CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 1 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Sebuah Renungan Menjelang 80 Tahun Kemerdekaan RI

Hanna Hanifah
6 Januari 2025
Sebuah Renungan Menjelang 80 Tahun Kemerdekaan RI

ilustrasi. (foto: freepik)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Prof Didi Turmudzi
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

Oleh: Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si, Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan (Kemerdekaan RI)

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sejarah Peradaban Manusia adalah sejarah perbudakan dan pemberontakan terhadap perbudakan itu seperti: Gerejawan di jaman Renaisance (Revolusi Renaisance). Bangsawan di jaman Revolusi Perancis, Kapitalis di jaman Revolusi Marxian.

Revolusi 1945 merupakan Revolusi yang diharapkan mampu secara tuntas membebaskan manusia dari segala bentuk kultur perbudakan, yang pada hakekatnya selalu berarti perbudakan manusia oleh pikirannya sendiri.

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa yang hanya bisa diberikan Allah bagi manusia yang beriman. Kemerdekaan dapat pula kita definisikan sebagai tingkat kesadaran manusia yang telah berhasil membebaskan diri dari pengusaan dunia materi, nafsu-nafsu hayati yang hanya mungkin terjadi kalau manusia telah mengenal Allah sebagai sumber cinta, sehingga ia mengabdi dengan Ikhlas hanya kepada-Nya. Bukan berarti manusia bebas dalam arti tidak lagi dipengaruhi oleh dunia materi dan nafsu-nafsu hayati, melainkan manusia berhasil menjadi master dari dunia materi, dari nafsu-nafsu hayati. Manusia hamba Allah yang identik menjadi Khalifatullah di Bumi.

Baca juga:   Pascasarjana Unpas Dorong Pemanfaatan AI dan Teknologi Digital dalam Administrasi Perkantoran

Demokrasi perwakilan sebagaimana tertuang dalam Pancasila adalah ciri kehidupan sosial dalam masyarakat manusia Indonesia Merdeka. Selama manusia belum memiliki kemerdekaan sebagaimana didefinisikan di atas, kehidupan sosial tetap akan terperangkap dalam kultur perbudakan. Karena itu sejarah peradaban manusia hanyalah manifestasi lingkaran-lingkaran antara perbudakan dan kemerdekaan.

Proklamasi Kemerdekaan RI

Proklamasi Kemerdekaan adalah suatu proklamasi politik yang menegaskan bahwa ”Merdeka” adalah ”Mandiri”. Dengan kata lain Proklamasi Kemerdekaan adalah proklamasi ”Kemandirian”. Pernyataan kemerdekaan adalah suatu ”pernyataan budaya” yaitu untuk memangku nilai-nilai budaya berdaulat, melepaskan diri dari ketergantungan, kemampuan berbudaya untuk menolak ketergantungan, menolak perhambaan sebagai ”Kuli di Negeri Sendiri”. Sekaligus bersiteguh untuk tidak ragu menjadi ”Tuan di Negeri Sendiri”. Ke semuanya merupakan pernyataan budaya untuk meninggalkan ketertundukan dan melepas underdog mentality kaum Inlander.

Baca juga:   Kejati Jabar Tahan Tersangka Kasus Korupsi Pasar Sindangkasih Cigasong Kabupaten Majalengka

Makna pernyataan kemerdekaan sebagai pernyataan budaya, salah satu bentuknya adalah tuntutan untuk merubah diri sendiri. Dimana dimasa jajahan merupakan kaum Inlander (Pribumi-Kelas Terendah) yang berada dibawah European (Kulit Putih-Kelas Teratas) dan kaum   Vreemde   Oosterlingen   (Timur  Asing-Kelas Menengah), dengan menegaskan kesetaraan non- diskriminatore. Lalu menyadari bahwa Indonesia merdeka dalam konstitusinya menegaskan: “…tiap-tiap warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya…”.

Dengan kata lain, egalite sebagai tuntutan peradaban mulia telah kita kawal sejak awal kemerdekaan kita dan ditegaskan disitu dalam konteks keluhuran emasipasi dan humanisme. Lagi-lagi realitasnya terbukti sulit melaksanakan tuntutan budaya merdeka di atas, tidak mudah melakukan cultural unlearning fundamental semacam itu. Seperti kita lihat kita tetap minder sebagai Inlander, tetap mudah kagum terhadap yang serba western berikut gebyar-gebyar globalisasi yang menyertainya.

Baca juga:   Mahasiswa PGSD Unpas Terpilih Jadi Duta Persada Jawa Barat 2025

Kesadaran-kesadaran berdaulat, mandiri, berharkat martabat, berkehidupan cerdas (tidak sekedar berotak cerdas), tangguh, merupakan “tuntutan budaya” yang harus kita penuhi sebagai bangsa yang telah berani menyatakan kemerdekaannya. Namun kiranya kita belum berhasil melakukan unlearning, belum berhasil melepas mindset tekuk-lutut, dan juga lengah menggariskan strategi budaya dalam pembangunan nasional kita untuk dapat memenuhi “tuntutan budaya” fundamental. Dengan Kepemimpinan Nasional yang baru, ada harapan baru untuk melakukan perubahan, Saatnya Kita Bangkit. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Kemerdekaan RI


Related Posts

kemerdekaan RI
PASBANDUNG

Gebyar Kemerdekaan RI ke-79, Tiga Organisasi Gelar Cek Kesehatan Murah untuk Masyarakat

24 Agustus 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Syelomitha Wongkar jadi salah satu kandidat pengganti Megawati Hangestri di Timas Voli Putri Indonesia. (ANTARA FOTO)
HEADLINE

Megawati Hangestri Resmi Mundur dari Timnas Voli Putri, PBVSI Siapkan Empat Nama Pengganti

1 Mei 2026

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Kabar mengejutkan datang dari dunia bola voli tanah air. Bintang voli putri Indonesia, Megawati...

Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20 saat dirinya berseragam Bhayangkara U-20 di kompetisi EPA (Elite Pro Academy) Super League, di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). (Istimewa)

Buntut Tendangan Kungfu, Komdis PSSI Hukum Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis Larangan Bertanding Satu Tahun

1 Mei 2026
Cristiano Ronaldo. (AFP)

Mendekati Usia 41 Tahun, Cristiano Ronaldo Akui Akhir Karier Legendarisnya Sudah di Depan Mata

1 Mei 2026
Foto: Pavlo Gonchar/SOPA Images/LightRocket via Getty Images

Dituding Jadi Ajang Premium, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Menuai Kritik Pedas Suporter

1 Mei 2026
Foto: UEFA via Getty Images/Mattia Ozbot - UEFA

Tolak Wacana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina: Memalukan dan Khayalan!

1 Mei 2026

Highlights

Dituding Jadi Ajang Premium, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Menuai Kritik Pedas Suporter

Tolak Wacana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina: Memalukan dan Khayalan!

Gianni Infantino Pastikan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026, Bermain di Amerika Serikat Sesuai Jadwal

Gusur Borneo FC, Persib Bandung Amankan Takhta Klasemen Super League Akhir April 2026

Libur May Day, Lalu Lintas Lembang Dipadati Ribuan Kendaraan Wisatawan

Marc Klok Bongkar Amarah Bojan Hodak di Ruang Ganti

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.