BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Tanggul Sungai Cikapundung di Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jebol dan menyebabkan air meluap hingga merendam ribuan makam di pemakaman yang berada di pinggir sungai.
Akibatnya, tradisi nadran atau ziarah kubur sebelum bulan suci Ramadan terganggu.
Tanggul penahan air sepanjang 40 meter yang jebol mengakibatkan banjir melanda sekitar 5.000 makam di Pemakaman Umum Bojongsoang.
Sejumlah makam tertutup lumpur dan material sampah, bahkan beberapa di antaranya hancur akibat tergerus arus air yang kuat.
Rohmat, penjaga kebersihan TPU Bojongsoang, mengatakan bahwa air meluap dengan deras. Setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
“Hujan besar, kemudian air juga datang lebih besar karena tanggul ini kan jebol semua. Ya, sekitar lebih lah 5 ribuan. Ketinggian ada lah semeter setengah. Sekarang bekas-bekasnya lumpur semua, masih terendam sebagian,” ujarnya.
Langkah Antisipasi
Sebagai langkah darurat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum akan membangun tanggul sementara. Berupa geobox untuk mencegah banjir kembali merendam pemakaman.
Lenny Sukma Prihandani, Kasatker OP BBWS Citarum, mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pembersihan material yang roboh. Dan memasang geobox untuk penanganan sementara menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami akan melaksanakan tanggap darurat untuk kegiatan sementara. Yang diperlukan saat ini adalah tindakan cepat. Salah satunya membersihkan material yang roboh dan memasang geobox. Untuk menghadapi cuaca ekstrem yang masih berlangsung,” jelasnya.
Ke depan, BBWS Citarum bersama instansi pemerintah terkait akan segera melakukan perbaikan permanen pada tanggul yang jebol. Agar air tidak kembali meluap dan merusak area pemakaman. (fal)