CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 8 Januari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

WhatsApp Uji Kebijakan Batasi Pesan dari Nomor Tak Dikenal dan Bisnis

Hanna Hanifah
18 Oktober 2025
WhatsApp pesan

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Aplikasi perpesanan WhatsApp tengah menguji kebijakan baru yang membatasi jumlah pesan yang dapat dikirim pengguna maupun akun bisnis kepada kontak yang tidak merespons.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran spam yang belakangan semakin sering dikeluhkan pengguna.

Upaya Kendalikan Pesan Tak Diinginkan

Dilansir dari Tech Crunch, Sabtu (18/10/2025), uji coba ini akan menghitung setiap pesan tak terbalas dalam kuota bulanan.

Sebagai contoh, jika seseorang mengirim tiga pesan ke nomor baru tanpa menerima tanggapan, maka ketiganya akan tercatat dalam kuota. Namun, jika penerima membalas pesan tersebut, hitungan kuota akan otomatis dihapus.

Baca juga:   Perumda Tirtawening Lakukan Pembangunan Fisik untuk Tingkatkan Pelayanan

Kebijakan ini diterapkan menyusul meningkatnya pesan dari akun bisnis dan nomor tak dikenal yang masuk tanpa diminta.

WhatsApp, yang awalnya dirancang untuk komunikasi pribadi, kini berkembang menjadi platform yang juga digunakan untuk grup, komunitas, dan kanal bisnis. Perubahan ini membuat aliran pesan di aplikasi menjadi lebih padat dan sulit diatur oleh sebagian pengguna.

Meski begitu, WhatsApp belum menyebutkan batas pasti jumlah pesan yang diperbolehkan dalam uji coba ini.

Baca juga:   Dampak Hebat Akibat Meluapnya Sungai Ciberes Cirebon

Namun, perusahaan menyatakan bahwa jika pengguna atau akun bisnis mendekati batas kuota, sistem akan menampilkan peringatan berbentuk pop-up agar mereka dapat mengurangi aktivitas pengiriman pesan dan menghindari pemblokiran.

Uji coba ini akan diluncurkan di sejumlah negara dalam beberapa minggu ke depan, dengan prioritas untuk menindak akun yang mengirim pesan secara massal.

WhatsApp menegaskan bahwa pengguna biasa kemungkinan tidak akan terdampak, karena kebijakan ini difokuskan untuk memerangi spam dan aktivitas promosi yang berlebihan.

Dalam beberapa tahun terakhir, WhatsApp memang gencar memperkenalkan fitur untuk menjaga kenyamanan pengguna. Di antaranya, batas pesan promosi bulanan, opsi berhenti berlangganan pesan bisnis, serta batas jumlah pesan siaran (broadcast) yang dapat dikirim.

Baca juga:   WhatsApp Larang Chatbot Non-Meta AI Mulai 15 Januari 2026

Uji coba pembatasan pesan ini kini diperluas ke lebih dari belasan negara, termasuk India, yang merupakan pasar terbesar WhatsApp dengan lebih dari 500 juta pengguna aktif.

Dengan langkah baru ini, WhatsApp berharap bisa menyeimbangkan antara fungsi komunikasi pribadi dan kebutuhan bisnis, tanpa mengorbankan kenyamanan serta privasi pengguna. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: SPAMWhatsappWhatsApp pesan


Related Posts

WhatsApp
HEADLINE

WhatsApp Larang Chatbot Non-Meta AI Mulai 15 Januari 2026

27 November 2025
WhatsApp Fitur Baru
HEADLINE

WhatsApp Tambahkan Fitur Baru untuk Deteksi dan Blokir Penipuan

6 Agustus 2025
whatsapp
HEADLINE

WhatsApp Perkenalkan Update Baru untuk Chat, Panggilan, dan Channel

14 April 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Fabio Grosso sorot kinerja barisan pertahanan Sassuolo usai dibantai Juventus. (AFP/MARCO BERTORELLO)
HEADLINE

Grosso Buka Suara Usai Kekalahan Sassuolo: Soroti Blunder Jay Idzes dan Kualitas Elite Juventus

8 Januari 2026

REGGIO EMILIA, WWW.PASJABAR.COM – Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, memberikan evaluasi mendalam setelah timnya dibungkam Juventus dengan skor...

Foto: Arsenal FC via Getty Images/David Price

Arsenal vs Liverpool: Momentum Puncak Meriam London dan Prediksi Skor 3-1 Harry Redknapp

8 Januari 2026
Inter Milan harus gigit jari setelah Joao Cancelo memilih Barcelona pada bursa transfer Januari 2026. (Foto: IG @jpcancelo)

Joao Cancelo Pilih Barcelona, Inter Milan Tutup Pintu untuk Bek Sayap Baru di Januari

7 Januari 2026
Klub milik orang Indonesia, Como 1907 berhasil memetik kemenangan atas Pisa pada pekan ke-19 Liga Italia 2025-2026. (X.COM/HQPCRT)

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

7 Januari 2026
Kaesang Pangarep kukuhkan kepengurusan PSI Jabar di Soreang. Targetkan 5 juta suara pada 2029 dan pembentukan pengurus hingga tingkat desa. (fal/pasjabar)

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

7 Januari 2026

Highlights

Como 1907 Tembus Zona Liga Champions! Bungkam Pisa 3-0 Lewat Dominasi Babak Kedua

Kaesang Pangarep Kokohkan Struktur PSI Jawa Barat: Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Desa dan 5 Juta Suara

Gubernur Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Resmi Hentikan Pendanaan Masjid Raya Bandung karena Status Wakaf

Jonathan David Menyala! Juventus Bungkam Sassuolo Tiga Gol Tanpa Balas

Darren Fletcher Tantang Pemain MU Hadapi Kritik Legenda: “Terima Tekanannya, Itulah Standar Manchester United!”

Pengadilan Agama Bandung Kabulkan Gugatan Cerai Atalia Praratya

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.