CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 9 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

YMT Bantah Isu Bayi Orang Utan Tama Kelaparan di Bandung Zoo

Hanna Hanifah
9 Agustus 2025
Bayi Orang Utan Tama

Foto tim bantuan keeper dari manajemen baru, YMT John Sumampauw yang sedang bekerja menyiapkan dan memberikan pakan pada satwa Bandung Zoo Rabu (6/8/2025) pagi. (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) membantah tuduhan yang beredar di media sosial mengenai kondisi bayi orang utan bernama Tama di Bandung Zoo.

Video yang menarasikan bayi Orang Utan Tama kelaparan dan dikunci di ruangan tanpa pengasuh pada Rabu pagi, 6 Agustus 2025, dinilai sebagai klaim tidak berdasar. Dan upaya framing yang merugikan manajemen YMT di bawah kepemimpinan Ketua Pengurus John Sumampauw.

Dalam siaran pers resminya, YMT menyebut video tersebut memuat informasi yang menyesatkan publik. Dan diperkirakan dibuat dengan tujuan merusak reputasi lembaga.

“Kami melihat ini sebagai bentuk framing yang amat jahat terhadap manajemen Yayasan Margasatwa Tamansari,” tulis pernyataan resmi yang diterima, Jumat (8/8/2025).

Klaim Kelaparan Dinilai Tidak Benar

YMT menegaskan bahwa Tama mendapatkan perawatan dan pemenuhan nutrisi secara rutin. Berdasarkan catatan log harian, pada Rabu pagi, 6 Agustus 2025, Tama sudah diberi makan pada pukul 06.56 WIB.

Baca juga:   Indonesia vs Vietnam di Semifinal Leg 1 Piala AFF Berakhir 0-0

Saat ini, di usianya yang hampir 8 bulan, Tama mengonsumsi susu pengganti dan makanan padat. Yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya hingga jadwal makan berikutnya.

Dokter hewan yang merawat Tama sejak lahir, drh. Josephin Bernadette, menyampaikan bahwa bayi orang utan yang kenyang akan tertidur pulas.

“Jika anakan orang utan kelaparan, dia akan menangis, berteriak, atau merangkak keluar dari boksnya mencari pertolongan. Teriakan anakan orang utan itu sangat keras dan seharusnya terdengar dari luar pintu,” jelasnya.

Josephin menambahkan, dalam video yang beredar, Tama terlihat tertidur dengan nyaman dan baru terbangun karena keributan orang-orang yang memasuki ruangan, bukan karena rasa lapar.

Baca juga:   Pemprov Jabar Siap Perjuangkan BPD Dapat Anggaran APBN

Tidak terdengar suara tangisan khas bayi orang utan, melainkan narasi provokatif seperti “kasih minum, kasih makan, ngopiiiii…” yang diiringi tawa.

Hal ini, menurut YMT, memperkuat dugaan bahwa video tersebut dibuat bukan atas dasar kepedulian. Tetapi dengan niat menjatuhkan nama baik.

SOP Klinik Satwa Soal Ruangan yang Dikunci

Terkait tuduhan bahwa Tama “dikunci” di ruangan, YMT menegaskan hal itu adalah bagian dari prosedur standar operasional (SOP) di klinik satwa.

Ruangan akan dikunci saat tidak ada penjaga (keeper) yang bertugas untuk mencegah satwa keluar tanpa pengawasan. Dan menghindari masuknya pihak yang tidak berkepentingan.

“Ini adalah prosedur keselamatan satwa, bukan bentuk penelantaran,” jelas pihak manajemen dalam rilisnya.

Dugaan Motif di Balik Penyebaran Video

Pihak YMT juga menyinggung konteks yang mengiringi penyebaran video. Insiden ini disebut bertepatan dengan upaya Ketua Pengurus YMT, John Sumampauw, mengamankan aset milik Pemerintah Kota Bandung.

Baca juga:   Sistem ANBK Tumbuhkan Kreativitas Siswa

Saat tim bantuan keeper dari manajemen baru tengah memberi pakan dan membersihkan kandang, oknum dari manajemen lama disebut memaksa masuk dan mengusir mereka.

Manajemen menduga ada keterkaitan antara insiden tersebut dengan beredarnya video yang memuat tuduhan terhadap perawatan Tama.

“Kami meyakini video ini adalah bagian dari upaya sistematis untuk merusak reputasi kami,” tulis YMT.

Imbauan pada Masyarakat

Menutup pernyataan, YMT meminta masyarakat bersikap bijak dan berhati-hati menyikapi isu yang beredar di media sosial. Lembaga ini juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan kesejahteraan satwa.

“Kami akan terus memastikan Tama dan seluruh satwa di Bandung Zoo mendapatkan perawatan terbaik,” tegas pihak manajemen. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: bandung zooBayi Orang Utan TamaOrang UtanTamaYMT


Related Posts

Bandung Zoo
HEADLINE

Bandung Zoo Diserbu Wisatawan Selama Sisa Masa Libur Sekolah

5 Januari 2026
tiket gratis Bandung Zoo
HEADLINE

Hari Terakhir Libur Tahun Baru, Bandung Zoo Diserbu Ribuan Pengunjung

4 Januari 2026
Libur Sekolah, Wisata Bandung Zoo Diserbu Ribuan Pengunjung dari Berbagai Daerah
HEADLINE

Libur Sekolah, Wisata Bandung Zoo Diserbu Ribuan Pengunjung dari Berbagai Daerah

2 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Noel Gallagher bersama manajer Manchester City Pep Guardiola. (Foto: Getty Images/Michael Regan)
HEADLINE

Noel Gallagher Semprot Krisis Manchester United: “Klub Hancur yang Hanya Menjual Masa Lalu”

9 Januari 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Gelombang kritik terus menghantam Old Trafford pasca-keputusan manajemen Manchester United memecat Ruben Amorim dari...

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto. (instagram/@novarianto30)

Mengejutkan! Nama Nova Arianto Resmi Dicoret dari Daftar Asisten John Herdman di Timnas Senior, Ada Apa?

8 Januari 2026
Getty/GOAL

Man City Ditahan Imbang Brighton 1-1: Haaland Ukir Rekor Fantastis, Etihad Kembali Gigit Jari

8 Januari 2026
Viktor Gyokeres (kiri) berduel dengan gelandang Spanyol, Alberto Moleiro (kanan), dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Arsenal vs Villarreal di Stadion Emirates di London pada 6 Agustus 2025. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)(AFP/GLYN KIRK)

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

8 Januari 2026
Ilustrasi Arsenal vs Liverpool. Foto: AFP/Darren Staples.

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

8 Januari 2026

Highlights

Adu Tajam Viktor Gyökeres dan Cody Gakpo di Emirates

Prediksi Arsenal vs Liverpool: Misi Balas Dendam Meriam London di Benteng Emirates

Debut Darren Fletcher Diwarnai Drama 4 Gol: Benjamin Sesko Gemilang, Tiang Gawang Gagalkan Kemenangan MU atas Burnley

Mengamuk di Jeddah: Barcelona Bantai Athletic Club 5-0, Amankan Tiket Final Piala Super Spanyol

Hattrick Kemenangan di Serie A: Fabregas Ingatkan Como 1907 Jangan Lengah Meski Tembus Papan Atas

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.