BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Banjir bandang menerjang Kompleks Perumahan Lembah Parahyangan, Tegal Kawung, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat dini hari (28/2/2025).
Banjir bandang Ngamprah setinggi hampir satu meter ini menghanyutkan seluruh perabotan warga. Diduga akibat longsornya Tembok Penahan Tanah (TPT) yang menutup saluran air.
Rumah Warga Terendam, Perabotan Tak Bisa Diselamatkan
Pagi ini, warga yang terdampak sibuk membersihkan rumah dari sisa lumpur dan mengeluarkan barang-barang yang hanyut. Setidaknya, 15 rumah sempat terendam banjir.
“Tak ada perabotan yang bisa diselamatkan karena air datang begitu cepat saat tengah malam,” ungkap salah satu warga.
Beruntung, tidak ada kerusakan berarti pada bangunan rumah, dan saat ini banjir telah surut, meskipun menyisakan lumpur tebal.
Hujan Deras dan Longsor Picu Banjir Bandang
Berdasarkan penyelidikan BPBD Kabupaten Bandung Barat, banjir dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi sepanjang malam.
Hal ini menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) longsor, lalu ambruk dan menutup saluran air. Sehingga air meluap ke pemukiman warga.
“Kami masih mendata jumlah kerugian dan melakukan langkah-langkah penanganan,” ujar Suheri, anggota BPBD Kabupaten Bandung Barat.
BPBD dan Pemerintah Salurkan Bantuan
Saat ini, BPBD bersama pemerintah daerah telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Fokus utama petugas adalah memperbaiki kembali TPT dan tanggul yang jebol. Guna mencegah banjir bandang susulan. (uby)












