpecahan di kalangan umat Islam adalah salah satu sumber kelemahan, sehingga musuh-musuh Islam dengan leluasa menghinakan umat Islam.

Lihatlah, bagaimana negara kecil Israel dengan sewenang-wenang menggempur umat Islam di Lebanon yang notabene negara-negara di sekitarnya adalah negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Akan tetapi, para pemimpinnya justru terpana tanpa bisa berbuat apa-apa dan hanya menjadi penonton terhadap pembantaian saudaranya.

Oleh karena itu, kita di Indonesia mestinya banyak belajar dari sejarah dan pengalaman negara lain bagaimana kesatuan umat ini harus dibangun, sehingga menjadi satu kekuatan dari tauhidul ibadah menjadi tauhidul ummah, dari kesatuan ibadah ini akan melahirkan kesatuan umat.

Lihatlah bagaimana ibadah-ibadah ritual dalam Islam menunjukkan hal itu. Janganlah karena perbedaan-perbedaan kecil dan parsial seperti perbedaan pendapat, organisasi, partai, dan pemimpin, lalu kesatuan umat terpecah dan berkeping. Akibatnya, umat menjadi lemah dan terpuruk sehingga hilanglah kilauan emas kejayaannya.

Baca juga:   HIMAKSI STIE Pasundan Membina Mahasiswa yang Intelektual, Progresif

Terlebih kita di Jawa Barat yang masyarakatnya mayoritas Muslim, harus menjadi contoh bagaimana kesatuan umat Islam ini dibangun. Hal ini selaras pula dengan salah satu filosofi Sunda yang senapas untuk membangun kesatuan umat ini, “sing untut raut sauyunan, sa babad sapihanean, ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salogak”.

Kesatuan umat ini perlu untuk membangun bangsa dan masyarakat dari berbagai masalah dan kendala. Berbagai bencana di tanah air dan terakhir di Pangandaran, mestinya menjadi pelajaran dan pertobatan kolektif untuk menjadikan hari esok yang lebih baik. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: paguyuban pasundanpasundan


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
LPG
HEADLINE

Isu Kelangkaan LPG, Pertamina Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

30 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.