CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Kwarnas Resmi Rilis Tema dan Logo Hari Jadi Pramuka ke 63

pri
13 Agustus 2024
Kwarnas Resmi Rilis Tema dan Logo Hari Jadi Pramuka ke 63

Logo Hari Pramuka ke-63. (instagram/@pramuka.kotabandung)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Tahun 2024 ini merupakan hari jadi Gerakan Pramuka yang 63.

Untuk memeriahkan perayaannya, Kwarnas Gerakan Pramuka merilis tema dan logo Hari Pramuka Nasional 2024. Hal tersebut ditetapkan Kwarnas melalui Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 104 Tahun 2024 tentang Tema dan Logo 63 Tahun Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka juga mewajibkan agar seluruh anggota dan pemangku kepentingan di kwartir daerah turut mensosialisasikan dan menggunakan tema dan logo tersebut. Mulai dari kwartir cabang, kwartir ranting, gugus depan, satuan karya Pramuka, hingga satuan komunitas Pramuka.

Nah, berikut tema Hari Pramuka Nasional 2024 lengkap dengan logo dan sejarahnya. Yuk, disimak!

Tema dan Logo Hari Pramuka Nasional 2024
Merujuk pada surat keputusan di atas, Kwarnas Gerakan Pramuka menetapkan bahwa tema Hari Pramuka Nasional ke-63 tahun 2024 adalah “Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI”.

Adapun logo untuk Hari Pramuka Nasional KE-63 tahun 2024. Berikut penjelasan mengenai unsur Logonya:

  • Angka 6 dan angka 3 yang merupakan angka ulang tahun yang ke-63.
  • Angka 6 hasil stilasi dari Kelopak Tunas, sementara angka 3 yang menopang Logogram Tunas menjadi satu kesatuan yang kokoh.
  • Logotype “PRAMUKA” dengan warna dasar hitam.
  • Tema “Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI” ditulis dengan warna dasar putih.
Baca juga:   Febi Mahasiswi Unpas Multitalenta, Cerdas Berprestasi

Secara keseluruhan, logo 63 tahun gerakan pramuka ini diharapkan bisa membangun citra positif gerakan pramuka, serta setiap insan pramuka selalu berjiwa Pancasila, dan turut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejarah Hari Pramuka Nasional
Mengutip laman resmi Pramuka, pada awal kemunculannya di zaman Hindia-Belanda, Pramuka disebut sebagai Gerakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Gerakan kepanduan tersebut didirikan oleh Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO), sebuah organisasi yang dibentuk Belanda.

Kemudian, pada tahun 1916, organisasi tersebut akhirnya berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padviders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.

Pada saat itu, sebagian besar anggota NIPV adalah pandu-pandu keturunan Belanda. Namun, di tahun 1916 akhirnya berdirilah suatu organisasi kepanduan yang sepenuhnya merupakan pandu-pandu bumiputera.

Gerakan pandu milik bumiputera tersebut diberi nama Javaansche Padvinders Organisatie. Organisasi ini diprakarsai oleh Mangkunegara VII, pemimpin Keraton Solo.

Usai berdirinya Javaansche Padvinders, ternyata kian banyak organisasi kepanduan yang juga dibentuk, baik berbasi nasionalis hingga keagamaan. Misalnya, Padvinder Muhammadiyah (Hizbul Wathan), Nationale Padvinderij, Syarikat Islam Afdeling Pandu, Kepanduan Bangsa Indonesia, Tri Darma (Kristen), Kepanduan Masehi Indonesia, dan lain sebagainya.

Baca juga:   Bahrain Bikin Onar di Piala Teluk, Indonesia Wajib Waspada

Kepanduan yang di Hindia-Belanda ternyata berkembang cukup baik. Hal itu bahkan menarik perhatian dari Bapak Pandu Pramuka Dunia, yakni Lord Baden-Powell.

Pada awal Desember 1934, Baden-Powell bersama istri serta anak-anaknya mengunjungi organisasi kepanduan di beberapa kota Indonesia, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya.

Beberapa tahun setelah kunjungan tersebut, di tanggal 27-29 Desember 1945 diadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Surakarta. Dalam kongres tersebut diputuskan bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya gerakan organisasi kepramukaan di Indonesia.

Namun, organisasi tersebut tidak bertahan lama. Ketika Belanda kembali mengadakan agresi militer di tahun 1984, Pandu Rakyat dilarang berdiri di daerah-daerah yang sudah dikuasai Belanda.

Karena itu gerakan panduan kemudian dibentuk lagi dan lagi. Setiap dibubarkan Belanda, organisasi kepanduan lain terus bermunculan, seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), dan Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

Seiring perkembangannya, kepanduan Indonesia kemudian mencapai 100 organisasi yang tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo). Melihat hal tersebut, Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang saat itu merupakan Pandu Agung, mengusulkan untuk melebur berbagai organisasi kepanduan menjadi satu.

Baca juga:   Upacara Hari Pramuka ke-62 di Kota Bandung Diikuti 1.000 Anggota

Usulan tersebut kemudian pertama kali diungkapkan Presiden Soekarno ketika mengunjungi Perkemahan Besar Persatuan Kepanduan Putri Indonesia di Desa Semanggi, Ciputat, Tangerang, pada awal Oktober 1959. Saat itu, presiden pertama RI juga mengumpulkan tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan di Indonesia.

Ketika semua telah berkumpul, Soekarno menyatakan bahwa semua organisasi kepanduan yang ada akan dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka.

Tepat pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka akhirnya diperkenalkan secara resmi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan ketika sedang melaksanakan upacara di halaman Istana Negara.

Peresmian ini juga ditandai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX, selaku Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Panji tersebut lalu diteruskan kepada suatu barisan defile yang terdiri dari para Pramuka di Jakarta dan dibawa berkeliling kota.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: 14 Agustushari jadi Gerakan Pramuka yang 63Hari PramukaKwarnaslogoTema


Related Posts

Dasa Darma Pramuka: Makna dan Cara Menghapalnya dengan Cepat
HEADLINE

Ucapan Hari Pramuka ke 63 Tahun 2024

13 Agustus 2024
Upacara Hari Pramuka ke-62 di Kota Bandung Diikuti 1.000 Anggota
PASBANDUNG

Upacara Hari Pramuka ke-62 di Kota Bandung Diikuti 1.000 Anggota

28 Agustus 2023
DAY6 Bakal Comeback Dengan Tema “The Book of Us”
PASHIBURAN

DAY6 Bakal Comeback Dengan Tema “The Book of Us”

30 Maret 2021

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)
HEADLINE

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026

LANCASHIRE, WWW.PASJABAR.COM – Sejarah baru tercipta di kasta kedua sepak bola Inggris. Coventry City secara resmi memastikan...

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026
FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026

Highlights

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.