CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Harga Beras Naik, Warga Cireundeu Konsumsi Rasi dari Singkong

Uby
16 Juli 2025
Harga Beras

Di tengah meroketnya harga beras, ratusan warga di Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi, justru mengganti nasi padi dengan rasi, yaitu beras dari singkong. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM – Di tengah meroketnya harga beras yang menyentuh Rp16 ribu per kilogram dan beredarnya isu beras oplosan di pasaran, ratusan warga di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, justru tetap tenang.

Pasalnya, masyarakat adat ini sudah sejak lama mengganti nasi padi dengan rasi, yaitu beras yang terbuat dari singkong.

Ketahanan Pangan Mandiri, Tak Tergantung Beras Padi

Bagi warga Cireundeu, rasi bukanlah pilihan alternatif sesaat. Melainkan telah menjadi bagian dari budaya dan identitas mereka sejak lebih dari satu abad yang lalu.

Masyarakat di kampung adat ini tidak menggantungkan konsumsi pokoknya pada beras padi seperti kebanyakan masyarakat Indonesia. Melainkan pada singkong yang diolah menjadi rasi.

“Dari kecil sampai sekarang saya dan keluarga makan rasi. Belum pernah makan nasi dari beras padi,” ujar Tatih, salah satu warga Cireundeu, Rabu (16/7/2025).

Baca juga:   Ribuan Warga Antre di Kantor Kelurahan Leuwigajah untuk Dapatkan Bantuan Beras

Menurutnya, rasi bisa dimakan dengan berbagai lauk pauk seperti halnya nasi pada umumnya. Rasanya pun tidak kalah lezat, bahkan lebih mengenyangkan dan menyehatkan.

Sudah Lebih dari 100 Tahun Konsumsi Rasi

Tradisi mengonsumsi rasi ini tidak hanya sekadar kebiasaan. Tetapi menjadi bagian dari nilai-nilai kemandirian pangan dan kearifan lokal yang terus dijaga.

Menurut Abah Widi, sesepuh Kampung Adat Cireundeu, kebiasaan mengolah singkong menjadi rasi telah berjalan selama 107 tahun.

“Hampir semua warga di sini tidak makan nasi dari beras padi. Kami menanam, mengolah, dan makan singkong sebagai makanan pokok. Ini bukan hanya karena alasan ekonomi, tapi juga nilai-nilai budaya yang kami pelihara,” kata Abah Widi.

Baca juga:   Apa Paytren? Perusahaan Manajer Invetasi yang Komisarisnya Yusuf Mansur

Warga Kampung Cireundeu memiliki lahan pertanian singkong sendiri. Singkong yang dipanen lalu dikeringkan, diproses menjadi bentuk menyerupai beras. Dan dimasak seperti nasi.

Proses ini dilakukan secara mandiri oleh warga sebagai bentuk ketahanan pangan komunitas mereka.

Ketahanan Pangan Lokal Jadi Solusi Saat Krisis

Ketika masyarakat di berbagai daerah mengeluh karena harga beras melambung dan maraknya praktik pengoplosan beras yang merugikan konsumen, Kampung Cireundeu justru menjadi contoh ketahanan pangan lokal yang nyata.

Ketergantungan pada beras padi terbukti membuat masyarakat rentan ketika terjadi krisis pangan.

Sebaliknya, Cireundeu membuktikan bahwa kemandirian pangan dengan memanfaatkan sumber lokal. Seperti singkong bisa menjadi solusi berkelanjutan di masa depan.

Baca juga:   Pemkot Bandung Jamin Kenaikan Harga Beras Tidak akan Lama

“Kalau beras mahal atau beras oplosan beredar, kami tidak terpengaruh. Karena kami tidak makan beras dari padi. Semua hasil dari singkong yang kami tanam sendiri,” tambah Abah Widi.

Bisa Jadi Contoh bagi Daerah Lain

Apa yang diterapkan warga Cireundeu kini menjadi inspirasi. Pemerintah maupun masyarakat luas bisa mencontoh pola ketahanan pangan berbasis lokal seperti ini.

Diversifikasi pangan, terutama mengganti ketergantungan terhadap beras, menjadi isu penting. Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang lebih kuat dan inklusif.

Dalam kondisi harga pangan yang tak stabil, pengalaman Kampung Adat Cireundeu adalah bukti bahwa solusi bisa datang dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Dengan pendekatan lokal, masyarakat tidak hanya bisa bertahan. Tetapi juga berdaulat atas pangannya sendiri. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: harga berasharga beras naikKetahanan Panganmasyarakat adatRasiRasi dari SingkongtradisiWarga Cireundeuwarga Kampung Adat Cireundeu


Related Posts

anggaran peternakan sapi
PASBISNIS

Pemerintah Mengalokasikan 4,8 T di Sektor Peternakan Sapi

15 Januari 2026
Sorgum Bandung
HEADLINE

Sorgum Jadi Harapan Baru Ketahanan Pangan Kota Bandung

11 November 2025
Sidak Pasar Cimindi
HEADLINE

Petugas Gabungan Sidak Pasar Cimindi, Temukan Harga Beras Naik

23 Oktober 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.