www.pasjabar.com — Langkah impresif Timnas Korea Utara U-17 di ajang Piala Asia U-17 2025 akhirnya terhenti di babak semifinal. Harapan untuk tampil di partai puncak pupus setelah mereka tumbang telak 0-3 dari Uzbekistan dalam laga yang digelar di Stadion King Fahd Sports City, Taif, Arab Saudi, Jumat (18/4/2025) dini hari WIB.
Kartu Merah dan Tekanan Uzbekistan Jadi Pembeda
Korea Utara yang tampil dominan saat melawan Timnas Indonesia U-17 di babak perempat final, justru tak berkutik saat menghadapi Uzbekistan. Anak-anak muda Chollima harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-40 setelah Kang Myong Bom mendapat kartu kuning kedua.
Situasi ini memengaruhi permainan Korea Utara secara signifikan. Uzbekistan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan sangat efektif. Tiga gol dari Sadriddin Khasanov, Jamshidbek Rustamov, dan Abubakir Shukurrullaev memastikan kemenangan meyakinkan bagi Uzbekistan.
Pelatih Korea Utara, O Thae Song, mengakui bahwa kartu merah tersebut sangat memengaruhi momentum timnya. “Pertandingan ini tidak seperti yang kami harapkan, para pemain capek secara fisik. Kartu merah memengaruhi momentum kami,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi AFC.
Gagal Tampil di Final Kelima
Kekalahan dari Uzbekistan membuat Korea Utara gagal mencatatkan final kelima mereka sepanjang sejarah Piala Asia U-17. Sebelumnya, mereka pernah dua kali menjadi runner-up pada edisi 2004 dan 2006, serta dua kali menjadi juara pada edisi 2010 dan 2014.
Meski demikian, O Thae Song tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Dengan lolos ke semifinal, Korea Utara otomatis meraih satu tempat di Piala Dunia U-17 2025 yang akan digelar di Qatar, November mendatang.
Uzbekistan Tantang Tuan Rumah di Final
Di sisi lain, Uzbekistan sukses melaju ke final dan akan menantang Arab Saudi yang juga tampil meyakinkan sepanjang turnamen. Uzbekistan kini berpeluang meraih gelar juara Piala Asia U-17 untuk kedua kalinya setelah kemenangan perdana mereka di edisi 2012.
Laga final antara Arab Saudi vs Uzbekistan diprediksi berlangsung panas dan ketat, mengingat keduanya menunjukkan konsistensi dan kekuatan sepanjang turnamen.












