BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Di tengah menurunnya minat baca, ribuan warga tetap antusias memadati bursa buku internasional Big Bad Wolf (BBW) yang digelar di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (29/8/2025) siang.
Bahkan, pengunjung rela antre berjam-jam hingga berlarian berebut troli untuk mendapatkan buku pilihan mereka.
Fenomena ini bukan untuk berburu kebutuhan pokok, melainkan demi mendapatkan beragam jenis buku dengan harga miring.
Bursa buku terbesar Big Bad Wolf Padalarang di Indonesia ini menghadirkan hampir dua juta eksemplar dengan ragam kategori. Mulai dari novel, komik, buku anak-anak, hingga nonfiksi dalam berbagai bahasa seperti Indonesia, Inggris, dan Korea.
“Harga bukunya sangat murah, rata-rata mulai dari Rp20 ribu sampai Rp250 ribu. Jadi bisa beli banyak sekaligus,” ujar Sintia, pengunjung asal Bandung.
Pengunjung lain, Ulfa dari Jakarta, mengaku sengaja datang sejak pagi bersama keluarga agar tidak kehabisan buku favorit.
“Saya sudah sering ke BBW, selalu rame banget. Harus antre, tapi worth it karena koleksinya lengkap dan harganya terjangkau,” katanya.
Menurut panitia penyelenggara, Marthius Budi, BBW digelar di lima kota besar di Indonesia sebagai upaya mendorong kembali budaya literasi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda, agar masyarakat tidak hanya membaca lewat gawai, tapi juga kembali menikmati sensasi membaca buku fisik,” jelasnya.
Tak heran, momen langka ini membuat para pecinta buku rela datang dari berbagai daerah, termasuk Bogor, Jakarta, hingga Jawa Tengah.
Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa di tengah gempuran teknologi digital, minat terhadap buku fisik tetap hidup dan memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat. (uby)












