• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
No Result
View All Result
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • Login
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Unisba dan Unpas Diserang Gas Air Mata, Mahasiswa Tumbang Massal

admin
Selasa. 2 September 2025 - 11:00
Unisba dan Unpas Diserang Gas Air Mata, Mahasiswa Tumbang Massal

Tagar #AllEyesOnBandung, #AllEyesOnUnisba, dan #AllEyesOnUnpas. (foto: Template Story Instagram)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Suasana mencekam melanda Kota Bandung pada Senin malam (1/9/2025) hingga Selasa dini hari (2/9/2025), dua kampus ternama, Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas), diserang tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.

Insiden Unisba dan Unpas yang diserang ini menimbulkan kepanikan massal. Puluhan mahasiswa tumbang, relawan medis ikut jadi korban, bahkan petugas keamanan kampus terpapar gas. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman, justru diserbu hingga menambah catatan kelam dalam dunia akademik Indonesia.

RELATED POSTS

Perintis Berdaya Connect Buka Jalan UMKM Bandung Tembus Pasar Lebih Luas

Hantavirus Gegerkan Publik, Wamenkes Dante Ngaku Indonesia Belum Terancam

Kronologi Kejadian

Aksi mahasiswa dimulai sejak sore di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Massa menuntut sejumlah isu nasional dan lokal. Situasi sempat memanas ketika peserta aksi melemparkan botol air mineral dan membakar spanduk di depan gerbang gedung dewan.

Sekitar pukul 18.22 WIB, aparat kepolisian melakukan pembubaran paksa. Massa berlarian ke arah Jalan Dago, Sulanjana, hingga Tamansari. Sebagian mahasiswa mencari perlindungan ke dalam area kampus Unisba dan Unpas.

Namun, situasi justru semakin genting. Aparat diduga tetap menembakkan gas air mata ke arah massa, bahkan hingga masuk ke dalam kampus.

Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan suasana kacau: mahasiswa berlarian, relawan medis terhuyung, sementara posko medis di dalam kampus terkena serangan gas.

Akun Instagram @info.mahasiswaunisba menulis peringatan: “Breaking News: Aparat menembakkan gas air mata ke area kampus utama Unisba. Tiga satpam jadi korban, belum termasuk mahasiswa lain yang masih terhitung.”
Unggahan lain pukul 23.30 WIB memperlihatkan Tamansari penuh kepulan gas air mata dengan keterangan: “Situasi di kampus utama Unisba diserang. Hati-hati, tetap waspada!”

Korban Berjatuhan

Di Unisba, sejumlah mahasiswa dan satpam mengalami sesak napas serta mata perih. Posko medis mahasiswa yang seharusnya menjadi zona aman ikut diserang.

Seorang saksi mata menuturkan, aparat bahkan sempat masuk ke area kampus sekitar pukul 23.37 WIB dan menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa serta relawan medis.

Situasi serupa terjadi di Unpas. Kepala Keamanan Kampus Unpas, Rosid, menyebut sebanyak 12 orang pingsan akibat gas air mata.
“Dua belas orang pingsan karena gas air mata, semuanya sudah mendapat perawatan medis,” kata Rosid, Selasa pagi (2/9/2025).

Rosid menjelaskan, aparat melakukan sweeping massa di Jalan Tamansari sehingga banyak peserta aksi terdesak masuk ke area kampus. Pihaknya membuka gerbang kampus untuk alasan kemanusiaan.

“Yang masuk bukan hanya mahasiswa Unpas, tapi semua massa aksi yang dipukul mundur,” ujarnya.

Rosid membantah isu adanya provokasi mahasiswa berupa pelemparan bom molotov.

“Saya tidak melihat ada mahasiswa yang melempar molotov dari kampus,” tegasnya.

Suara Mahasiswa

Presiden Mahasiswa Unpas, Ridho Dawam, menuturkan aparat masuk ke kampus sekitar pukul 23.30 WIB.

“Mereka menembakkan hingga 30 selongsong gas air mata ke arah massa, posko medis, dan sekretariat UKM. Akibat serangan tersebut, banyak mahasiswa mengalami sesak napas, luka, hingga trauma,” katanya.

Ridho menambahkan, situasi kampus masih belum sepenuhnya kondusif. Hingga pagi, pihaknya belum mendapat kepastian apakah ada mahasiswa yang ditahan.

Di media sosial, seruan solidaritas menggema. Tagar #AllEyesOnBandung, #AllEyesOnUnisba, dan #AllEyesOnUnpas menjadi trending. Publik menuntut agar aparat menghentikan tindakan represif dan mengembalikan kampus sebagai ruang aman.

Pernyataan Sikap BEM KM Unpas

Lewat akun Instagram resmi @bemkmunpas, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unpas mengecam keras tindakan aparat.

“Kami mengecam keras tindakan brutal aparat TNI-Polri yang pada sekitar pukul 23.30 WIB menyerbu kampus Universitas Pasundan (Unpas) Bandung dengan menembakkan lebih dari 30 selongsong gas air mata ke arah posko medis, titik evakuasi, dan sekretariat UKM. Serangan ini menyebabkan banyak korban berjatuhan serta menodai kehormatan ruang akademik,” tulis pernyataan itu.

BEM KM Unpas juga menegaskan empat poin:

  1. Aparat TNI-Polri telah melanggar hukum, kebebasan akademik, dan hak asasi manusia.

  2. Kampus bukan medan operasi militer maupun kepolisian, melainkan ruang aman dan intelektual yang harus dilindungi.

  3. Universitas Pasundan wajib berdiri membela mahasiswanya dan menuntut pertanggungjawaban penuh atas tindakan represif tersebut.

  4. Solidaritas mahasiswa dan rakyat harus bersatu melawan segala bentuk represi dan kekerasan negara.

“Ini bukti watak otoritarian yang anti-demokrasi. Kami tidak akan diam. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat! Lawan represi!” tutup pernyataan itu.

Simbol Perlawanan

Kampus Unisba dan Unpas yang diserang ini menambah daftar panjang represi aparat terhadap gerakan mahasiswa. Banyak pihak menilai, insiden ini menjadi simbol perlawanan baru dari Bandung, sekaligus peringatan bahwa ruang akademik kini tak lagi steril dari represi kekuasaan.

Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan, justru berubah menjadi arena konflik. Bagi publik, Bandung kini bukan hanya kota perjuangan, tapi juga saksi bisu bagaimana kebebasan akademik diuji di tengah tekanan kekuasaan. (han)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.

Editor: admin
Tags: diserang gas air mataunisbaunisba unpas diseranguniversitas islam bandunguniversitas pasundanunpas
Share30Tweet19

Related Posts

UMKM Bandung

Perintis Berdaya Connect Buka Jalan UMKM Bandung Tembus Pasar Lebih Luas

Yatti Chahyati
Selasa. 12 Mei 2026 - 19:42
0

# UMKM Bandung BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah terus mendorong pelaku usaha kecil agar mampu berkembang di tengah persaingan ekonomi yang...

Hantavirus Indonesia

Hantavirus Gegerkan Publik, Wamenkes Dante Ngaku Indonesia Belum Terancam

Yatti Chahyati
Selasa. 12 Mei 2026 - 19:29
0

# Hantavirus Indonesia BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, memastikan Hantavirus tidak akan memicu pandemi...

Sidang Doktor Elin Herlina

Sidang Terbuka Doktor Unpas, Elin Herlina Raih Predikat Pujian dengan Penelitian tentang UMKM Batik Priangan Timur

Yatti Chahyati
Selasa. 12 Mei 2026 - 16:18
0

# Sidang Doktor Elin Herlina BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) menggelar sidang terbuka ujian promosi doktor Program Doktor...

FIFA Futsal World Cup 2028

Indonesia Ajukan Jadi Tuan Rumah FIFA Futsal World Cup 2028

Yatti Chahyati
Selasa. 12 Mei 2026 - 14:00
0

WWW.PASJABAR.COM - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Erick Thohir, mengungkapkan perkembangan komunikasi dengan FIFA terkait rencana Indonesia mengajukan...

The Lord of the Rings 2026

Amazon MGM Studios Majukan Jadwal The Lord of the Rings 2026

Yatti Chahyati
Selasa. 12 Mei 2026 - 13:00
0

WWW.PASJABAR.COM - Serial fantasi populer The Lord of the Rings: The Rings of Power akan kembali hadir dengan musim ketiga...

Next Post
Sweeping Massa

Wakil Wali Kota Bandung Tinjau Unisba Pasca Kericuhan Sweeping Massa

BEM KM Unpas

BEM KM Unpas Tuntut Tanggung Jawab Aparat atas Serangan Kampus

RECOMMENDED

UMKM Bandung

Perintis Berdaya Connect Buka Jalan UMKM Bandung Tembus Pasar Lebih Luas

Selasa. 12 Mei 2026 - 19:42
Hantavirus Indonesia

Hantavirus Gegerkan Publik, Wamenkes Dante Ngaku Indonesia Belum Terancam

Selasa. 12 Mei 2026 - 19:29
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Bandung panas

    Cuaca Bandung Hari Ini Terasa Lebih Panas, Ini Penyebabnya

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • 19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Menanti Dominasi Manis Persib atas Persija

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Dr. Nenden Euis Sri Mulyati Terpilih Menjadi Ketua IKA Unpas 2026–2031

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Fakta Menarik di Balik Kemenangan Persib atas Persija

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
PASJABAR

© 2026 PASJABAR</a

Navigate Site

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

Ok

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • BERANDA
    • PASBANDUNG
    • PASJABAR
    • PASNUSANTARA
    • PASDUNIA
  • PASBISNIS
    • PASFINANSIAL
  • PASPENDIDIKAN
    • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
    • PASBUDAYA
    • PASKREATIF
    • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
    • TOKOH
    • CAHAYA PASUNDAN
  • PASGALERI

© 2026 PASJABAR</a