MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Akhir pekan ini, mata dunia sepak bola akan tertuju ke Etihad Stadium. Pertarungan antara Manchester City vs Arsenal bukan sekadar laga biasa, melainkan sebuah final dini yang akan menjadi penentu krusial siapa yang paling layak mengangkat trofi Premier League musim ini. Mikel Arteta kini berada di bawah tekanan besar. Meskipun baru saja memastikan tiket semifinal Liga Champions pada tengah pekan kemarin, posisi The Gunners di kompetisi domestik mulai goyah.
Kekalahan pahit dari Bournemouth dan tersingkirnya mereka dari FA Cup membuat keunggulan enam poin Arsenal di puncak klasemen kini berada dalam ancaman serius dari sang juara bertahan.
Masalah Kontrol Bola Viktor Gyokeres
Sorotan utama menjelang kunjungan ke Manchester tertuju pada lini serang. Viktor Gyokeres, yang merupakan mesin gol utama Arsenal musim ini, tampil kurang maksimal saat menghadapi Sporting CP di kompetisi Eropa. Penyerang asal Swedia tersebut terlihat kesulitan menjaga penguasaan bola (ball retention) di lini depan.
Kesulitan Gyokeres dalam menahan bola membuat alur serangan Arsenal sering terputus sebelum mencapai area berbahaya. Mantan pemain Chelsea, Joe Cole, memberikan kritik tajam atas performa sang striker.
“Viktor Gyokeres membuang peluangnya malam itu dalam hal menahan bola, dan itulah alasan utama dia ditarik keluar. Melawan tim seperti City, Anda tidak bisa membiarkan bola hilang begitu saja,” ujar Joe Cole.
Kai Havertz: Kunci Penyeimbang di Etihad?
Berbeda dengan Gyokeres, masuknya Kai Havertz sebagai pemain pengganti di laga terakhir terbukti mampu mengubah arah permainan secara signifikan.
Pemain asal Jerman itu memberikan rasa aman dalam penguasaan bola melalui teknik mumpuninya.
Havertz sering menjadi target umpan panjang David Raya untuk memecah pressing lawan, sekaligus menjadi penghubung cerdas dalam skema umpan pendek Arteta.
“Saya pikir Mikel Arteta harus memasang Kai Havertz sejak menit awal. Anda butuh pemain yang bisa menahan bola melawan tekanan tinggi Man City, dan Havertz melakukan itu jauh lebih baik,” tegas Cole.
Dilema dan Kelelahan Pemain Utama Skuad Mikel Arteta
Mencadangkan Gyokeres tentu akan menjadi keputusan yang sangat berani bagi Arteta. Bagaimanapun, ia adalah pencetak gol terbanyak klub saat ini.
Namun, statistik menunjukkan Gyokeres mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah mencatatkan lebih dari 3.000 menit waktu bermain musim ini.
Di sisi lain, muncul nama talenta remaja berusia 16 tahun, Max Dowman, yang tampil impresif dan mulai disebut-sebut layak mendapatkan menit bermain di laga besar.
Joe Cole bahkan mendesak Arteta agar tidak ragu memberikan kejutan jika strategi utama menemui jalan buntu.
Laga hari Minggu nanti akan menjadi pembuktian bagi kejeniusan taktik Mikel Arteta.
Kemenangan akan memperlebar jarak dan mendekatkan Meriam London ke takhta juara, namun kekalahan bisa mengembalikan kendali persaingan sepenuhnya ke tangan Pep Guardiola.












