CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 2 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Pola Makan Buruk Saat Puasa Picu Masalah Pencernaan, Ini Tipsnya

Hanna Hanifah
24 Maret 2025
pola makan puasa

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Gangguan pencernaan seperti dispepsia, yang menyebabkan ketidaknyamanan pada perut, sering terjadi saat awal menjalankan ibadah puasa, terutama jika pola makan tidak diatur dengan baik.

Menurut dr. Nur Aini Hanifiah, Sp.PD, dalam sebuah webinar yang diikuti dari Jakarta pada Senin (24/3/2025), dilansir dari Antara, masalah pencernaan meningkat secara signifikan selama 10 hari pertama Ramadhan.

“Masalah puasa Ramadhan itu terutama pada saat 10 hari pertama, itu meningkat drastis di masalah pencernaan. Gejala-gejalanya, dan yang paling sering itu memang gejala dispepsia,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Gejala yang umum ditemukan di klinik selama periode ini adalah kembung, mual, dan nyeri ulu hati.

Ia menjelaskan bahwa gangguan terutama saat bulan puasa ini sering kali disebabkan oleh kebiasaan pola makan yang kurang baik. Seperti langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka setelah menahan lapar sepanjang hari.

Baca juga:   PASTV : BREAKING NEWS Kebakaran Gudang Pabrik PT Kasta Timbul

“Padahal sebenarnya kan pencernaan selama sekitar 12 sampai 14 jam kita berpuasa itu sedang beristirahat. Pada saat berbuka sebenarnya tidak disarankan untuk langsung makan banyak atau makan yang berlebihan,” jelasnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, tubuh akan mulai beradaptasi. Dan gejala pencernaan cenderung berkurang setelah 10 hari kedua puasa.

“Karena sudah terbiasa berpuasa setelah 10 hari kedua, jadinya tubuh dan masyarakat sudah bisa menahan hawa nafsu, tidak bergejolak lagi untuk makan banyak, sehingga gejalanya mulai berkurang,” tambahnya.

Untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan selama bulan Ramadhan dan libur Lebaran, pola makan sehat sangat penting.

Dr. Nur Aini menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan berlemak. Serta makanan dan minuman tinggi gula, karena dapat memicu masalah pencernaan.

Baca juga:   Pentingnya Pola Makan Bertahap Saat Sahur dan Berbuka Puasa

“Sebenarnya dianjurkan bagi orang sehat pun, yang tidak punya kolesterol tinggi. Seperti minyak itu sebenarnya sehari tuh hanya boleh dua sendok makan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar makanan gorengan, makanan berminyak, dan makanan tinggi lemak dikurangi. Selain itu, asupan gula tambahan juga harus dibatasi.

“Karena gula itu juga dibatasi, per harinya cuma boleh sekitar dua sendok makan juga,” ujarnya.

Pentingnya Kendali Porsi Makanan

Selain menjaga pola makan, ia menekankan pentingnya mengendalikan porsi makanan. Selama acara buka bersama atau perayaan Lebaran.

“Kita harus tahu kapasitas diri kita sendiri. Paling penting makan tuh tetap harus sesuai jam makannya, pagi, siang, malam. Dan sesuai dengan porsi yang sudah ditentukan. Itu tergantung berat badan masing-masing,” jelasnya.

Selama berpuasa dan Lebaran, menjaga hidrasi tubuh juga sangat penting.

Baca juga:   Cara Paguyuban Pasundan Lestarikan Bahasa Ibu

“Terutama pada saat puasa, hidrasi atau minum air putih itu harus terjaga. Disarankan, misalnya dua gelas saat buka puasa, empat gelas saat malam, dan dua gelas saat sahur,” katanya.

Selain menerapkan pola makan sehat, ia juga merekomendasikan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Agar tubuh tetap bugar selama bulan Ramadhan dan setelahnya.

Kurang tidur juga dapat berdampak buruk bagi Kesehatan. Sehingga ia menyarankan untuk tidak begadang dan menjaga waktu tidur. Antara tujuh hingga delapan jam per malam.

“Jadi ini bisa meningkatkan lemak, meningkatkan glukosa. Itulah mengapa hal-hal tersebut bila terganggu faktor-faktor risiko ini. Yang menyebabkan pada saat puasa selama ini dan saat Lebaran. Itu banyak terjadi peningkatan penyakit metabolik dan penyakit saluran cerna,” tutupnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: dispepsiagangguan pencernaanpola makan puasa


Related Posts

Alergi
HEADLINE

Alergi Gluten Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan hingga Anemia

11 Oktober 2025
pola makan puasa
HEADLINE

Pentingnya Pola Makan Bertahap Saat Sahur dan Berbuka Puasa

6 Maret 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

Mohammad Zaki Ubaidillah. (Foto: Dok. PP PBSI)
HEADLINE

Zaki Juara Thailand Masters 2026: Mohammad Zaki Ubaidillah Taklukkan Wakil Tuan Rumah Melalui Duel Sengit Rubber Game di Stadion Nimibutr

2 Februari 2026

BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM -- Babak final tunggal putra turnamen Thailand Masters 2026 mempertemukan pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah...

Pertamina Enduro menang 3-0 atas Bandung BJB Tandamata / @mojisports_

Jakarta Pertamina Enduro Balas Dendam: Megatron dan Kawan-Kawan Libas Bandung BJB Tandamata Skor 3-0

2 Februari 2026
Napoli kalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Liga Italia. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)

Napoli Amankan Tiga Poin di Maradona Stadium: Partenopei Tumbangkan Fiorentina Skor 2-1 dan Terus Tempel Ketat Posisi Papan Atas Klasemen

1 Februari 2026
Starting XI Inter Milan saat melawan Arsenal di Liga Champions. (c) AP Photo/luca

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

1 Februari 2026
Borneo FC menang dramatis 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada 1 Februari 2026. Gol Koldo Obieta bawa Borneo FC pepet Persib di puncak klasemen. (instagram/@borneofc.id)

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

1 Februari 2026

Highlights

Inter Milan Siap Serbu Markas Cremonese: Nerazzurri Bertekad Kokohkan Posisi Puncak Klasemen Serie A Dalam Laga Tandang Di Giovanni Zini

Drama di Stadion Segiri: Borneo FC Menang Dramatis atas PSIM Yogyakarta dan Kembali Memepet Posisi Persib di Puncak Klasemen

Comeback Fantastis Di Stamford Bridge: Chelsea Taklukkan West Ham United 3-2 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Pada Babak Pertama

Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

Barcelona Bungkam Elche 3-1: Lamine Yamal Tampil Sempurna Saat Blaugrana Curi Poin Penuh Di Estadio Martinez Valero

Teror Kawanan Anjing Di Cibuntu: Seorang Anak Kecil Terluka Parah Akibat Digigit Hewan Peliharaan Yang Lepas Ke Pemukiman Warga

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.