GARUT, WWW.PASJABAR.COM– Di usia yang tak lagi muda, Undang Sukarna (60 tahun), seorang perajin boneka, tetap semangat bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik Undang ini sudah banyak menyuplai barang ke toko-toko boneka yang ada di Kota Bandung.
Produk yang dikirim Undang di antaranya seperti boneka berbentuk hewan, karakter kartun, dan tokoh yang disukai anak-anak.
Dalam ceritanya, Undang sudah menempuh kurang lebih 38 tahun lamanya memproduksi dan berniaga di bidang usaha menjahit boneka.
Dulu, Undang memiliki 4 karyawan dan bisa membuat 60 kodi boneka sebulan. Kini, dengan tenaga dan karyawan lepasnya, Undang hanya mampu membuat 10 kodi boneka sebulan.
“Sekarang mah tidak [produksi] di tempat, diantarkan. Di sini cuma pemotongan, yang menjahit di luar,” ucapnya saat diwawancarai pada Kamis (14/8/2025).
UMKM yang berada di Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut ini tetap berdiri meski dihantam gempuran pasar media daring. Undang menyampaikan, ada keinginan pribadi untuk merambah ke pasar tersebut, namun di usianya sekarang ia belum mampu mengikuti keinginan konsumen dan laju perkembangan media daring.
“Bingungnya kalau si pemesan itu minta macam-macam modelnya. Kalau bapak diamnya di Bandung, ada pesanan tinggal lari ke toko bahan, di sini mah pada jauh,” terang Undang.
Selain itu, tantangan yang dialami Undang dalam memasarkan karya bonekanya datang dari tren pasar itu sendiri.
Setiap beberapa bulan, Undang harus mencari keinginan pasar agar barang dagangannya dilirik konsumen dan laku terjual. Namun saat ini, Undang hanya memproduksi boneka dengan satu model saja, yaitu karakter kartun dari serial Mickey Mouse.
“Kan kalau yang lain mah datang Teletubbies, sebentar gak ada lagi. Datang model Shaun the Sheep, cuma beberapa bulan hilang lagi. Kemarin masih baru model Labubu, laku sekali kalau lagi musim, cuma gak bertahan lama, paling tiga bulan lah,” jelasnya.
Fasya Novadiana, salah satu peserta KKN-T FKIP Unpas Desa Karyajaya, menjelaskan bahwa peran anak muda sangat diperlukan dalam mengenalkan pasar media daring. Menurutnya, dengan kemajuan teknologi saat ini, penting untuk terjun ke pasar tersebut agar tetap bisa bersaing dengan usaha lainnya.
“Cara membantunya yang pertama kita kasih pemahaman dulu edukasi yang baik terkait era sekarang tuh seperti apa. Terus kalau bisa tuh kita kasih sedikit pelatihan, cara-caranya secara perlahan, karena kan memang orang tua tuh sulit mencerna pemahaman yang anak muda terima saat ini,” tuturnya.
Ditulis oleh : Peserta KKN-T FKIP Unpas Desa Karyajaya, Doni Setiawan.
(*/tiwi)











