Barcelona, www.pasjabar.com – Skuad FC Barcelona diguncang kabar mengejutkan. Klub secara resmi mengumumkan pencabutan sementara ban kapten Marc-Andre ter Stegen setelah membuka proses disipliner terhadap kiper asal Jerman tersebut.
Keputusan ini diambil karena Ter Stegen menolak menandatangani formulir persetujuan yang dibutuhkan klub untuk melaporkan cedera punggungnya ke komite medis La Liga.
Tolak Tanda Tangan, Terancam Turun Peringkat
Alasan penolakan Ter Stegen membuat publik terkejut. Kiper berusia 33 tahun itu khawatir laporan medis tersebut akan digunakan oleh klub untuk mendaftarkannya sebagai cedera jangka panjang.
Dengan status ini, Barcelona bisa mendapatkan keringanan finansial, yakni 80% gajinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang dalam aturan salary cap.
Dana yang dibebaskan ini memungkinkan Barcelona mendaftarkan pemain baru, termasuk kiper Joan Garcia dan Wojciech Szczesny. Kedatangan dua kiper ini berpotensi besar menurunkannya dalam hierarki penjaga gawang tim utama.
Status Sementara dan Ancaman Sanksi Berat
Pencabutan ban kapten ini bersifat sementara karena proses disipliner masih berjalan. Ter Stegen berhak mengajukan keberatan, dan komite hukum internal bisa saja memanggil kedua pihak untuk mendapatkan informasi tambahan.
Jika terbukti bersalah, Ter Stegen bisa saja dikenakan sanksi spesifik atau bahkan pemutusan kontrak.
Namun, jika ia tidak terbukti melanggar, posisinya bisa dipulihkan. Barcelona menegaskan tindakan ini diambil untuk menghindari anggapan bersalah sebelum proses selesai, sesuai dengan asas praduga tak bersalah.
Hingga kasus ini tuntas, tanggung jawab kapten akan dijalankan oleh kapten-kapten lain yang tersisa di skuad.
Jejak Karier di Barcelona
Ter Stegen diangkat menjadi kapten utama Barcelona pada awal musim 2024-2025, menggantikan Sergi Roberto.
Sebelumnya, ia telah menjadi deputi kapten sejak Desember 2022. Kiper yang sudah membela Barcelona sejak musim 2014-2015 ini kini menghadapi babak baru yang rumit dan tidak pasti dalam kariernya di Camp Nou.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h














