# Pebisnis Rajutan Garut
Ditulis oleh : Doni Setiawan/ Peserta KKN-T FKIP Unpas Desa Karyajaya
GARUT, WWW.PASJABAR.COM — Jajang Timan Alamsyah, atau akrab disapa Alam merupakan salah seorang pebisnis produksi karya rajutan seperti sweter, kardigan, kupluk, hingga tas dan dompet. Rumah produksi yang berdomisili di Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut ini sudah berdiri sejak 15 tahun lalu hingga sekarang.
Saat ini, Alam sudah memasarkan dagangannya ke berbagai pasar, toko, hingga tempat pariwisata di Jawa Barat.
Perjalanan Alam memulai usahanya ini berawal dari keikutsertaan membantu pamannya dalam produksi karya rajutan. Kini, terhitung sudah 25 tahun Alam tekun menggeluti bidang perajutan hingga mampu membuat usahanya sendiri. Selain membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, Alam juga beberapa kali bersedia membantu mengenalkan bisnisnya pada masyarakat yang ingin memulai usaha karya rajutan sepertinya.
“Ada beberapa orang yang coba buka usaha rajut, lebih saya support untuk berdikari sendiri, belajarnya di sini,” ucapnya saat diwawancarai pada 13 Agustus 2025.
Dalam proses memproduksi karya rajutan, Alam banyak melibatkan warga sekitar, memanfaatkan jasa buruh lewat sistem maklun, yaitu meminta warga untuk membantu proses pembuatan karya rajutan dengan modal sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan.
KKN-T FKIP Berikan Pelatihan Bagi Warga
Selain lewat sistem maklun, Alam juga pernah memberikan modal pelatihan bagi warga untuk belajar merajut.
“Kebetulan sekarang lagi menggarap [motif] bunga, ada lewat sekelompok pengrajut wanita, kan mereka ilmunya sudah mumpuni di bidang sulam, saya suruh dia gitu, ‘coba kumpulkan ibu-ibu, dibikin kelompok terus dilatih, nah untuk operasionalnya dibiayai oleh kita gitu,” ujar Alam.
Alam menyatakan bahwa, terdapat kendala dalam memperluas pemasaran, khususnya saat bersaing dengan pebisnis media daring.
Menurutnya, pelaku usaha memerlukan waktu adaptasi yang cukup lama untuk terjun ke media daring. Selain itu, faktor kurangnya sumber daya manusia juga berpengaruh dalam mengelola pasar yang ada di media daring tersebut.
“Memang agak menurun kalau kita gak ngimbangin sama dunia digital. Tapi secara keseluruhan, kendalanya persaingan pasar, persaingan harga,” jelasnya.
Salah satu peserta KKN-T FKIP Unpas Desa Karyajaya, Reza Faturohman, menjelaskan bahwa model yang ditawarkan sangat variatif, harga yang ditawarkan pun relatif murah dan berkualitas dibandingkan dengan barang yang serupa di Kota Bandung. Reza menyayangkan jika usaha yang diinisiasi Alam belum merambah ke media daring.
“Saran dari saya mungkin dicoba gitu buat memasarkannya di toko online juga, karena dengan barang yang ditawarkan pasti membuat masyarakat membeli karena punya daya tarik tersendiri,” terangnya. (*/tiwi)
# Pebisnis Rajutan Garut












