WWW.PASJABAR.COM – Ahli anestesi dan spesialis pengobatan nyeri intervensional dr. Kunal Sood mengingatkan masyarakat tentang bahaya aneurisma, yaitu pelebaran atau penonjolan pada pembuluh darah yang bisa mengancam jiwa bila pecah.
“Aneurisma terbentuk ketika titik lemah berkembang di pembuluh darah dan otak, lalu perlahan menggelembung keluar, seperti lapisan tipis pada balon yang aus. Namun, sebagian besar aneurisma tidak berbahaya dan seringkali ditemukan secara kebetulan. Bahaya sebenarnya dimulai ketika salah satunya pecah,” kata dr. Sood dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (25/10/2025).
Ia menjelaskan, jika aneurisma pecah, dapat menyebabkan pendarahan di sekitar otak atau disebut pendarahan subaraknoid, kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.
Faktor Risiko dan Penanganan Aneurisma
Menurut dr. Sood, beberapa faktor dapat meningkatkan bahaya risiko terbentuknya atau pecahnya aneurisma, antara lain tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, serta kondisi genetik seperti penyakit ginjal polikistik atau sindrom Ehlers-Danlos.
Aneurisma biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan MRI atau angiografi CT. Setelah teridentifikasi, langkah penanganan disesuaikan dengan ukuran serta tingkat risikonya.
“Aneurisma kecil yang belum pecah seringkali dipantau secara teliti, sementara kasus berisiko tinggi mungkin memerlukan tindakan pembedahan atau pemasangan koil endovaskular untuk mencegah ruptur,” ujarnya.
Kasus aneurisma kembali menjadi perhatian publik setelah bintang realitas televisi Kim Kardashian mengungkapkan bahwa dirinya sempat didiagnosis mengalami aneurisma otak.
Dalam tayangan perdana musim ketujuh The Kardashians pada 22 Oktober 2025, Kim menceritakan bahwa dokter mengaitkan kondisi tersebut dengan stres berat yang ia alami akibat proses perceraiannya dengan Kanye West.
Pengakuan Kim tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan dampak stres terhadap kesehatan fisik, terutama pada sistem pembuluh darah dan otak. Para ahli pun menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin serta pengelolaan stres untuk mencegah risiko aneurisma di kemudian hari. (han)









