CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Harga Beras Naik, Warga Cireundeu Konsumsi Rasi dari Singkong

Uby
16 Juli 2025
Harga Beras

Di tengah meroketnya harga beras, ratusan warga di Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi, justru mengganti nasi padi dengan rasi, yaitu beras dari singkong. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM – Di tengah meroketnya harga beras yang menyentuh Rp16 ribu per kilogram dan beredarnya isu beras oplosan di pasaran, ratusan warga di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, justru tetap tenang.

Pasalnya, masyarakat adat ini sudah sejak lama mengganti nasi padi dengan rasi, yaitu beras yang terbuat dari singkong.

Ketahanan Pangan Mandiri, Tak Tergantung Beras Padi

Bagi warga Cireundeu, rasi bukanlah pilihan alternatif sesaat. Melainkan telah menjadi bagian dari budaya dan identitas mereka sejak lebih dari satu abad yang lalu.

Masyarakat di kampung adat ini tidak menggantungkan konsumsi pokoknya pada beras padi seperti kebanyakan masyarakat Indonesia. Melainkan pada singkong yang diolah menjadi rasi.

“Dari kecil sampai sekarang saya dan keluarga makan rasi. Belum pernah makan nasi dari beras padi,” ujar Tatih, salah satu warga Cireundeu, Rabu (16/7/2025).

Baca juga:   Komoditas Pangan Turun Harga, Beras Medium dan Bawang Merah Jadi Sorotan

Menurutnya, rasi bisa dimakan dengan berbagai lauk pauk seperti halnya nasi pada umumnya. Rasanya pun tidak kalah lezat, bahkan lebih mengenyangkan dan menyehatkan.

Sudah Lebih dari 100 Tahun Konsumsi Rasi

Tradisi mengonsumsi rasi ini tidak hanya sekadar kebiasaan. Tetapi menjadi bagian dari nilai-nilai kemandirian pangan dan kearifan lokal yang terus dijaga.

Menurut Abah Widi, sesepuh Kampung Adat Cireundeu, kebiasaan mengolah singkong menjadi rasi telah berjalan selama 107 tahun.

“Hampir semua warga di sini tidak makan nasi dari beras padi. Kami menanam, mengolah, dan makan singkong sebagai makanan pokok. Ini bukan hanya karena alasan ekonomi, tapi juga nilai-nilai budaya yang kami pelihara,” kata Abah Widi.

Baca juga:   DPD Perkumpulan Pedagang Pakaian Nusantara (P3N) Jawa Barat Resmi Dibentuk

Warga Kampung Cireundeu memiliki lahan pertanian singkong sendiri. Singkong yang dipanen lalu dikeringkan, diproses menjadi bentuk menyerupai beras. Dan dimasak seperti nasi.

Proses ini dilakukan secara mandiri oleh warga sebagai bentuk ketahanan pangan komunitas mereka.

Ketahanan Pangan Lokal Jadi Solusi Saat Krisis

Ketika masyarakat di berbagai daerah mengeluh karena harga beras melambung dan maraknya praktik pengoplosan beras yang merugikan konsumen, Kampung Cireundeu justru menjadi contoh ketahanan pangan lokal yang nyata.

Ketergantungan pada beras padi terbukti membuat masyarakat rentan ketika terjadi krisis pangan.

Sebaliknya, Cireundeu membuktikan bahwa kemandirian pangan dengan memanfaatkan sumber lokal. Seperti singkong bisa menjadi solusi berkelanjutan di masa depan.

Baca juga:   Gerakan Pangan Murah di Cianjur Beri Subsidi Pada Pedagang

“Kalau beras mahal atau beras oplosan beredar, kami tidak terpengaruh. Karena kami tidak makan beras dari padi. Semua hasil dari singkong yang kami tanam sendiri,” tambah Abah Widi.

Bisa Jadi Contoh bagi Daerah Lain

Apa yang diterapkan warga Cireundeu kini menjadi inspirasi. Pemerintah maupun masyarakat luas bisa mencontoh pola ketahanan pangan berbasis lokal seperti ini.

Diversifikasi pangan, terutama mengganti ketergantungan terhadap beras, menjadi isu penting. Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang lebih kuat dan inklusif.

Dalam kondisi harga pangan yang tak stabil, pengalaman Kampung Adat Cireundeu adalah bukti bahwa solusi bisa datang dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Dengan pendekatan lokal, masyarakat tidak hanya bisa bertahan. Tetapi juga berdaulat atas pangannya sendiri. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: harga berasharga beras naikKetahanan Panganmasyarakat adatRasiRasi dari SingkongtradisiWarga Cireundeuwarga Kampung Adat Cireundeu


Related Posts

anggaran peternakan sapi
PASBISNIS

Pemerintah Mengalokasikan 4,8 T di Sektor Peternakan Sapi

15 Januari 2026
Sorgum Bandung
HEADLINE

Sorgum Jadi Harapan Baru Ketahanan Pangan Kota Bandung

11 November 2025
Sidak Pasar Cimindi
HEADLINE

Petugas Gabungan Sidak Pasar Cimindi, Temukan Harga Beras Naik

23 Oktober 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.