• Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Alamat Redaksi & Iklan
Minggu, Mei 10, 2026
PASJABAR
No Result
View All Result
h
  • Login
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASJABAR
  • PASNUSANTARA
  • PASDUNIA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKESEHATAN
  • PASOLAHRAGA
  • PASHIBURAN
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home CAHAYA PASUNDAN

Manusia dalam Pandangan Islam

Manusia Islam

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
Penulis: admin
Editor: admin
Dipublikasikan: Jumat. 26 September 2025 - 07:00 WIB

Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan (Manusia dalam Pandangan Islam, dalam buku Mengenal Kesempurnaan Manusia)

WWW.PASJABAR.COM – Berbeda dengan para ilmuwan yang mengusung dan mendukung teori evolusi, Islam memandang manusia sebagai spesies tersendiri yang diciptakan oleh Allah Swt melalui dua cara.

READ ALSO

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Pertama, diciptakan tanpa melalui proses atau periode-periode tertentu, tetapi melalui qudrah dan irādah Allah dengan firman-Nya, “Kun! Fayakūn!” (“Jadilah!” Maka jadilah ia), atau tidak melalui proses biologis yakni hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Contohnya adalah Nabi Adam (manusia pertama), Siti Hawa, dan Nabi Isa As.

Kedua, diciptakan melalui proses atau tahapan-tahapan tertentu, yakni melalui pembuahan antara sperma laki-laki dan perempuan. Manusia yang diciptakan melalui cara ini adalah manusia pada umumnya selain tiga orang tadi.

Proses penciptaan seperti ini disebut tadrijiyyah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Nuh ayat 14:

“Sesungguhnya Dia (Allah) telah menciptakan manusia dalam beberapa tingkat kejadian.”

Tingkatan-tingkatan tersebut diperjelas dalam surah Al-Mu’minun (23): 13–14.

Dari kedua cara penciptaan manusia di atas, Islam memandang manusia bukan bagian dari binatang, melainkan salah satu ciptaan Allah yang paling mulia derajatnya dibanding makhluk-makhluk lainnya.

Kemuliaannya terlihat pada potensi yang dimilikinya dengan peran dan fungsi yang berbeda-beda. Potensi-potensi tersebut juga yang membedakannya dengan binatang.

Seperti telah disebutkan di awal pembahasan, manusia merupakan makhluk monodualis, yakni tampaknya satu namun hakikatnya terdiri dari dua unsur: jasmani dan ruhani.

Kedua unsur tersebut memiliki organ-organ yang berbeda sesuai peran dan fungsinya masing-masing. Organ jasmani terdiri dari kepala, tangan, kaki, hidung, telinga, dan lain-lain. Sedangkan organ ruhani terdiri dari hati, jiwa, ruh, akal, dan lain-lain.

Karena manusia memiliki dua unsur, jasmani dan ruhani, dan setiap unsur memiliki organ-organnya yang berbeda, maka dalam Al-Qur’an, manusia disebut dengan berbagai istilah sesuai unsur yang ada dalam dirinya.

Al-Qur’an tidak menyebut manusia sebagai binatang (hayawan), kecuali ketika perilaku manusia menyimpang dari sifat-sifat kemanusiaannya, sebagai bentuk perumpamaan (lihat QS Al-Furqan [25]: 44; QS Al-A’raf [7]: 179).

Istilah Manusia dalam Al-Qur’an

Bani Adam (anak cucu Nabi Adam)

Sebutan ini terdapat dalam banyak ayat, salah satunya:

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-A’raf [7]: 31)

Sebutan bani Adam mengandung makna historis bahwa asal-usul manusia adalah dari Nabi Adam. Dari Adam dan istrinya, Siti Hawa, Allah menciptakan keturunan yang ada di bumi sekarang (lihat QS An-Nisa [4]: 1).

Basyar

Sebutan ini terdapat dalam ayat berikut:

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia (basyar) seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Sesungguhnya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.’” (QS Al-Kahfi [18]: 110)

Ayat ini turun ketika sebagian umat Islam pada masa Nabi Muhammad saw menuhankan beliau. Wahyu ini menegaskan bahwa Nabi adalah manusia biasa seperti mereka, hanya saja beliau menerima wahyu.

Sebutan al-basyar menekankan bahwa manusia memiliki unsur biologis: perlu makan, minum, melanjutkan keturunan, dan kebutuhan biologis lainnya.

Al-Insan dan Al-Ins

Al-Insan:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS At-Tin [95]: 4)

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa keistimewaan manusia adalah diberi akal, yang membedakannya dari makhluk lain.

Al-Ins:

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia (al-ins), melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat [51]: 56)

Kedua istilah ini menegaskan bahwa manusia adalah makhluk berakal dengan potensi akademis dan spiritual.

An-Nas atau Al-Unas

An-Nas:

“Hai sekalian manusia (an-nas), sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 21)

Al-Unas:

“Jawab kaumnya tidak lain hanya berkata, ‘Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari kotamu ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang (unas) yang berpura-pura menyucikan diri.’” (QS Al-A’raf [7]: 82)

Kedua istilah ini menekankan aspek sosiologis manusia, yakni hidup bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri.

Selain itu, Al-Qur’an juga menyebut manusia dengan istilah an-nafs (unsur psikologis), al-mar’ (unsur individu), dan khalifah (wakil Allah di muka bumi dengan tugas menegakkan keadilan dan kebenaran). (han)

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

Tags: ManusiaManusia dalam Pandangan IslamManusia IslamPandangan Islam

Related Posts

Raudhah Madinah
HEADLINE

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12
Penutupan Prodi Keguruan
HEADLINE

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:44
PAD Kota Bandung
HEADLINE

Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027

Sabtu. 9 Mei 2026 - 17:20
unpas guru besar
HEADLINE

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sabtu. 9 Mei 2026 - 16:41
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

Sabtu. 9 Mei 2026 - 13:49
Sidang Doktor Raden Khemal
HEADLINE

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

Jumat. 8 Mei 2026 - 19:31
Next Post
penerima bansos

Kemensos Coret 1,9 Juta Penerima Bansos Demi Data Lebih Akurat

POPULAR NEWS

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

Kamis. 7 Mei 2026 - 15:24
Sidang Doktor Raden Khemal

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

Jumat. 8 Mei 2026 - 19:31
unpas guru besar

Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus

Sabtu. 9 Mei 2026 - 16:41
Raudhah Madinah

Saat Hati Bertamu ke Raudhah

Sabtu. 9 Mei 2026 - 19:12

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

Sabtu. 25 April 2026 - 14:09

EDITOR'S PICK

Ingin Masuk Unpas? Ini Jadwal dan Informasi PMB Gelombang I 2025/2026!

Sabtu. 11 Januari 2025 - 13:00
Grand Theft Auto VI

Grand Theft Auto VI Ditunda, Rilis Dijadwalkan 19 November 2026

Jumat. 7 November 2025 - 09:00
Pemain Borussia Dortmund saat merayakan gol Julian Brandt pada laga Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Ebrahim Noroozi

Prediksi Dortmund vs Inter: Pertempuran Mantan Juara Eropa Di Signal Iduna Park Demi Mengamankan Posisi Delapan Besar Klasemen Liga

Kamis. 29 Januari 2026 - 00:00

Reno Piscopo Dikabarkan Akan Jadi Rekrutan Terakhir Persib Bandung

Kamis. 28 Agustus 2025 - 08:00

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Saat Hati Bertamu ke Raudhah
  • LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman
  • Dorong Kreativitas PAD, DPRD Minta Rekomendasi LKPJ Masuk RKPD 2027
  • Unpas Tambah 9 Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik Kampus
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.