CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 8 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Unisba dan Unpas Diserang Gas Air Mata, Mahasiswa Tumbang Massal

Hanna Hanifah
2 September 2025
Unisba dan Unpas Diserang Gas Air Mata, Mahasiswa Tumbang Massal

Tagar #AllEyesOnBandung, #AllEyesOnUnisba, dan #AllEyesOnUnpas. (foto: Template Story Instagram)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Suasana mencekam melanda Kota Bandung pada Senin malam (1/9/2025) hingga Selasa dini hari (2/9/2025), dua kampus ternama, Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas), diserang tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.

Insiden Unisba dan Unpas yang diserang ini menimbulkan kepanikan massal. Puluhan mahasiswa tumbang, relawan medis ikut jadi korban, bahkan petugas keamanan kampus terpapar gas. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman, justru diserbu hingga menambah catatan kelam dalam dunia akademik Indonesia.

Kronologi Kejadian

Aksi mahasiswa dimulai sejak sore di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Massa menuntut sejumlah isu nasional dan lokal. Situasi sempat memanas ketika peserta aksi melemparkan botol air mineral dan membakar spanduk di depan gerbang gedung dewan.

Sekitar pukul 18.22 WIB, aparat kepolisian melakukan pembubaran paksa. Massa berlarian ke arah Jalan Dago, Sulanjana, hingga Tamansari. Sebagian mahasiswa mencari perlindungan ke dalam area kampus Unisba dan Unpas.

Namun, situasi justru semakin genting. Aparat diduga tetap menembakkan gas air mata ke arah massa, bahkan hingga masuk ke dalam kampus.

Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan suasana kacau: mahasiswa berlarian, relawan medis terhuyung, sementara posko medis di dalam kampus terkena serangan gas.

Baca juga:   Unpas Jalin Kolaborasi, Bangun Dosen Handal Berkompetensi

Akun Instagram @info.mahasiswaunisba menulis peringatan: “Breaking News: Aparat menembakkan gas air mata ke area kampus utama Unisba. Tiga satpam jadi korban, belum termasuk mahasiswa lain yang masih terhitung.”
Unggahan lain pukul 23.30 WIB memperlihatkan Tamansari penuh kepulan gas air mata dengan keterangan: “Situasi di kampus utama Unisba diserang. Hati-hati, tetap waspada!”

Korban Berjatuhan

Di Unisba, sejumlah mahasiswa dan satpam mengalami sesak napas serta mata perih. Posko medis mahasiswa yang seharusnya menjadi zona aman ikut diserang.

Seorang saksi mata menuturkan, aparat bahkan sempat masuk ke area kampus sekitar pukul 23.37 WIB dan menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa serta relawan medis.

Situasi serupa terjadi di Unpas. Kepala Keamanan Kampus Unpas, Rosid, menyebut sebanyak 12 orang pingsan akibat gas air mata.
“Dua belas orang pingsan karena gas air mata, semuanya sudah mendapat perawatan medis,” kata Rosid, Selasa pagi (2/9/2025).

Rosid menjelaskan, aparat melakukan sweeping massa di Jalan Tamansari sehingga banyak peserta aksi terdesak masuk ke area kampus. Pihaknya membuka gerbang kampus untuk alasan kemanusiaan.

Baca juga:   Emil Tandatangani Lagi PSBB, New Normal Jabar Tak Jelas

“Yang masuk bukan hanya mahasiswa Unpas, tapi semua massa aksi yang dipukul mundur,” ujarnya.

Rosid membantah isu adanya provokasi mahasiswa berupa pelemparan bom molotov.

“Saya tidak melihat ada mahasiswa yang melempar molotov dari kampus,” tegasnya.

Suara Mahasiswa

Presiden Mahasiswa Unpas, Ridho Dawam, menuturkan aparat masuk ke kampus sekitar pukul 23.30 WIB.

“Mereka menembakkan hingga 30 selongsong gas air mata ke arah massa, posko medis, dan sekretariat UKM. Akibat serangan tersebut, banyak mahasiswa mengalami sesak napas, luka, hingga trauma,” katanya.

Ridho menambahkan, situasi kampus masih belum sepenuhnya kondusif. Hingga pagi, pihaknya belum mendapat kepastian apakah ada mahasiswa yang ditahan.

Di media sosial, seruan solidaritas menggema. Tagar #AllEyesOnBandung, #AllEyesOnUnisba, dan #AllEyesOnUnpas menjadi trending. Publik menuntut agar aparat menghentikan tindakan represif dan mengembalikan kampus sebagai ruang aman.

Pernyataan Sikap BEM KM Unpas

Lewat akun Instagram resmi @bemkmunpas, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unpas mengecam keras tindakan aparat.

“Kami mengecam keras tindakan brutal aparat TNI-Polri yang pada sekitar pukul 23.30 WIB menyerbu kampus Universitas Pasundan (Unpas) Bandung dengan menembakkan lebih dari 30 selongsong gas air mata ke arah posko medis, titik evakuasi, dan sekretariat UKM. Serangan ini menyebabkan banyak korban berjatuhan serta menodai kehormatan ruang akademik,” tulis pernyataan itu.

Baca juga:   Sidang Doktor Ilmu Manajemen Hendriyanto Bahas Pengaruh Kompetensi, Motivasi dan Disiplin Pegawai Terhadap Etos Kerja dan Komitmen Afektif

BEM KM Unpas juga menegaskan empat poin:

  1. Aparat TNI-Polri telah melanggar hukum, kebebasan akademik, dan hak asasi manusia.

  2. Kampus bukan medan operasi militer maupun kepolisian, melainkan ruang aman dan intelektual yang harus dilindungi.

  3. Universitas Pasundan wajib berdiri membela mahasiswanya dan menuntut pertanggungjawaban penuh atas tindakan represif tersebut.

  4. Solidaritas mahasiswa dan rakyat harus bersatu melawan segala bentuk represi dan kekerasan negara.

“Ini bukti watak otoritarian yang anti-demokrasi. Kami tidak akan diam. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat! Lawan represi!” tutup pernyataan itu.

Simbol Perlawanan

Kampus Unisba dan Unpas yang diserang ini menambah daftar panjang represi aparat terhadap gerakan mahasiswa. Banyak pihak menilai, insiden ini menjadi simbol perlawanan baru dari Bandung, sekaligus peringatan bahwa ruang akademik kini tak lagi steril dari represi kekuasaan.

Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan, justru berubah menjadi arena konflik. Bagi publik, Bandung kini bukan hanya kota perjuangan, tapi juga saksi bisu bagaimana kebebasan akademik diuji di tengah tekanan kekuasaan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: diserang gas air mataunisbaunisba unpas diseranguniversitas islam bandunguniversitas pasundanunpas


Related Posts

unpas
PASPENDIDIKAN

Unpas Berikan Penghargaan Masa Bakti dan Prestasi Sivitas Akademika

1 Januari 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

R. Dudi Rudiatna Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Bahas Kinerja Guru

30 Desember 2025
Hendrikus Umadato Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Bahas Kinerja Militer
PASPENDIDIKAN

Hendrikus Umadato Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Bahas Kinerja Militer

30 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, saat menangani kubu milik Grup Djarum asal Indonesia tersebut di ajang Liga Italia 2025-2026.(AFP/PIERO CRUCIATTI)
HEADLINE

Hattrick Kemenangan di Serie A: Fabregas Ingatkan Como 1907 Jangan Lengah Meski Tembus Papan Atas

8 Januari 2026

PISA, WWW.PASJABAR.COM – Tren positif Como 1907 terus berlanjut di kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A 2025/2026....

Ruben Amorim tak dapat menutupi amarahnya usai Man United ditahan imbang oleh West Ham United, Jumat (5/12/2025) WIB. (OLI SCARFF/AFP)

Keretakan Ruang Ganti Old Trafford: Konflik dengan Lisandro Martinez dan Pengabaian Pemain Jadi Alasan Amorim Dipecat

8 Januari 2026
Fabio Grosso sorot kinerja barisan pertahanan Sassuolo usai dibantai Juventus. (AFP/MARCO BERTORELLO)

Grosso Buka Suara Usai Kekalahan Sassuolo: Soroti Blunder Jay Idzes dan Kualitas Elite Juventus

8 Januari 2026
Foto: Arsenal FC via Getty Images/David Price

Arsenal vs Liverpool: Momentum Puncak Meriam London dan Prediksi Skor 3-1 Harry Redknapp

8 Januari 2026
Inter Milan harus gigit jari setelah Joao Cancelo memilih Barcelona pada bursa transfer Januari 2026. (Foto: IG @jpcancelo)

Joao Cancelo Pilih Barcelona, Inter Milan Tutup Pintu untuk Bek Sayap Baru di Januari

7 Januari 2026

Highlights

Arsenal vs Liverpool: Momentum Puncak Meriam London dan Prediksi Skor 3-1 Harry Redknapp

Joao Cancelo Pilih Barcelona, Inter Milan Tutup Pintu untuk Bek Sayap Baru di Januari

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

Gubernur Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Resmi Hentikan Pendanaan Masjid Raya Bandung karena Status Wakaf

Jonathan David Menyala! Juventus Bungkam Sassuolo Tiga Gol Tanpa Balas

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.