Bandung, www.pasjabar.com — Persib Bandung berhasil memastikan diri menjadi juara Liga 1 2024/2025 meski kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan lagi. Situasi ini tentu membuat suasana tim menjadi lebih ringan, namun tak lantas membuat pelatih Bojan Hodak dan jajaran manajemen terlena. Justru sebaliknya, mereka kini mulai mengalihkan fokus untuk menyusun persiapan matang menyambut musim baru.
Tidak hanya akan berlaga di Liga 1 musim depan, Maung Bandung juga akan mewakili Indonesia di ajang AFC Champions League (ACL) Two, turnamen kontinental yang membutuhkan kekuatan tim lebih solid.
Bojan Hodak menyebutkan bahwa memastikan kesiapan sejak dini adalah langkah penting demi menjaga konsistensi performa dan menyesuaikan diri dengan tantangan baru.
“Bagus ketika menjadi juara tiga pekan sebelum musim selesai. Kami jadi tidak merasa dalam tekanan. Tapi kami juga sudah harus memikirkan masa depan,” ujar Bojan Hodak, Kamis (8/5/2025).
Infrastruktur Latihan dan Perbaikan Lapangan Jadi Prioritas
Salah satu hal yang kini sedang diupayakan manajemen Persib adalah penyelesaian pembangunan fasilitas latihan.
Menurut Hodak, fasilitas yang memadai akan sangat berpengaruh terhadap kualitas latihan dan kesiapan tim secara keseluruhan.
Selain itu, lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) juga menjadi perhatian. Bojan menilai kondisi rumput stadion perlu diperbaiki agar memenuhi standar yang ideal, apalagi dengan keikutsertaan Persib di level Asia musim depan.
“Kami juga harus memperbaiki lapangan di sini (GBLA) karena lapangannya harus dibenahi,” kata pelatih asal Kroasia itu.
Rancang Komposisi Tim dan Evaluasi Pemain Jadi Langkah Strategis
Tak hanya infrastruktur, perombakan skuad pun sudah mulai disiapkan. Hodak menegaskan pentingnya mempertahankan pemain-pemain kunci sekaligus menambah amunisi baru untuk memperkuat lini yang dinilai masih kurang.
“Kami harus mulai untuk mempertahankan pemain dan mendatangkan pemain yang diperlukan memperbaiki posisi yang dibutuhkan,” tambahnya.
Meski gelar juara telah diraih, pelatih 52 tahun ini mengakui tekanan belum sepenuhnya hilang. Persiapan menuju musim depan yang lebih menantang tetap menjadi sumber stres tersendiri.
“Jadi memang sudah meraih gelar juara mengurangi stres, tapi tetap stres karena harus menyiapkan masa depan Persib dari sekarang,” pungkasnya.












