CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 16 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Sebuah Renungan Menjelang 80 Tahun Kemerdekaan RI

Hanna Hanifah
6 Januari 2025
Sebuah Renungan Menjelang 80 Tahun Kemerdekaan RI

ilustrasi. (foto: freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Prof Didi Turmudzi
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

Oleh: Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si, Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan (Kemerdekaan RI)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sejarah Peradaban Manusia adalah sejarah perbudakan dan pemberontakan terhadap perbudakan itu seperti: Gerejawan di jaman Renaisance (Revolusi Renaisance). Bangsawan di jaman Revolusi Perancis, Kapitalis di jaman Revolusi Marxian.

Revolusi 1945 merupakan Revolusi yang diharapkan mampu secara tuntas membebaskan manusia dari segala bentuk kultur perbudakan, yang pada hakekatnya selalu berarti perbudakan manusia oleh pikirannya sendiri.

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa yang hanya bisa diberikan Allah bagi manusia yang beriman. Kemerdekaan dapat pula kita definisikan sebagai tingkat kesadaran manusia yang telah berhasil membebaskan diri dari pengusaan dunia materi, nafsu-nafsu hayati yang hanya mungkin terjadi kalau manusia telah mengenal Allah sebagai sumber cinta, sehingga ia mengabdi dengan Ikhlas hanya kepada-Nya. Bukan berarti manusia bebas dalam arti tidak lagi dipengaruhi oleh dunia materi dan nafsu-nafsu hayati, melainkan manusia berhasil menjadi master dari dunia materi, dari nafsu-nafsu hayati. Manusia hamba Allah yang identik menjadi Khalifatullah di Bumi.

Baca juga:   Vinicius Junior Cetak Hat-trick Ke-15 Real Madrid

Demokrasi perwakilan sebagaimana tertuang dalam Pancasila adalah ciri kehidupan sosial dalam masyarakat manusia Indonesia Merdeka. Selama manusia belum memiliki kemerdekaan sebagaimana didefinisikan di atas, kehidupan sosial tetap akan terperangkap dalam kultur perbudakan. Karena itu sejarah peradaban manusia hanyalah manifestasi lingkaran-lingkaran antara perbudakan dan kemerdekaan.

Proklamasi Kemerdekaan RI

Proklamasi Kemerdekaan adalah suatu proklamasi politik yang menegaskan bahwa ”Merdeka” adalah ”Mandiri”. Dengan kata lain Proklamasi Kemerdekaan adalah proklamasi ”Kemandirian”. Pernyataan kemerdekaan adalah suatu ”pernyataan budaya” yaitu untuk memangku nilai-nilai budaya berdaulat, melepaskan diri dari ketergantungan, kemampuan berbudaya untuk menolak ketergantungan, menolak perhambaan sebagai ”Kuli di Negeri Sendiri”. Sekaligus bersiteguh untuk tidak ragu menjadi ”Tuan di Negeri Sendiri”. Ke semuanya merupakan pernyataan budaya untuk meninggalkan ketertundukan dan melepas underdog mentality kaum Inlander.

Baca juga:   Draw, Mike Tyson vs Roy Jones Jr

Makna pernyataan kemerdekaan sebagai pernyataan budaya, salah satu bentuknya adalah tuntutan untuk merubah diri sendiri. Dimana dimasa jajahan merupakan kaum Inlander (Pribumi-Kelas Terendah) yang berada dibawah European (Kulit Putih-Kelas Teratas) dan kaum   Vreemde   Oosterlingen   (Timur  Asing-Kelas Menengah), dengan menegaskan kesetaraan non- diskriminatore. Lalu menyadari bahwa Indonesia merdeka dalam konstitusinya menegaskan: “…tiap-tiap warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya…”.

Dengan kata lain, egalite sebagai tuntutan peradaban mulia telah kita kawal sejak awal kemerdekaan kita dan ditegaskan disitu dalam konteks keluhuran emasipasi dan humanisme. Lagi-lagi realitasnya terbukti sulit melaksanakan tuntutan budaya merdeka di atas, tidak mudah melakukan cultural unlearning fundamental semacam itu. Seperti kita lihat kita tetap minder sebagai Inlander, tetap mudah kagum terhadap yang serba western berikut gebyar-gebyar globalisasi yang menyertainya.

Baca juga:   Middle Blocker Red Sparks Gemetar di Kampung Halaman Megawati

Kesadaran-kesadaran berdaulat, mandiri, berharkat martabat, berkehidupan cerdas (tidak sekedar berotak cerdas), tangguh, merupakan “tuntutan budaya” yang harus kita penuhi sebagai bangsa yang telah berani menyatakan kemerdekaannya. Namun kiranya kita belum berhasil melakukan unlearning, belum berhasil melepas mindset tekuk-lutut, dan juga lengah menggariskan strategi budaya dalam pembangunan nasional kita untuk dapat memenuhi “tuntutan budaya” fundamental. Dengan Kepemimpinan Nasional yang baru, ada harapan baru untuk melakukan perubahan, Saatnya Kita Bangkit. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Kemerdekaan RI


Related Posts

kemerdekaan RI
PASBANDUNG

Gebyar Kemerdekaan RI ke-79, Tiga Organisasi Gelar Cek Kesehatan Murah untuk Masyarakat

24 Agustus 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Bandung Zoo
HEADLINE

Bandung Zoo Dipadati Ribuan Pengunjung Saat Libur Panjang Isra Mi’raj

16 Januari 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM - Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati objek wisata Bandung Zoo yang berlokasi di Jalan...

stasiun bandung

Libur Isra Mi’raj, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Api Bandung

16 Januari 2026
Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis Akademisi bagi Bangsa

16 Januari 2026
Presiden Prabowo Dorong Riset Perguruan Tinggi Perkuat Industri Nasional

Presiden Prabowo Dorong Riset Perguruan Tinggi Perkuat Industri Nasional

16 Januari 2026
KAI Bandung

Libur Isra Mi’raj, KAI Daop 2 Bandung Tambah Kapasitas Keret

16 Januari 2026

Highlights

Presiden Prabowo Dorong Riset Perguruan Tinggi Perkuat Industri Nasional

Libur Isra Mi’raj, KAI Daop 2 Bandung Tambah Kapasitas Keret

Bojan Hodak Angkat Bicara: Menakar Realita di Balik Rumor Maarten Paes dan Joey Pelupessy ke Persib

Setengah Musim Kelam Adam Przybek: Antara Ekspektasi Besar dan Realita di Bawah Bayang-Bayang Teja Paku Alam

Mane Berpesta, Salah Merana: Senegal Menundukkan Mesir di Piala Afrika 2025 lewat Gol Roket Sadio Mane!

Misi Mustahil Michael Carrick: Debut di Derby Manchester dan Ujian Pemuncak Klasemen Arsenal!

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.