www.pasjabar.com — Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, masih belum mendapat kesempatan tampil di musim baru Eredivisie 2025/2026 bersama FC Twente. Hingga pekan ke-9, pemain berdarah Manado itu belum sekali pun turun ke lapangan. Alasannya bukan karena cedera, melainkan karena Twente membekukannya akibat belum menandatangani kontrak baru.
Padahal, masa kerja Hilgers di klub tersebut masih berlaku hingga tahun 2026. Namun, pemain berusia 24 tahun itu ingin meninggalkan Twente lebih cepat, karena merasa sudah saatnya mencari tantangan baru di luar Belanda.
Upaya Gagal Pindah Klub dan Situasi Rumit di Twente
Hilgers sejatinya berusaha hengkang pada bursa transfer musim panas 2025. Beberapa klub sempat dikaitkan dengannya, termasuk klub Prancis Stade Brestois 29 yang menjadi destinasi potensial menyusul kepindahan rekan senegaranya, Calvin Verdonk.
Sayangnya, transfer itu gagal terwujud karena waktu terlalu mepet untuk menjalani tes medis sebelum bursa ditutup.
Akibatnya, Hilgers kini terjebak dalam posisi sulit — gagal pindah, tapi juga tidak mendapat izin bermain untuk Twente.
Meski demikian, dia tetap berlatih profesional dan menjaga sikap positif di tengah situasi tak mengenakkan ini.
Dapat Dukungan dari Rekan Setim Meski Dibekukan
Meski sedang dibekukan, Hilgers tetap mendapat dukungan penuh dari rekan-rekannya di ruang ganti. Hal ini diungkapkan oleh striker senior Twente, Ricky van Wolfswinkel, yang memuji sikap profesional sang bek.
“Mees hanyalah bagian dari kami,” ujar Van Wolfswinkel. “Saya sudah bersamanya selama empat setengah tahun. Dia pemain hebat dan pribadi yang baik. Dia tetap berlatih dengan baik dan tidak berubah.”
Menurut Van Wolfswinkel, seluruh pemain tetap memperlakukan Hilgers sebagai bagian dari tim meski tidak masuk skuad pertandingan. Dukungan ini menjadi bukti bahwa sosok Hilgers masih sangat dihargai di internal klub.
Selama berseragam Twente, Hilgers telah tampil 131 kali di semua ajang sejak debutnya pada 5 Desember 2020 melawan Ajax.
Jika dihitung sejak bergabung di akademi pada 2011, berarti ia sudah 14 tahun mengabdi untuk Twente — sebuah perjalanan panjang yang kini tengah dihadapkan pada babak paling sulit dalam kariernya.












