www.pasjabar.com — Skandal naturalisasi tujuh pemain timnas Malaysia kembali memanas setelah pengamat sekaligus jurnalis investigasi senior, R Nadeswaran, mengungkap adanya peran seorang broker misterius.
Melalui tulisannya di Malaysia Kini, Nadeswaran menduga bahwa broker tersebut berperan besar dalam mengurus dokumen keturunan palsu yang kini membuat tujuh pemain Malaysia dijatuhi sanksi FIFA.
Menurut Nadeswaran, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berusaha menutupi kasus ini dengan menyebutnya sebagai “kesalahan administratif.” Namun, dari hasil penelusurannya, alasan itu tampak tidak masuk akal.
“Pengakuan terbaru FAM menyebut seorang karyawan salah mengunggah dokumen dari agen, bukan dari Departemen Registrasi Nasional (NRD). Tapi masalahnya, dokumen dari NRD pun ternyata tidak asli,” tulisnya.
Dokumen Palsu dan Permainan Kotor di Balik Layar
Kasus ini bermula dari pengakuan Direktur Jenderal NRD, Badrul Hisham Alias, yang menyebut akta kelahiran asli kakek-nenek para pemain naturalisasi tidak dapat ditemukan.
Sebagai gantinya, NRD hanya memiliki salinan resmi yang dibuat dari “bukti sekunder”.
Hal inilah yang memunculkan kecurigaan besar bahwa ada permainan di balik proses naturalisasi tersebut.
Nadeswaran menyebut broker itu adalah orang yang pertama kali menawarkan tujuh pemain — yang berasal dari Brasil, Argentina, dan Spanyol — kepada FAM. Ketujuh pemain itu adalah Facundo Garces, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal.
“Sulit membayangkan petinggi FAM terbang ke Amerika Selatan untuk menelusuri garis keturunan pemain-pemain ini. Semua ini mengindikasikan peran seorang broker yang dibayar mahal untuk mengurus dokumen mereka,” tulis Nadeswaran.
R Nadeswaran Disebut Broker Kantongi Uang Besar
Dalam tulisannya, Nadeswaran juga mengungkap bahwa sang broker diduga menerima bayaran besar dari proyek naturalisasi tujuh pemain tersebut.
Ia menyebut, bila agen biasa mendapat komisi maksimal 10 persen, maka angka dalam kasus ini bisa jauh lebih besar.
“Pasti ada seseorang yang tertawa puas di balik skandal ini. Ia tidak butuh lisensi resmi, hanya paspor, beberapa dokumen, dan federasi yang mau bermain bersama,” sindir Nadeswaran.
FAM sendiri hingga kini belum mengungkap siapa broker yang dimaksud dan berapa besar dana yang telah dikeluarkan untuk proses naturalisasi tujuh pemain tersebut.
FAM Ajukan Banding ke FIFA
Meski kasus ini mencoreng citra sepak bola Malaysia, FAM tetap optimistis bisa membalikkan keadaan.
FAM secara resmi telah mengajukan banding kepada FIFA, dengan harapan hukuman denda dan larangan bermain selama 12 bulan untuk ketujuh pemain itu dapat dicabut.
Namun, di tengah proses banding tersebut, tekanan publik terhadap FAM terus meningkat. Banyak pihak menuntut transparansi penuh atas peran agen atau broker yang diduga menjadi dalang di balik skandal ini.












